Logo UPI
Logo Dikti

FPTI UPI Gelar Workshop Simulasi WOKWI untuk Guru SMK se-Bandung Raya: Dorong Inovasi Pembelajaran Mikrokontroler

FPTI Yadi Setiadi 31 July, 2025 168

Bandung, Juni 2025 — Sebagai bentuk nyata dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Program Studi Pendidikan Teknik Otomasi Industri dan Robotika (PTOIR), Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menyelenggarakan workshop bertajuk “Penggunaan Platform WOKWI sebagai Media Pembelajaran Mikrokontroler Berbasis ESP32”. Kegiatan ini dilaksanakan pada akhir Juni 2025 dan diikuti oleh para guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Bandung Raya.

Workshop dipimpin oleh Dr. Erik Haritman, M.T. selaku ketua tim pelaksana, dengan dukungan dari dosen PTOIR lainnya, yaitu Resa Pramudita, M.T., M. Adli Rizqulloh, M.T., Ibnu Hartopo, M.Pd., Roer Eka Pawinanto, Ph.D., dan M. Nur Jaman, S.Pd., serta melibatkan partisipasi aktif mahasiswa PTOIR.

Kegiatan ini bertujuan menjawab tantangan pembelajaran praktik di SMK, khususnya pada mata pelajaran mikrokontroler dan sistem tertanam (embedded systems). Melalui pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan dalam menggunakan platform simulasi WOKWI, sebuah media berbasis web yang memungkinkan praktikum mikrokontroler secara virtual tanpa harus menggunakan perangkat keras fisik.

WOKWI mendukung simulasi proyek berbasis mikrokontroler ESP32, mulai dari proses pemrograman hingga analisis output secara real time. Teknologi ini membuka peluang besar bagi guru untuk menyelenggarakan pembelajaran teknik yang efisien, inovatif, dan adaptif terhadap keterbatasan alat praktik di sekolah.

Workshop ini tidak hanya menyajikan materi teknis, tetapi juga membangun semangat kolaboratif. Para peserta terlibat aktif dalam eksplorasi fitur-fitur WOKWI, berbagi pengalaman mengajar, serta berdiskusi tentang strategi integrasi media digital dalam proses pembelajaran teknik di SMK.
“Transformasi pembelajaran teknik di era digital sangat mungkin dilakukan melalui pendekatan yang tepat dan kolaboratif. Workshop ini menjadi bukti bahwa teknologi dapat menjembatani keterbatasan sumber daya dengan solusi yang cerdas,” ungkap Dr. Erik Haritman.
Kegiatan ini juga memperlihatkan sinergi nyata antara perguruan tinggi, guru, dan mahasiswa dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan industri era Revolusi Industri 4.0.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru SMK mampu mengembangkan pembelajaran teknik yang lebih menyenangkan, praktis, dan berbasis kebutuhan industri modern. PTOIR UPI terus berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi dalam pengembangan kapasitas pendidik vokasi melalui pendekatan teknologi dan kolaborasi berkelanjutan.
(Kontributor berita: Ibnu Hartopo, Penyunting naskah: Sarah Nabila)