Logo UPI
Logo Dikti

UPI Dorong Produktivitas Petani Kopi Cimenyan lewat Inovasi Coffee Dry House Berbasis IoT dan Energi Surya

FPTI Yadi Setiadi 28 October, 2025 197
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen terhadap pemberdayaan masyarakat dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) BIMA Dikti Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, tim dosen dan mahasiswa UPI melaksanakan kegiatan bertajuk “Optimalisasi Coffee Dry House Berbasis IoT Memanfaatkan Energi Panel Surya Guna Meningkatkan Produktivitas Pascapanen Petani Kopi di Desa Cimenyan.”
Program ini dilaksanakan di Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung, salah satu sentra kopi unggulan di Jawa Barat. Inovasi Coffee Dry House berbasis Internet of Things (IoT) ini dirancang untuk menjawab permasalahan pengeringan biji kopi yang selama ini masih bergantung pada kondisi cuaca. Melalui sistem yang terintegrasi dengan sensor suhu dan kelembapan serta menggunakan energi panel surya, petani kini dapat melakukan proses pengeringan kopi dengan lebih cepat, higienis, dan efisien sepanjang tahun.
Ketua tim pelaksana, Dr. Ariyano, M.T., menjelaskan bahwa sistem ini dirancang agar ramah lingkungan dan mudah dioperasikan oleh petani.

“Kami ingin menghadirkan solusi yang bukan hanya canggih, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan teknologi IoT dan energi terbarukan, petani dapat mengontrol proses pengeringan secara otomatis, menghemat biaya, dan menjaga mutu kopi agar tetap premium,” ungkapnya.
Program ini melibatkan dosen UPI dari berbagai bidang, yakni Qori Zulia Rahma, M.T. dan Farhan Ilham Wira Rohmat, S.T., M.Si., serta 14 mahasiswa lintas program studi. Mereka berperan sebagai agen pemberdayaan masyarakat, tidak hanya dalam penerapan teknologi, tetapi juga dalam pendampingan, pelatihan, dan sosialisasi kepada TP-PKK dan Karang Taruna Desa Cimenyan.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Cimenyan, yang melihat potensi besar penerapan teknologi ini dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan UPI. Kehadiran teknologi ini membuka peluang baru bagi petani kopi kami untuk lebih mandiri dan berdaya saing,” ujar Kepala Desa Cimenyan dalam sambutannya.
Melalui inovasi ini, UPI turut berkontribusi dalam mewujudkan SDGs poin 7 (Affordable and Clean Energy) melalui pemanfaatan energi surya, SDGs poin 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani, serta SDGs poin 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) lewat penerapan teknologi tepat guna di sektor pertanian.
Farhan Ilham Wira Rohmat, S.T., M.Si. menambahkan bahwa pendekatan berbasis SDGs menjadi arah strategis UPI dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap kegiatan PkM UPI tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap agenda global pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan adanya Coffee Dry House berbasis IoT ini, petani di Cimenyan kini memiliki akses terhadap teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi waktu pengeringan hingga 40%, sekaligus menjaga kualitas biji kopi. Sistem ini juga memberikan data real-time melalui aplikasi berbasis web yang memungkinkan pemantauan suhu dan kelembapan secara jarak jauh.
Selain berdampak pada peningkatan produksi, program ini juga diharapkan menjadi model percontohan desa kopi modern berbasis teknologi hijau.
“Kami berharap teknologi ini dapat direplikasi di desa-desa lain di Indonesia. Ini adalah bukti nyata bahwa inovasi kampus bisa menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Qori Zulia Rahma, M.T..
Melalui kegiatan ini, UPI menegaskan komitmennya sebagai universitas pelopor inovasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis riset dan teknologi. Kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan terus tumbuh untuk menciptakan perubahan positif yang nyata.
“Pengabdian ini bukan akhir, melainkan awal dari transformasi teknologi pertanian rakyat menuju era digital yang berkelanjutan,” tutup Dr. Ariyano, M.T. dengan optimis.