Logo UPI
Logo Dikti

Vina Dwiyanti Dosen FPTI UPI Perkuat Kiprah Indonesia di Kancah TVET ASEAN

FPTI Heni 03 October, 2025 196

Kuala Lumpur, 24–26 September 2025 Kiprah dosen Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Vina Dwiyanti, dosen Teknik Logistik sekaligus Peneliti di TVET Research Center (TVET RC) UPI, tampil sebagai key speaker dan penyaji country report pada 8th East Asia Summit TVET Network Conference yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia.


Dengan tema “Strengthening Collaboration between TVET Institutions and ASEAN Industry,” forum bergengsi ini menjadi ajang strategis bagi negara-negara Asia Timur dan ASEAN dalam memperkuat kerja sama pendidikan vokasi dengan dunia industri. Kehadiran Vina mewakili Indonesia sekaligus menegaskan posisi FPTI UPI sebagai motor penggerak pengembangan TVET (Technical and Vocational Education and Training) di tingkat regional. Dalam presentasinya berjudul “Strengthening Industry-Academia Collaboration for Enhancing Competitiveness in Vocational Education: An Indonesian Perspective,” Vina menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan vokasi dan industri sebagai kunci peningkatan daya saing lulusan di era global. Ia menguraikan model kolaborasi yang efektif mulai dari penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri hingga pembelajaran praktik yang relevan sebagai upaya menjawab tantangan dunia kerja yang terus berkembang.

“Saya merasa bangga dan terhormat membawa perspektif Indonesia sekaligus pengalaman FPTI UPI di forum internasional ini. Kesempatan berdialog dengan pakar dari berbagai negara memberi inspirasi untuk memperkuat kemitraan vokasi dan industri di tanah air,” ujar Vina.

Konferensi yang disponsori Korea Research Institute for Vocational Education and Training (KRIVET) ini menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi pendidikan vokasi, pembuat kebijakan, dan perwakilan industri dari seluruh negara anggota ASEAN serta mitra Asia Timur. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa pengembangan TVET memerlukan dukungan kolaboratif antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan komunitas internasional. Selain menyampaikan riset, Vina aktif berbagi praktik baik Indonesia dalam mengimplementasikan program link and match, penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri, dan pengembangan pusat unggulan vokasi di berbagai daerah. Perspektif Indonesia yang ia bawa menjadi bukti nyata bahwa FPTI UPI terus berperan dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang kompetitif di kawasan ASEAN.

“Melihat bagaimana industri di negara lain terlibat langsung dalam perencanaan kurikulum dan proses pembelajaran menjadi pelajaran penting. Indonesia perlu terus memperkuat sinergi serupa agar lulusan vokasi benar-benar siap bersaing di dunia kerja,” tambahnya.

Partisipasi Vina di konferensi internasional ini menjadi simbol komitmen FPTI UPI dalam memimpin inovasi pendidikan vokasi nasional dan regional. Kontribusinya tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan kebijakan TVET ASEAN, tetapi juga membuka peluang kolaborasi baru antara lembaga pendidikan vokasi Indonesia dengan mitra industri dan akademik di tingkat global. Dengan semangat kolaborasi lintas negara, FPTI UPI menegaskan perannya sebagai garda terdepan pengembangan pendidikan vokasi, menghadirkan dosen-dosen berkompeten yang mampu membawa nama Indonesia ke panggung internasional (Kontributor: Vina Dwiyanti/H.H).