Mahasiswa FPTI UPI Berperan Aktif dalam Program Mahasiswa Berdampak: Kolaborasi Lintas Fakultas Kembangkan Inovasi Pangan Lokal di Desa Tambakan Subang
Subang, November 2025 – Program Mahasiswa Berdampak (PM-BEM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Tambakan, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang ini merupakan kolaborasi lintas fakultas yang melibatkan mahasiswa dan dosen dari Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI), Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK), serta Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS).
Fokus utama program ini adalah pencegahan stunting dan penguatan ekonomi lokal melalui inovasi pengolahan pangan berbasis potensi daerah. Dalam implementasinya, mahasiswa dari berbagai program studi — Pendidikan Teknologi Agroindustri, Teknik Kimia, Pendidikan Tata Boga, Kedokteran, Gizi, dan Pendidikan Geografi — saling berkolaborasi mewujudkan tujuan PM-BEM, yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UPI serta Kemdikbud Saintek Tahun Anggaran 2025.
Peran Mahasiswa FPTI dalam Inovasi Teknologi Pangan Lokal
Mahasiswa FPTI UPI berperan penting dalam menghadirkan inovasi pengolahan pangan lokal yang tidak hanya bergizi, tetapi juga bernilai ekonomi. Mahasiswa dari tiga program studi — Pendidikan Teknologi Agroindustri, Pendidikan Tata Boga, dan Teknik Kimia — menjadi motor penggerak kegiatan pelatihan dan transfer teknologi kepada masyarakat.
Kegiatan pelatihan diawali dengan edukasi kesehatan dan skrining tumbuh kembang anak usia 2–5 tahun, dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan tepung ubi jalar ungu dan minuman ekstrak rosella serta abon ikan nila yang difokuskan untuk ibu-ibu kader Posyandu dan PKK. Produk inovatif tersebut merupakan hasil riset dan pengembangan teknologi pangan berbasis lokal yang telah memperoleh paten sederhana di bawah bimbingan dosen UPI, Dr. Ai Mahmudatussa’adah, S.Pd., M.Si.
Mahasiswa Teknik Kimia dan Agroindustri berperan dalam proses rekayasa bahan dan optimalisasi penggunaan alat produksi, seperti grinder, oven tunnel, dan slicer, agar hasil olahan memiliki mutu yang stabil dan tahan lama.
Sementara itu, mahasiswa Pendidikan Tata Boga bertanggung jawab dalam proses formulasi produk, pengemasan, serta pelatihan business plan dan branding agar hasil inovasi dapat dikembangkan menjadi produk unggulan desa yang bernilai jual.
Adapun mahasiswa FPTI yang terlibat aktif dalam program ini antara lain:
Pendidikan Teknologi Agroindustri: Dwiky Dewanda, Finna Najwa Dwi Kusuma, Mellysa Putri Ardana, Lidya Martina Manalu
Pendidikan Tata Boga: Firja Arya Kusuma, Rizka Aliya Fadliyah, Shafira Aulia Tsabita, Najat Qurrata’aini Syarifah, Annisa Siti Khaira, Yasmin Nur Fatihah
Teknik Kimia: Adrian Yuda Nugraha, Lefran Thormu Fawwaz, Syeril Amouza Yunatraya, Fawwaz Rizqi Anasdzaky
Dampak Nyata bagi Pemberdayaan Masyarakat Desa
Dalam pelatihan terpadu tersebut, mahasiswa FPTI turut mendampingi kader desa dalam praktik langsung pembuatan tepung dan abon menggunakan teknologi sederhana yang efisien dan ramah lingkungan. Kedua produk ini tidak hanya menjadi solusi pangan bergizi tinggi untuk mencegah stunting, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Tambakan.
Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan program, tim PM-BEM UPI menyerahkan empat unit alat produksi pangan kepada pemerintah desa untuk dimanfaatkan secara berkelanjutan, terdiri dari oven tunnel, slicer, grinder, dan mesin ayak. Penyerahan alat tersebut diharapkan dapat membantu kelompok masyarakat, terutama ibu-ibu kader Posyandu dan kelompok tani, agar terus berproduksi secara mandiri.
Kepala Desa Tambakan, Dadang Sukari, S.Ap., M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi mahasiswa UPI.
“Program ini tidak berhenti di teori, tetapi benar-benar memberi dampak nyata. Warga kami belajar, berproduksi, bahkan mendapat alat yang bisa dimanfaatkan jangka panjang. Ini sangat membantu peningkatan kesejahteraan desa,” ujarnya.
Kolaborasi Vokasi untuk Indonesia Berdaya
Melalui keterlibatan aktif mahasiswa FPTI, program ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi berperan strategis dalam membangun masyarakat berbasis teknologi terapan. Inovasi mahasiswa FPTI tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada keberlanjutan ekonomi lokal dan ketahanan pangan desa.
Program Mahasiswa Berdampak (PM-BEM) UPI ini sekaligus memperkuat komitmen FPTI UPI untuk terus mendorong kolaborasi lintas disiplin dalam mengimplementasikan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 2 (Zero Hunger), 3 (Good Health and Well-Being), dan 8 (Decent Work and Economic Growth).
Melalui sinergi antara pengetahuan akademik dan praktik lapangan, mahasiswa FPTI UPI membuktikan bahwa vokasi bukan hanya tentang keterampilan, tetapi juga tentang dampak sosial yang berkelanjutan.