Sosialisasi dan Simulasi Mitigasi Bencana Gempa di Lingkungan Kampus Prodi Pendidikan Tata Busana UPI
Bandung, 20 September 2024, Program Studi Pendidikan Tata Busana, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Mitigasi Bencana Alam Gempa Bumi sebagai bentuk kepedulian terhadap kesiapsiagaan sivitas akademika dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan kampus. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 20 September 2024, di Gedung A Lt.4 Prodi Pendidikan Tata Busana UPI, dengan melibatkan kolaborasi antara Feny Puspitasari, S.Pd., M.Ds., selaku dosen program studi Pendidikan Tata Busana, dan Himpunan Mahasiswa Tata Busana (HIMASANA). Sebanyak 50 mahasiswa yang merupakan perwakilan dari setiap angkatan turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Kegiatan ini merupakan respon atas terjadinya gempa bumi yang mengguncang wilayah Kertasari, Kabupaten Bandung, pada Rabu, 18 September 2024 lalu. Gempa dengan kekuatan 4,9 magnitudo tersebut disebabkan oleh aktivitas Sesar Garut Selatan (Garsela), yang diketahui memiliki karakteristik pergerakan geser turun. Berdasarkan informasi yang beredar di media berita, sesar ini termasuk dalam kategori aktif dan berpotensi menimbulkan guncangan signifikan di wilayah Bandung bagian selatan. Situasi tersebut menjadi pengingat penting bagi sivitas akademika untuk memiliki pemahaman dan keterampilan dalam melakukan mitigasi bencana, khususnya di lingkungan kampus yang menjadi tempat belajar dan berkegiatan sehari-hari.
Rangkaian Kegiatan
Kegiatan sosialisasi diawali dengan pematerian oleh Feny Puspitasari, S.Pd., M.Ds., yang menjelaskan tentang dasar-dasar mitigasi bencana, tanda-tanda awal gempa, serta langkah-langkah yang harus dilakukan ketika gempa terjadi, baik di dalam ruangan maupun di area terbuka. Peserta diberikan pemahaman mengenai prosedur keselamatan diri, seperti posisi drop, cover, and hold on, serta pentingnya menjaga ketenangan saat terjadi guncangan.
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi tindakan darurat. Mahasiswa melakukan latihan evakuasi dari ruang kelas yang ada di Lt.4 menuju titik kumpul (assembly point) yang telah ditetapkan di area terbuka kampus. Dalam simulasi ini, peserta dibimbing langsung oleh narasumber dan himpunan untuk mempraktikkan cara bergerak aman saat guncangan terasa, memastikan tidak ada yang panik, serta memperhatikan aspek keselamatan dalam proses evakuasi.
Tujuan dan Harapan
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh mahasiswa dan sivitas akademik di lingkungan Prodi Pendidikan Tata Busana memiliki pengetahuan, kesiapan, dan refleks tanggap darurat yang baik dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana gempa bumi. Feny Puspitasari, S.Pd., M.Ds., dalam sesi pematerian menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk membangun budaya sadar bencana di kampus.
“Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama sebagai bagian dari masyarakat akademik. Dengan latihan seperti ini, kita belajar untuk tetap tenang, sigap, dan saling membantu dalam situasi darurat”.
Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama dan diskusi singkat mengenai evaluasi pelaksanaan simulasi. Mahasiswa mengaku mendapat pengalaman baru dan pemahaman praktis tentang tindakan penyelamatan diri saat gempa.
Dengan adanya sosialisasi dan simulasi ini, Prodi Pendidikan Tata Busana UPI menegaskan komitmennya dalam mendukung terciptanya lingkungan kampus yang aman, tanggap bencana, dan berbudaya keselamatan bagi seluruh sivitas akademika.
Kontributor: Queeny Aira Carissima