Logo UPI
Logo Dikti

Menjahit Mimpi, Menenun Prestasi: Kisah Amelia Rida, Lulusan Terbaik Gelombang II Prodi Pendidikan Tata Busana FPTI UPI 2025

FPTI Yadi Setiadi 20 June, 2025 351

Bandung, Juni 2025 — Di tengah riuh tepuk tangan prosesi Wisuda Gelombang II Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), sebuah nama dipanggil dengan penuh kebanggaan: Amelia Rida Nurfitriani Iskandar. Mahasiswi asal Garut ini sukses meraih gelar Lulusan Terbaik Program Studi Pendidikan Tata Busana, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI UPI), dengan IPK 3,93.

Lebih dari sekadar angka, prestasi Amel—sapaan akrabnya—adalah buah dari keyakinan, kerja keras, dan semangat berkarya yang konsisten. Anak sulung dari pasangan Dadan Iskandar dan Rima Lumiati ini tak hanya belajar menjahit kain, tetapi juga menenun mimpi dan menata masa depan lewat kreativitas.

Sejak awal masa studinya, Amel dikenal sebagai sosok yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan kompetisi kreatif. Salah satu pencapaian akademiknya diwujudkan melalui tugas akhir berjudul “Modifikasi Kostum Black Swan dengan 3D Applique Structure sebagai Decorative Trims pada Busana Pesta Malam Gala”, yang dibimbing oleh Ibu Feny Puspitasari, S.Pd., M.Ds.. Melalui karya tersebut, Amel menghidupkan karakter panggung dalam wujud desain busana yang elegan dan tetap wearable.

Prestasi Amel tak berhenti di ruang kelas. Ia menorehkan kontribusi nyata di berbagai ajang nasional dan internasional, di antaranya:
- National Draping Competition oleh Universitas Negeri Malang – Karya Svarnadvipa Javadvipa meraih predikat Best Effortless Elegance.
- Asia Fashion Show Indonesia 2024 – Membawakan koleksi Midnight Opulence dan The Story of Merak Ngibing, yang mengangkat budaya Indonesia ke panggung global.
- Juara 1 Lomba Poster Nasional INTRVL 22 di Jakarta bersama Tiara Khairunnisa, melalui karya bertajuk Is It The Answer.

- Mahasiswa Berprestasi FPTI (peringkat ke-5) berkat kontribusinya dalam isu Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya kesetaraan gender dan mode berkelanjutan, lewat inovasi aplikasi Reclotify, solusi digital daur ulang pakaian bekas.

mel menjalani studinya di Kampus Bumi Siliwangi UPI Bandung selama empat tahun dengan penuh dedikasi. Kunci keberhasilannya terletak pada manajemen waktu yang teratur, kebiasaan membuat to-do list harian, dan kedisiplinan dalam menyusun prioritas. Di saat tekanan datang, Amel mendapatkan kekuatan dari obrolan sederhana bersama sang bunda, yang menjadi sumber ketenangan sekaligus penyemangatnya.
“Kita tidak harus selalu luar biasa untuk merasa cukup. Kita hanya perlu berusaha dan menerima bahwa perjalanan kita unik,” ujar Amel.
Dalam perjalanan panjangnya, Amel tidak berjalan sendiri. Ia dikelilingi keluarga yang penuh kasih dan dukungan: Bunda, Ayah, adik Januardi, serta Enin Rd. Hj. Kusminar Asmara. Di sisi lain, kehadiran sahabat-sahabat seperjuangan seperti Tiara, Shaffa, Dea, dan Rhea menjadi bagian penting dari kisah jatuh bangunnya selama masa studi.
Ke depan, Amel ingin terus menekuni dunia fashion design dan fashion marketing, menggabungkan kreativitas dan strategi untuk menghasilkan karya yang berdampak. Ia ingin terus berkarya dan mengabdi melalui bidang yang ia cintai.
“Selalu berbuat maksimal dalam apa pun yang kamu lakukan. Jangan menyerah, karena semuanya akan berlalu. There will be better days, I promise.”
Jika harus merangkum perjalanannya dalam satu kutipan, Amel memilih kata-kata dari idolanya:
“Like Taylor Swift said, ‘I wanna be defined by the things that I love.’ Maka saya akan terus menjahit dengan cinta, menulis cerita lewat kain, dan memaknai hidup dengan karya.”
(Kontributor Berita: Yuyun Rohayati, Penyunting Naskah: Sarah Nabila)