Menjelajahi Bandung dengan Bandros: Mahasiswa Tata Boga FPTI UPI Wujudkan Edukasi dan Ekowisata Gastronomi Berbasis SDGs
Bandung, 20 Oktober 2025 — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) angkatan 2025 melaksanakan kegiatan praktik lapangan dalam rangka penerapan ilmu mata kuliah Gastronomi Pariwisata. Kegiatan ini dipandu oleh Prof. Dr. Hj. Sri Subekti, M.Pd. dan Asep Maosul, S.Pd., M.Pd., serta diikuti oleh 81 mahasiswa yang menjelajahi Kota Bandung menggunakan Bandros (Bandung Tour on Bus) sebagai media pembelajaran lapangan yang menyenangkan dan edukatif.
Gambar 1. Kegiatan Gastronomi
Mahasiswa Pendidikan Tata Boga
Kegiatan
ini memadukan unsur pendidikan, pariwisata, dan kearifan lokal, sejalan dengan
semangat pembelajaran kontekstual yang diusung oleh FPTI UPI. Destinasi pertama
yang dikunjungi adalah Pabrik Tahu Talaga Yunsen, rumah produksi legendaris
yang berdiri sejak tahun 1923 dan kini dikelola oleh generasi ketiga, Achmad
Hendra Gunawan (Ko Hendra). Di tempat ini, mahasiswa mempelajari proses
pengolahan tahu mulai dari pemilihan kedelai, perendaman, penggilingan, hingga
tahap akhir produksi tanpa bahan pengawet. Mereka juga mendalami nilai sejarah
dan akulturasi budaya Tionghoa dan Sunda di balik berdirinya pabrik yang telah
berusia lebih dari satu abad tersebut.
“Melalui program tour seperti ini, para mahasiswa tidak hanya menikmati pengalaman wisata kota, tetapi juga mengenal lebih dekat produk-produk lokal. Setiap bumbu punya sejarah, setiap rasa punya makna. Mari lestarikan gastronomi Indonesia,” ujar Asep Maosul, S.Pd., M.Pd., dosen pengampu mata kuliah Gastronomi Pariwisata.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Pillow Cake Bandung, rumah produksi sekaligus café tematik yang memadukan konsep kids friendly café dengan inovasi kuliner. Mahasiswa diperkenalkan pada teknik produksi, inovasi resep, manajemen pemasaran, serta konsep akulturasi kuliner global seperti “Jin Bing” atau roti isi daging khas Tiongkok yang diadaptasi dengan cita rasa lokal.
Kegiatan ini memberi pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami keterkaitan antara sejarah, budaya, dan ekonomi kreatif dalam pengembangan produk pangan lokal. Melalui observasi, praktik, dan interaksi dengan pelaku industri, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya pelestarian gastronomi sebagai warisan budaya dan potensi ekonomi berkelanjutan.
Kegiatan
“Bandros Gastronomi Tour” ini juga berkontribusi nyata terhadap Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Program ini
mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan pembelajaran kontekstual
berbasis pengalaman nyata, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)
melalui pengenalan industri lokal yang berkelanjutan, SDG 11 (Kota dan
Komunitas yang Berkelanjutan) dengan penguatan identitas kuliner daerah sebagai
bagian dari wisata budaya, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung
Jawab) dengan pemahaman terhadap proses produksi pangan lokal yang ramah
lingkungan dan minim bahan tambahan kimia.
Melalui
kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Tata Boga FPTI UPI terus memperkuat
perannya dalam membangun ekowisata gastronomi yang edukatif, inovatif, dan
berkelanjutan, sejalan dengan visi UPI sebagai pelopor pendidikan yang humanis
dan berdaya saing global berbasis nilai-nilai kearifan lokal.