Logo UPI
Logo Dikti

Mahasiswa FPTI UPI TIM AMEA Raih Juara 3 Kompetensi Inovasi Teknologi Nasional BBPVP Bekasi 2025 dengan Mesin Roaster Berbasis IoT

FPTI Sarah 31 October, 2025 132

Bekasi, 11 September 2025 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Teknik Mesin. TIM AMEA (Alliance of Mechanical, Electrical, and Agriculture) berhasil meraih juara ketiga dalam ajang bergengsi Kompetensi Inovasi Teknologi Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi pada tanggal 10–11 September 2025.

Tim ini dibimbing langsung oleh Qori Zulia Rahma, M.T., dosen Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, dan menampilkan karya inovatif berupa “Mesin Roaster  Berbasis Internet of Things (IoT)”. Karya ini mendapat apresiasi tinggi karena menggabungkan teknologi otomasi dengan kebutuhan industri pasca panen kopi yang semakin berkembang di Indonesia.

Siapa saja anggota TIM AMEA?

TIM AMEA terdiri dari mahasiswa lintas jurusan yang menggabungkan keahlian teknik mesin, teknik elektro, dan pertanian. Anggota tim meliputi:

  1. Giyan Heriansyah – Pendidikan Teknik Mesin (PTM)

  2. Bayu Prasetyo – Pendidikan Teknik Mesin (PTM)

  3. Danishwara Ardyansyach Riyadi – Teknik Elektro (TE)

  4. Muhammad Zaki Alghifari – Pendidikan Teknik Mesin (PTM)

  5. Muhamad Husen – Teknik Elektro (TE)

  6. Faris Setyawan Ramadhan – Pendidikan Teknik Mesin (PTM)

  7. Abu Dzar Ash Shiddiqie – Pendidikan Teknik Mesin (PTM)

Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya sinergi antar bidang untuk menghasilkan sebuah karya inovasi yang nyata dan aplikatif.

Apa Inovasinya?

Mesin Roaster Kopi Berbasis IoT yang dikembangkan TIM AMEA dirancang untuk membantu petani kopi dalam proses penyangraian biji kopi secara lebih efisien dan terukur. Dengan memanfaatkan sensor suhu dan sistem kendali berbasis internet, mesin ini memungkinkan proses pemanggangan kopi dipantau secara real time melalui perangkat digital.

Inovasi ini tidak hanya mempermudah proses produksi, tetapi juga meningkatkan kualitas hasil sangrai yang lebih konsisten, serta membantu petani dan pelaku UMKM kopi dalam meningkatkan daya saing produknya.

Bagaimana Kompetisinya?

Kompetensi Inovasi Teknologi Nasional 2025 diikuti oleh puluhan tim mahasiswa dan inovator dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta mempresentasikan sekaligus mendemonstrasikan karya cipta mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari akademisi, praktisi industri, dan pakar teknologi.

Dalam ajang tersebut, TIM AMEA tampil percaya diri dengan membawakan konsep, desain, dan demo langsung mesin roaster kopi yang telah mereka kembangkan. Penilaian mencakup aspek kreativitas, kebermanfaatan, tingkat inovasi, serta potensi implementasi di masyarakat.

Mengapa Prestasi Ini Penting?

Keberhasilan TIM AMEA menempati podium ketiga menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing dalam bidang inovasi teknologi. Prestasi ini juga menjadi bukti nyata bahwa integrasi teknologi IoT dalam dunia pertanian dan industri kecil menengah mampu memberikan solusi praktis yang bermanfaat.

Qori Zulia Rahma, M.T. selaku dosen pembimbing menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pencapaian mahasiswa bimbingannya. “Prestasi ini adalah hasil kerja keras, kolaborasi, dan semangat belajar yang tinggi dari seluruh anggota tim. Saya berharap karya ini bisa terus dikembangkan hingga benar-benar bisa diterapkan di lapangan, khususnya bagi petani kopi Indonesia,” ujarnya.

Apa Langkah Selanjutnya?

Setelah sukses dalam kompetisi ini, TIM AMEA berencana untuk terus melakukan penyempurnaan pada mesin roaster berbasis IoT mereka. Fokus pengembangan ke depan meliputi peningkatan efisiensi energi, optimalisasi desain mekanik, serta pengintegrasian sistem kontrol yang lebih cerdas.

Selain itu, tim juga membuka peluang kerja sama dengan industri maupun lembaga penelitian untuk mengakselerasi hilirisasi teknologi. Harapannya, inovasi ini tidak hanya berhenti pada kompetisi, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara luas oleh petani kopi dan pelaku usaha kopi di Indonesia.

Penutup

Prestasi TIM AMEA dalam Kompetensi Inovasi Teknologi Nasional 2025 di Bekasi menjadi kebanggaan tersendiri bagi Program Studi Pendidikan Teknik Mesin. Inovasi yang dihasilkan membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu berkompetisi di tingkat nasional, tetapi juga dapat melahirkan karya yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi lintas disiplin, TIM AMEA menjadi contoh nyata bahwa masa depan teknologi Indonesia ada di tangan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berkomitmen menghadirkan solusi bagi bangsa.  (Kontributor: GH, Penyunting: SN)