Logo UPI
Logo Dikti

Kewirausahaan Berbasis Budaya: Langkah Mahasiswa Tata Busana FPTI UPI Dukung Pendidikan dan Ekonomi Berkelanjutan”

FPTI Yadi Setiadi 10 October, 2025 168

Bandung, 23 April 2025 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang diketuai oleh Dr. Suciati, S.Pd., M.Ds. menyelenggarakan Workshop Kewirausahaan Culturepreneurship bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana. Kegiatan ini merupakan bagian dari luaran Skema Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Kewirausahaan dan menekankan pentingnya mengembangkan usaha kreatif berbasis kearifan lokal.

Workshop ini berfokus pada pelatihan pembuatan iket Sunda instan dan obi belt, dua produk fashion tradisional dengan sentuhan modern yang kini tengah digemari masyarakat. Selain mengajarkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk melihat potensi bisnis dari produk berbasis budaya lokal.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Dr. Suciati, S.Pd., M.Ds. bersama tim, serta menghadirkan narasumber utama Sonny Muchlison, seorang pakar fashion nasional yang dikenal luas atas kontribusinya di dunia mode Indonesia. Kehadiran Sonny memberi nilai tambah karena mahasiswa memperoleh perspektif industri fashion yang lebih luas.

Workshop dilaksanakan pada 23 April 2025 lalu di lingkungan Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri UPI, Bandung. Acara berlangsung interaktif dengan sesi praktik dan diskusi yang melibatkan mahasiswa secara langsung.

Menurut Dr. Suciati, S.Pd., M.Ds., selaku ketua tim pengusul, kegiatan ini tidak hanya menekankan aspek teknis pembuatan produk, tetapi juga bagaimana mahasiswa dapat mengembangkan jiwa wirausaha.
“Melalui workshop ini, kami ingin menumbuhkan keterampilan baru sekaligus menanamkan semangat berwirausaha di kalangan mahasiswa. Iket Sunda instan dan obi belt adalah contoh nyata bagaimana kearifan lokal dapat dikemas secara kreatif dan diminati pasar. Dengan cara ini, mahasiswa tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga belajar melihat peluang usaha dari budaya sendiri,” ungkap Dr. Suciati.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Indonesia melalui keseharian berbusana, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya wirausaha-wirausaha baru yang berakar pada kearifan lokal namun tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Kegiatan berlangsung dalam bentuk sesi praktik langsung. Mahasiswa berlatih membuat iket Sunda instan yang kini menjadi tren fashion di Jawa Barat serta obi belt dengan sentuhan batik. Pendekatan ini menggabungkan unsur tradisi, kreativitas, dan inovasi, sehingga menghasilkan produk yang tidak hanya bernilai estetis tetapi juga memiliki potensi ekonomi tinggi.
Workshop Culturepreneurship ini diharapkan dapat:
Menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.
Mendorong lahirnya wirausaha baru berbasis kearifan lokal.
Menghubungkan kreativitas mahasiswa dengan peluang pasar di industri fashion.
Membekali mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga siap berkontribusi di industri kreatif nasional maupun global.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana UPI diharapkan mampu menjadi pionir dalam mengembangkan produk fashion yang berakar pada budaya Indonesia, sekaligus relevan dengan tren masa kini.
(Kontributor Berita: Yuyun, Penyunting Naskah: SN)