Logo UPI
Logo Dikti

FPTI UPI Dukung SDGs melalui Partisipasi dalam Kongres V Forum Dekan Teknik Indonesia 2025

FPTI Heni 10 October, 2025 155

Bandung, 6 Oktober 2025 Dalam upaya memperkuat peran pendidikan tinggi teknik dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), Dekan Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia, Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., menghadiri Kongres V Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI) yang berlangsung pada 30 September–5 Oktober 2025 di Universitas Muhammadiyah Sorong dan Raja Ampat, Papua Barat Daya.


Kegiatan nasional dua tahunan ini menjadi forum strategis bagi para pimpinan fakultas teknik dari seluruh Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dan merumuskan kebijakan pengembangan pendidikan teknik yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan industri serta tantangan global.


Meningkatkan Mutu Pendidikan Teknik untuk SDG 4

Partisipasi Dekan FPTI UPI dalam forum ini merupakan langkah konkret mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi teknik di Indonesia. Forum ini menjadi ruang dialog nasional dalam membahas laporan pertanggungjawaban pengurus FDTI periode 2023–2025, pemilihan pengurus baru periode 2025–2027, serta penyusunan program kerja strategis pendidikan teknik yang berorientasi pada kualitas, aksesibilitas, dan relevansi pendidikan sesuai prinsip SDG 4. Selain membahas arah kebijakan akademik, kegiatan ini juga memperkuat jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi teknik, yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas institusi dalam menghasilkan lulusan kompeten dan berdaya saing global.


Forum Kolaboratif Menuju Inovasi dan Infrastruktur Berkelanjutan

Kongres V FDTI tidak hanya membahas aspek akademik, tetapi juga menekankan pentingnya inovasi dan pembangunan infrastruktur pendidikan yang mendukung SDG 9. Diskusi dan sesi berbagi pengalaman antar-fakultas teknik membahas strategi penerapan teknologi baru, akreditasi berbasis outcome, serta penguatan riset terapan yang menjawab tantangan industri 4.0 dan transisi hijau.

“Kolaborasi lintas institusi menjadi kunci dalam membangun ekosistem pendidikan teknik yang adaptif dan berkelanjutan. Melalui forum ini, kita menyatukan langkah untuk memperkuat inovasi dan menghasilkan solusi nyata bagi bangsa,” ujar Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si.


Rangkaian Kegiatan Kongres

Kongres diawali dengan upacara pembukaan pada 1 Oktober 2025, dihadiri oleh Ketua FDTI, Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong, dan Kepala Daerah Papua Barat Daya. Hari pertama diisi dengan sesi sharing akreditasi instrumen baru bidang keteknikan dan pembahasan AD/ART serta laporan pertanggungjawaban pengurus FDTI 2023–2025.


Pada 3 Oktober 2025, dilaksanakan pemilihan Ketua Umum FDTI periode 2025–2027, pelantikan pengurus baru, serta arahan kebijakan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (DiktiSaintek). Forum kemudian menutup rangkaian kegiatan dengan field trip ke Raja Ampat sebagai simbol penguatan jejaring dan apresiasi terhadap keberlanjutan lingkungan.

Hasil dan Dampak

Kongres menghasilkan sejumlah keputusan strategis:

·           Penerimaan laporan pertanggungjawaban pengurus FDTI 2023–2025.

·           Penyusunan dan pengesahan AD/ART baru FDTI.

·           Pemilihan dan pelantikan Ketua Umum FDTI 2025–2027.

·           Perumusan program kerja strategis FDTI 2025–2027.

·           Penguatan kolaborasi antar-fakultas teknik di Indonesia.

·           Materi kebijakan baru dari Kementerian DiktiSaintek terkait pengembangan akreditasi

LAM Teknik.

 

Makna bagi FPTI UPI

Kehadiran FPTI UPI dalam Kongres V FDTI mempertegas komitmen fakultas dalam mendukung agenda global SDGs. Melalui partisipasi aktif ini, FPTI UPI berupaya menjadi bagian dari solusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul, berintegritas, dan berorientasi pada inovasi berkelanjutan. Kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi baru dengan berbagai perguruan tinggi teknik untuk penelitian, pertukaran akademik, dan pengembangan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri hijau dan transformasi digital. (Kontributor Berita: