FPTI UPI Perkuat Kolaborasi Internasional, Bahas Inovasi Pascapanen Bersama Western Philippines University
Bandung, 8 Mei 2025 — Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri dan Teknologi Pangan, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjalin kolaborasi internasional dengan Department of Home Economics, College of Agriculture, Forestry, and Environmental Sciences (CAFES), Western Philippines University (WPU) dalam penyelenggaraan webinar internasional bertajuk “Optimizing Post-harvest Handling to Preserve Tubers’ Nutrition and Bioactive Compounds” pada Jumat, 8 Mei 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh 203 peserta, yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi, termasuk dari berbagai institusi pendidikan tinggi di Filipina, seperti Southern Leyte State University, West Visayas State University, Northwest Samar State University, Negros Oriental State University, Bicol University, hingga EARIST.
Webinar ini dibuka secara resmi oleh Ms. Anne Gellie P. Pablo, Direktur Internationalization and External Affairs Office WPU, dan dimoderatori oleh Ms. Rhoijie Viodor, MSFS dari CAFES, WPU. Sementara itu, narasumber utama, Dr. Dewi Cakrawati, Ph.D., selaku Kepala Program Studi Teknologi Pangan FPTI UPI, menyampaikan materi terkait pentingnya pengelolaan pascapanen pada umbi-umbian untuk menjaga kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif.
Dalam paparannya, Dr. Dewi menjelaskan bahwa umbi-umbian memiliki potensi besar sebagai sumber karbohidrat utama di wilayah tropis dan subtropis, serta berperan penting dalam ketahanan pangan dan ekonomi. Namun, pemanfaatan umbi secara optimal masih terbatas pada jenis mayor seperti singkong dan ubi jalar.
Penanganan pascapanen menjadi perhatian utama karena kerugian akibat proses pascapanen yang tidak efisien di negara berkembang bisa mencapai 40%. Oleh karena itu, Dr. Dewi menekankan pentingnya penerapan praktik pascapanen yang tepat, meliputi proses panen, pembersihan, curing, sortasi, penyimpanan, dan pengemasan, guna menjaga kualitas produk serta memperpanjang umur simpannya.
Salah satu temuan menarik dari riset yang dipaparkan adalah bahwa proses steam-cooking pada purple sweet potato dapat meningkatkan kandungan total fenolik, flavonoid, dan antosianin, serta kapasitas antioksidan, dibandingkan dengan umbi lain seperti purple yam yang tidak menunjukkan perubahan signifikan.
Selain itu, Dr. Dewi menyoroti karakteristik unik umbi-umbian yang berbeda dari buah dan sayuran, karena umbi memerlukan pengolahan sebelum dikonsumsi akibat kandungan senyawa anti gizi. Penanganan pascapanen pun harus disesuaikan dengan jenis dan metode pengolahan umbi yang akan diterapkan.
Sebagai penutup, webinar ini tidak hanya memberikan wawasan baru dalam pengelolaan pangan berbasis umbi-umbian, tetapi juga menjadi ajang penguatan jejaring kolaborasi internasional antara WPU dan UPI. Kolaborasi ini akan dilanjutkan dalam dua seri webinar internasional berikutnya, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkaya pengetahuan dan pengalaman akademik di bidang teknologi pangan dan agroindustri.
Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada narasumber, Dr. Dewi Cakrawati, Ph.D., sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi ilmiah dan kolaboratif yang diberikan dalam kegiatan ini.
(Kontributor berita: Nita Nur Rezkia, M.Agr, Penyuting naskah: Humas/Sarah Nabila)