Logo UPI
Logo Dikti

Upaya Aksi Nyata dan Berdampak Pendidikan Teknologi Agroindustri FPTI UPI Gelar Pengabdian kepada Masyarakat di Kuningan Jawa Barat

FPTI Yadi Setiadi 31 July, 2025 136

Kuningan, 25 Juni 2025 — Dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Karang Tawang, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Rabu, 25 Juni 2025.

Kegiatan yang bertajuk “Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Melinjo untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan bagi Kelompok Tani Mujursari” ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah hasil produksi olahan melinjo menjadi pupuk organik cair (POC), sekaligus mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo poin ke-2: Swasembada Pangan. Kegiatan diikuti oleh 20 peserta yang terdiri atas perwakilan Kelompok Penggerak TP PKK dan Kelompok Tani Mujursari Desa Karang Tawang.Dalam sambutannya, Kepala Desa Karang Tawang, Jaja Suharja, mengapresiasi kehadiran tim PkM UPI dan menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya para petani.
“Kami ucapkan selamat datang dan terima kasih kepada para dosen dan mahasiswa yang telah melaksanakan kegiatan ini. Semoga kegiatan pengabdian ini memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat Desa Karang Tawang,” ujar Jaja.

ini merupakan aksi nyata dari institusi kepada masyarakat sebagai upaya pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dan amanah penting, salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat,” tutur Sri.

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Yatti Sugiarti, M.P., sebagai ketua kegiatan PkM dan melibatkan Nita Nur Rezkia, S.P., M.Agr., selaku Dosen Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri UPI sebagai pemateri utama, serta tim pelaksana yang terdiri dari sejumlah mahasiswa aktif, yaitu Akmal Raditya Raharjo, Andya Ghinaa Zahraa Ependi, Aryo Herdiansah, Lingga Al Ghifari, Muhammad Fakhri Athallah, Nurul Ajlina Yasifa, Najla Ibtihal Mumtaz, dan Rasyid Kemal Ashary.

Kegiatan diisi dengan pemaparan profil program studi, latar belakang perlunya pemanfaatan limbah melinjo menjadi pupuk organik cair dan manfaat pupuk organik cair oleh Nita Nur Rezkia, Dosen Pendidikan Teknologi Agroindustri UPI. Selanjutnya, demonstrasi pembuatan pupuk organik cair berbahan dasar daun dan kulit melinjo dilaksanakan oleh peserta dan didampingi oleh mahasiswa.
Saat pemaparannya, Nita mengungkapkan bahwa limbah produksi olahan melinjo biasanya dibuang ke lahan sawah dan perkebunan tanpa diolah terlebih dahulu, yang mengakibatkan penyerapan nutrisi oleh tanah membutuhkan waktu yang lama.

“Biasanya, limbah produksi olahan melinjo seperti daun melinjo dan kulit melinjo itu dibuang ke lahan langsung untuk dijadikan pupuk suplemen. Padahal kalau kita olah terlebih dahulu, dapat mempercepat proses penyerapan nutrisi dan manfaatnya akan lebih cepat terasa,” ujar Nita.
Selain itu, Nining Suryani, salah satu peserta yang merupakan warga desa menyampaikan, dirinya adalah pelaku tani di rumahnya dan menyetujui hal yang disampaikan Nita.

“Saya dirumah menanam tomat dan sayuran lainnya, dan betul yang disampaikan tadi, biasanya kulit melinjo yang tua itu suka disimpan langsung ke tanamannya,” tutur Nining.
Ketua Gabungan Kelompok Tani Desa Karang Tawang, Dudi mengungkapkan bahwa kegiatan PkM ini telah memberikan  dampak positif dan manfaat bagi masyarakat khususnya para petani dan pelaku tani di Desa Karang Tawang dengan penandatanganan Surat Pernyataan Mitra Gabungan Kelompok Tani.
Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Desa Karang Tawang dari teknologi tepat guna yang telah diberikan, serta menjadi motivasi bagi institusi lain untuk dapat melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat sebagai upaya pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kontributor Berita: Nita Nur Rezkia, Penyunting naskah: Sarah Nabila