Prof. Dr. Cica Yulia Resmi Dikukuhkan sebagai Guru Besar FPTI UPI dalam Bidang Ilmu Gizi Atasi Triple Burden of Malnutrition di Indonesia
Bandung, 21 Mei 2025 – Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri Universitas Pendidikan Indonesia (FPTI UPI) kembali menorehkan pencapaian akademik dengan dikukuhkannya Prof. Dr. Cica Yulia, S.Pd., M.Si. sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Ilmu Gizi. Dalam orasi ilmiah yang berjudul “Pendidikan Gizi untuk Masa Depan: Membangun Literasi Gizi dalam Mengatasi Triple Burden of Malnutrition”, Prof. Cica menyoroti pentingnya peningkatan literasi gizi sebagai kunci dalam mengatasi kompleksitas masalah gizi di Indonesia dan negara berkembang lainnya.
Dalam pemaparannya, Prof. Cica menjelaskan konsep Triple Burden of Malnutrition (TBM), yakni tiga masalah utama yang saling terkait: gizi kurang (stunting), gizi lebih (obesitas), dan defisiensi zat gizi mikro seperti anemia. Permasalahan ini tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, namun juga berkontribusi terhadap penurunan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas nasional.
Sebagai akademisi dan peneliti aktif, Prof. Cica telah mengembangkan berbagai model pendidikan gizi dan media edukasi berbasis sekolah dan komunitas. Intervensi ini telah diterapkan pada berbagai kelompok sasaran, mulai dari anak-anak, remaja, ibu hamil, hingga kader posyandu. Salah satu inovasinya yang menonjol adalah edukasi gizi berbasis permainan tradisional dan pelatihan pengolahan pangan lokal bergizi, khususnya untuk ibu balita dan remaja.
Pidato pengukuhan yang disampaikan di Gedung Achmad Sanusi, Kampus UPI Bandung, ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, sivitas akademika, dan para undangan. Dalam orasinya, Prof. Cica memaparkan roadmap literasi gizi melalui dua pendekatan utama:
1. Pengembangan media edukasi (leaflet, e-book, video animasi, aplikasi mobile, hingga augmented reality);
2. Penguatan model pendidikan gizi berbasis institusi pendidikan dan komunitas.
Ia juga menekankan perlunya integrasi materi gizi ke dalam kurikulum pendidikan formal dan informal, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai strategi penyampaian edukasi yang efektif dan luas jangkauannya.
“Masalah gizi adalah masalah masa depan bangsa. Investasi dalam pendidikan gizi adalah investasi dalam kualitas generasi mendatang,” ujar Prof. Cica.
Pengukuhan ini menjadi tonggak penting bagi FPTI UPI, sekaligus penegasan kontribusi akademik dalam menjawab tantangan nasional di bidang kesehatan masyarakat. Pendidikan gizi berbasis bukti dan teknologi menjadi fondasi menuju generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan produktif.
(Kontributor: Yuyun Rohayati, penyunting naskah: Sarah Nabila)