FPTI Selenggarakan Kuliah Umum Terkait Perkembangan Terkini Teknologi Material Perovskite Untuk Aplikasi Solar Photovoltaic
Bandung, 16 April 2025 – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), melalui Fakultas Pendidikan Teknologi dan Industri (FPTI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan inovasi di bidang energi terbarukan dengan menyelenggarakan kuliah umum bertema "Recent Development of Perovskite Materials for Solar Photovoltaic Applications", yang menghadirkan narasumber dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Assoc. Prof. Dr. Mohd Adib Ibrahim yang merupakan Direktur dari Solar Energy Research Institute (SERI).
Acara ini berlangsung di Auditorium Lantai 4 dan 5 Gedung A, FPTI UPI, dan dihadiri oleh civitas akademika serta mahasiswa dari empat program studi yaitu Teknik Energi Terbarukan, Teknik Elektro, Pendidikan Teknik Elektro dan Pendidikan Teknik Otomasi dan Industri.
Kuliah umum ini dibuka secara resmi oleh Dekan FPTI UPI, Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kerja sama internasional dalam pengembangan teknologi energi terbarukan. Beliau juga menggarisbawahi bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya FPTI untuk membuka wawasan global mahasiswa dan dosen, sekaligus memperkuat jejaring riset lintas negara.
Ketua Program Studi Teknik Elektro Terbarukan, Dr. H. Bambang Trisno, M.SIE., turut memberikan sambutan yang menekankan relevansi teknologi energi surya bagi masa depan industri dan lingkungan. Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk aktif mengeksplorasi teknologi terkini seperti perovskite, yang memiliki potensi besar menggantikan silikon dalam industri fotovoltaik.
Dalam sesi utama, Assoc. Prof. Dr. Mohd Adib Ibrahim memaparkan perkembangan terbaru mengenai material perovskite untuk aplikasi solar photovoltaic. Beliau menguraikan sejumlah poin penting sebagai berikut:
1. Pengenalan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM)
UKM merupakan universitas terkemuka di Malaysia, didirikan pada tahun 1970 dan kini telah berusia 55 tahun pada 2025 ini. Sejak 2015, UKM menyandang status sebagai Malaysian Research University, dan pada 2018 meraih posisi dalam peringkat universitas dunia berkat reputasi riset dan inovasinya. Kampus UKM berada di Bangi, Kuala Lumpur, dan Kajang.
2. Solar Energy Research Institute (SERI)
Dr. Adib juga memperkenalkan SERI, lembaga riset energi surya di bawah UKM, yang berfokus pada pengembangan teknologi energi terbarukan, termasuk panel surya berbasis perovskite, efisiensi energi, dan sistem tenaga surya pintar. SERI telah menjadi salah satu pusat penelitian terkemuka di kawasan Asia Tenggara dalam bidang ini.
3. Solar Photovoltaic dan Material Perovskite
Kuliah dilanjutkan dengan pembahasan mendalam tentang solar photovoltaic, khususnya material perovskite yang kini menjadi sorotan dunia berkat efisiensinya yang tinggi dan biaya produksi yang rendah. Dibandingkan dengan silikon konvensional, perovskite menawarkan metode produksi yang lebih ramah lingkungan dan fleksibel dalam penggunaannya, termasuk dalam bentuk film tipis yang dapat diaplikasikan ke berbagai permukaan.
Assoc. Prof. Dr. Adib juga membahas tantangan utama yang masih dihadapi, seperti stabilitas material dalam jangka panjang, sensitivitas terhadap kelembaban, serta aspek lingkungan dari penggunaan timbal (Pb) dalam beberapa formulasi. Meski demikian, upaya riset terus dilakukan untuk menghasilkan material yang lebih stabil, aman, dan siap diproduksi massal.
Sesi kuliah umum diakhiri dengan diskusi interaktif antara peserta dan narasumber Acara ini diharapkan menjadi peluang untuk kolaborasi riset yang lebih luas antara UPI dan UKM, serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk turut mengambil bagian dalam pengembangan teknologi masa depan. (Kontributor Berita: Humas/Roer Eka)