Mahasiswa UPI Lolos Jadi Delegasi Internasional Youth Inter-action and Exploration 2025
BANDUNG, FPTI UPI – Hadfina Azra Syahidah, mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil terpilih sebagai delegasi fully funded dalam ajang ASEAN Youth Inter-action and Exploration (YIAE) 2025, forum pemuda internasional di kawasan Asia Tenggara yang berlangsung di tiga negara Asia Tenggara: Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Ajang bergengsi ini diikuti oleh ratusan pendaftar dengan proses seleksi yang sangat ketat. Dari ratusan pendaftar di beberapa negara, hanya tiga orang yang berhasil lolos tahap akhir, termasuk Hadfina Azra dari FPTI UPI. Seleksi dimulai dari administrasi berkas, kemudian dilanjutkan dengan Tes Kompetensi Dasar (TKD) pilihan ganda, Focus Group Discussion (FGD), hingga Interview akhir.
Selain Hadfina, dua delegasi lainnya yang terpilih berasal dari Universitas Hasanuddin dan Universitas Jambi.
Sebagai delegasi, Hadfina bersama peserta lainnya mengikuti rangkaian kegiatan akademik dan budaya di beberapa universitas ternama di Asia Tenggara. Di Singapura, delegasi melakukan kunjungan ke National University of Singapore (NUS) dan beberapa pusat inovasi teknologi.
Di Malaysia, delegasi mengunjungi University of Malaya (UM), International Islamic University Malaysia (IIUM), dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Selain itu, delegasi juga melakukan kunjungan resmi ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang untuk berdiskusi mengenai peran diplomasi, perlindungan WNI, serta peluang kolaborasi pendidikan dan kebudayaan.
Salah satu agenda inti YIAE 2025 adalah present policy brief, di mana tiap kelompok delegasi menyusun rekomendasi kebijakan terkait agriculture, sustainability, dan youth empowerment. Hadfina bersama timnya turut menyampaikan gagasan yang menekankan pentingnya pemberdayaan pemuda dalam mengatasi isu urban farming di kawasan Asia Tenggara.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa mewakili UPI di ajang internasional ini. Bukan hanya soal belajar, tapi juga kesempatan untuk membangun koneksi dengan pemuda dari berbagai negara dan memperluas wawasan global. Saya percaya pengalaman ini akan menjadi bekal berharga untuk terus berkontribusi bagi Asia Tenggara,” ujar Hadfina.
Program Asean YIAE dirancang untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya di bidang pendidikan, kebudayaan, dan pembangunan berkelanjutan. Selain diskusi akademik, delegasi juga berkesempatan melakukan eksplorasi budaya di tiga negara, mulai dari mencoba kuliner lokal, kunjungan situs sejarah, hingga pertukaran pengalaman dengan mahasiswa internasional.
Keberhasilan Hadfina menjadi delegasi Asean YIAE 2025 menambah daftar panjang kontribusi mahasiswa UPI di kancah internasional. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kapasitas diri dan berani tampil di panggung global.