Sosialisasi Syarat Lulus (100 poin ekskul), Sosialisasi Kode Etik dan Disiplin Mahasiswa UPI: Menanamkan Disiplin, Meningkatkan Kompetensi, dan Menghadapi Transformasi Ekonomi Digital
Bandung, 22 April 2025 – Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan acara Sosialisasi Syarat Lulus (100 poin ekskul), Sosialisasi Kode Etik dan Disiplin Mahasiswa UPI yang berlangsung di Auditorium Lantai IV Gedung A FPTI UPI.
Acara ini digagas oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FPTI UPI, Dr. Mustika Nuramalia Handayani, S.TP., M.Pd., dan dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FPTI UPI, Iwan Kustiawan, S.Pd., M.T., Ph.D, para Ketua Program Studi, Pembimbing Kemahasiswaan, perwakilan Himpunan Mahasiswa dan Ormawa, serta mahasiswa angkatan 2024 dari setiap Program Studi S1 di lingkungan FPTI UPI. Acara Sosialisasi Syarat Lulus (100 poin ekskul), Sosialisasi Kode Etik dan Disiplin Mahasiswa UPI dibuka secara resmi oleh Dekan FPTI UPI, Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si
Hadir sebagai narasumber yaitu: Prof. Dr. Ahmad Yani, M.Si., Kepala Divisi Pengembangan Kurikulum Direktorat Pendidikan UPI dan Dr. Pandu Hyangsewu, S.Th.I., M.Ag., Kepala Divisi Kerja Sama dan Organisasi Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan UPI.
Acara ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman civitas academica mengenai etika, kedisiplinan, serta strategi peningkatan kompetensi mahasiswa melalui kebijakan pengumpulan 100 poin ekstrakurikuler sebagai salah satu syarat kelulusan.
Menanamkan Disiplin dan Meningkatkan Kapabilitas Mahasiswa
Dalam sesi diskusi, ditekankan bahwa disiplin merupakan kebiasaan yang perlu dibentuk sejak dini, termasuk dalam kehidupan pribadi dan sosial mahasiswa. Mahasiswa didorong aktif mengikuti kegiatan kampus guna mengembangkan kompetensi, karakter, dan kapabilitas pribadi.
Pengumpulan 100 poin ekstrakurikuler menjadi instrumen untuk mengukur keterlibatan aktif mahasiswa dalam berbagai aktivitas non-akademik, seperti seminar, penelitian, lomba, hingga pengabdian masyarakat.
Acara juga membahas bagaimana media sosial menjadi bagian dari transformasi ekonomi yang turut memengaruhi dunia pendidikan tinggi. Mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman terhadap perubahan ini dan mampu beradaptasi dalam lingkungan digital.
Isu-isu strategis lain yang dibahas meliputi:
- Pentingnya seminar yang diselenggarakan mahasiswa sendiri sebagai media pembelajaran aktif.
- Implementasi program Kampus Sehat, termasuk area khusus merokok.
- Apresiasi dan penghargaan atas karya serta prestasi mahasiswa.
- Penanganan kasus pemalsuan tanda tangan, dan pentingnya menjaga integritas administrasi akademik.
Selain itu, penyesuaian akses dosen terhadap sistem kepemimpinan dan integrasi informasi akademik turut menjadi perhatian.
Melalui forum ini, FPTI UPI terus memperkuat sinergi antara dosen, mahasiswa, dan pengelola pendidikan untuk mencetak lulusan yang berintegritas, kompeten, serta siap menghadapi tantangan global dan era digital. (Kontributor Berita: Humas/YR)