Konsistensi dan Kerja Keras untuk Mewujudkan Quality Education: Kisah Inspiratif Muhammad Imron Maulana, Lulusan Terbaik Pendidikan Teknik Elektro
Gambar
1. Muhammad Imron Maulana Lulusan Terbaik Pendidikan Teknik Elektro
Dari Kuningan Menuju Prestasi Gemilang di UPI
Di balik senyum bahagia seorang mahasiswa yang mengenakan toga, terdapat perjalanan panjang penuh dedikasi dan kerja keras. Muhammad Imron Maulana, pemuda asal Kuningan, Jawa Barat, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat Lulusan Terbaik Program Studi Pendidikan Teknik Elektro dalam Wisuda Gelombang III Tahun 2025 Universitas Pendidikan Indonesia dengan IPK 3.88.
Perjalanan Imron di
dunia pendidikan tinggi dimulai dari ketertarikannya pada teknologi sejak masih
duduk di bangku SMA. Namun, jalan menuju perguruan tinggi tidaklah mulus. Pada
tahun 2020, Imron belum diterima di perguruan tinggi negeri. Alih-alih menyerah,
ia memilih untuk bekerja sambil mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi
masuk perguruan tinggi di tahun berikutnya.
“Saat itu memang berat, tapi saya tidak ingin menyerah. Saya bekerja sambil belajar dan mencari informasi tentang beasiswa karena kondisi ekonomi keluarga membuat beasiswa menjadi satu-satunya jalan bagi saya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi,” kenang Imron. Kerja keras dan doa akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun 2021, ia diterima di UPI dan mendapat beasiswa KIP-Kuliah.
“Alhamdulillah, saya mendapat beasiswa KIP-Kuliah di UPI. Ini adalah berkah yang luar biasa bagi saya dan keluarga,” ungkapnya dengan penuh syukur. Pengalaman gap year dan bekerja tersebut tidak hanya memberikan kematangan mental, tetapi juga membuatnya lebih fokus, termotivasi, dan menghargai setiap kesempatan belajar yang ada.
Rahasia di Balik Kesuksesan: Belajar dari Mana Saja
Imron memiliki
pendekatan unik dalam menjalani perkuliahan. Ia tidak hanya mengandalkan materi
dari perkuliahan, tetapi aktif mencari sumber belajar tambahan. “Kunci sukses
saya adalah konsisten belajar setiap hari dari berbagai sumber. Saya sangat
suka memperdalam materi melalui YouTube dan platform digital lainnya.
Selain itu, saya juga aktif di kelas, baik bertanya maupun menjawab pertanyaan
dari dosen, serta rajin mengerjakan tugas,” jelasnya.
Manajemen waktu yang baik juga menjadi salah satu faktor penting dalam kesuksesannya. Imron pandai membagi waktu antara kuliah dan berbagai kegiatan organisasi. “Saya selalu berusaha mengoptimalkan waktu dengan baik. Ketika tidak ada jadwal kuliah atau tugas yang mendesak, saya memanfaatkan waktu tersebut untuk berkontribusi di organisasi sesuai dengan tanggung jawab yang saya emban,” ujarnya.
Aktif Berorganisasi dan Magang: Menyeimbangkan Akademik dan
Pengalaman
Prestasi akademik yang cemerlang tidak membuat Imron abai terhadap pengembangan soft skill. Selama kuliah, ia sangat aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan. Imron pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Media dan Informasi Lingkar Indonesia Pintar UPI (Lintar UPI). Selain itu, ia juga aktif sebagai pengurus Tutorial PAI/SPAI UPI, Himpunan Mahasiswa Elektro, dan menjadi anggota UKM BAQI.
Tidak hanya
berorganisasi, Imron juga memiliki pengalaman magang yang beragam. Ia pernah
magang di BBPPMPV BMTI sebagai Research and Development di
Departemen Elektronika dan Informatika, mengikuti Internship Project
di XL Axiata sebagai AIoT Developer, dan mengikuti program P3K
untuk mengajar di SMKN 2 Kota Bandung.
“Pengalaman magang di berbagai tempat, baik lembaga pemerintah, sekolah, maupun perusahaan, memberikan saya perspektif yang luas tentang dunia kerja dan membantu saya mengaplikasikan teori yang dipelajari di kampus,” tutur Imron.
Menghadapi Tantangan dengan Dukungan dan Doa
Perjalanan meraih kesuksesan tentu tidak selalu mulus. Imron mengakui pernah mengalami masa-masa sulit, terutama saat mengerjakan tugas akhir. “Ketika tugas akhir, saya sempat stuck dalam penelitian selama 1,5 bulan. Berkat bimbingan dosen dan dukungan sahabat, akhirnya berhasil diselesaikan dengan baik,” kenangnya.
Di balik semua
pencapaiannya, Imron tidak lupa berterima kasih kepada sosok yang paling
berpengaruh dalam hidupnya. “Ibu saya adalah sosok yang paling berpengaruh.
Beliau selalu mengingatkan untuk tidak menyerah dan terus berdoa,” ungkapnya
dengan penuh haru.
Dukungan keluarga menjadi kekuatan besar bagi Imron. “Orang tua selalu memberikan dukungan moril dan materiil. Mereka tidak pernah memaksa saya untuk sempurna, tapi selalu mendorong saya untuk berusaha maksimal,” jelasnya.
Menatap Masa Depan dengan Optimis
Setelah wisuda, Imron memiliki rencana yang jelas untuk karirnya. “Saya ingin memulai karir profesional di dunia industri atau perusahaan, khususnya di bidang teknologi. Mimpi besar saya adalah tidak hanya sukses dalam karir, tetapi juga bisa memberikan dampak positif dan manfaat bagi masyarakat luas,” katanya dengan penuh semangat.
Sebagai lulusan
terbaik, Imron memiliki pesan inspiratif untuk adik-adik tingkat dan mahasiswa
lain. “Percaya proses, jaga konsistensi, dan nikmati setiap langkahnya. Jangan
terburu-buru, karena setiap orang punya waktunya masing-masing untuk sukses,”
pesannya.