Logo UPI
Logo Dikti

Gas Dulu, Sambil Belajar: Cerita Saepul Rohman mahasiswa FPTI UPI Menginspirasi Implementasi SDGs melalui Pendidikan Vokasi dan Inovasi Teknologi

FPTI Heni 11 November, 2025 133

Ketekunan, keikhlasan, dan semangat untuk terus belajar menjadi kunci kesuksesan Saepul Rohman, mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Otomasi Industri dan Robotika (PTOIR) Angkatan 2021, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI), Universitas Pendidikan Indonesia. Laki-laki kelahiran Desa Ciwidey Kab. Bandung ini berhasil lulus dengan predikat cum laude dengan menyelesaikan studinya dengan IPK 3,79. Saepul resmi dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Prodi PTOIR FPTI UPI Tahun 2025, sebuah capaian yang tak hanya mencerminkan prestasi akademik, tetapi juga keteguhan hati dan perjuangan panjang.


Gambar 1. Saepul Rohman


Saepul mengaku masih belum percaya bisa lulus dari prodi PTOIR. Ia merasa baru seperti kemarin menginjakkan kaki di UPI dan melihat kemegahan Gedung Isola yang menjadi salah satu ikon kebanggaan UPI. Sempat terbesit keraguan apakah ia bisa bertahan dan menyelesaikan studi sarjana dengan baik, menjadi tantangan besar yang mesti ditaklukannya.


Saepul lahir dari keluarga yang sederhana. Kondisi ekonomi membuatnya sempat mengurungkan niat untuk melanjutkan kuliah setelah lulus SMA. “Saya sempat berpikir kuliah adalah sesuatu yang mustahil bagi saya. Setelah lulus SMA, saya memutuskan untuk gap year selama dua tahun dan mencoba berbagai seleksi CPNS Sipir, Polri, TNI, hingga IPDN tetapi belum membuahkan hasil,” kenangnya.


Namun, kegagalan itu justru menjadi titik balik dalam hidupnya. Dengan tekad yang kuat, Saepul memutuskan untuk berjuang kuliah dengan biaya sendiri. Ia mengikuti jalur SBMPTN dan dinyatakan lulus di Universitas Pendidikan Indonesia. “Alhamdulillah, saya juga mendapat beasiswa JFLS (Jabar Future Leaders Scholarship) selama empat tahun penuh hingga lulus. Beasiswa itu menjadi bukti bahwa kesempatan selalu ada bagi mereka yang berusaha,” ujarnya penuh rasa syukur.


Dalam perjalanan akademiknya, Saepul menaruh minat besar pada bidang otomasi industri, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan robotika. Hal ini tergambar dari penelitian skripsinya yang berjudul “Implementasi YOLOv5m dengan Transfer Learning dan Modifikasi Fine Tuning Berakurasi Tinggi untuk Deteksi Kematangan Fragaria x ananassa Tristar.”


Dalam penelitian tersebut, Saepul merancang sistem machine learning berbasis computer vision untuk mendeteksi tingkat kematangan buah stroberi. Program ini memiliki potensi besar untuk diintegrasikan dengan robot pemetik otomatis di industri pertanian modern. “Saya ingin karya ini tidak berhenti di kampus saja, tapi bisa diterapkan secara nyata,” ungkapnya.


Inspirasi penelitian tersebut muncul berkat kedekatannya dengan dosen pembimbing yang melibatkan dirinya dalam berbagai kegiatan riset di laboratorium. Dari pengalaman itu, Saepul semakin yakin bahwa inovasi teknologi adalah jalan untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa.


Gambar 2. Keaktifan Saepul dalam PKM


Selama kuliah, Saepul dikenal sebagai mahasiswa aktif yang produktif di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. Pada tahun 2023, ia menjadi Ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan judul “Kotak Obat Pintar Berbasis Internet of Things untuk Mencegah Resistensi Obat pada Tuberkulosis.” Proyek ini berhasil didanai oleh Kemdikbud Ristek melalui SIMBELMAWA dan bahkan melahirkan beberapa Hak Kekayaan Intelektual (HKI), seperti buku panduan dan program komputer Smart Medicine Box berbasis IoT.


Selain itu, Saepul juga berperan sebagai instruktur pelatihan robotika dalam proyek “Robot STEM-Pasca Pandemi untuk Siswa Sekolah Menengah di Jawa Barat” yang didanai oleh IEEE Research. Ia turut menjadi presenter di berbagai konferensi internasional, termasuk International Seminar on Mechanical and Electrical Engineering (ISMEE) di Bali serta Wireless and Telematics Conference (ICWT).


Tidak hanya di bidang akademik, Saepul juga aktif berorganisasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Sub Bidang Pengkaderan Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) FPTK UPI, di mana ia memimpin berbagai kegiatan pengembangan mahasiswa dan kaderisasi internal. “Organisasi mengajarkan saya arti tanggung jawab dan kepemimpinan. Saya belajar bagaimana mengatur waktu, berkomunikasi efektif, dan bekerja sama dalam tim,” tuturnya.


Gambar 3. Keaktifan Berorganisasi


Sebagai bentuk pengembangan diri di luar kampus, Saepul juga mengikuti program magang di PT Nurul Fikri Cipta Inovasi pada bidang Data Science. Pengalaman ini memperluas wawasannya tentang penerapan kecerdasan buatan di dunia industri, serta memperkuat kemampuannya dalam analisis data, pemrograman Python, dan implementasi model machine learning.


Saepul memegang prinsip sederhana namun kuat: “Gas aja dulu, sambil belajar.” Ia percaya bahwa kesempurnaan akan datang seiring proses dan pengalaman. Untuk mengatur kesibukannya, ia selalu membuat to-do list harian agar setiap aktivitas terarah dan terukur. “Kalau menunggu dulu pintar baru bergerak, kita tidak akan pernah mulai. Saya percaya pada konsep learning by doing, salah itu wajar, asal kita mau belajar dan memperbaikinya,” jelasnya.


Bagi Saepul, menjadi wisudawan terbaik bukanlah akhir, melainkan awal untuk berkontribusi lebih luas. Ke depan, ia berencana untuk melanjutkan studi atau bekerja di industri teknologi agar dapat terus berinovasi di bidang otomasi dan kecerdasan buatan. Ia juga berharap dapat membawa dampak positif bagi kemajuan pendidikan vokasi dan teknologi di Indonesia. Ia juga bertekad untuk menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain agar tidak menyerah pada keterbatasan.