Logo UPI
Logo Dikti

Natasya Nur Amanda, Wisudawan Terbaik Prodi Pendidikan Teknik Arsitektur: Merancang Masa Depan Melalui Pendidikan Berkualitas

FPTI Heni 11 November, 2025 165

Bandung, Oktober 2025 — Dalam momen Wisuda Gelombang III Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Tahun 2025, nama Natasya Nur Amanda mencuri perhatian sebagai Wisudawan Terbaik Program Studi Pendidikan Teknik Arsitektur, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI). Dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92 dari 4,00 dan predikat cum laude, Natasya menjadi salah satu lulusan berprestasi yang menginspirasi melalui ketekunan, dedikasi, dan semangat belajar yang tak pernah surut.


Lahir di Bandung pada 17 Februari 2003, Natasya merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dan menjadi sarjana pertama dalam keluarganya. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga hadiah istimewa bagi orang tua yang selalu mendukung langkahnya.

“Saya tidak pernah menargetkan diri menjadi wisudawan terbaik. Saya hanya berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap hal yang saya kerjakan,” ungkapnya penuh syukur.


Gambar 1. Natasya Wisudawan Terbaik Pendidikan Teknik Arsitektur


Keberhasilan Natasya menjadi bukti nyata bahwa pendidikan berkualitas dan kesetaraan kesempatan belajar dapat membuka jalan bagi siapa pun untuk berkembang  sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 5: Kesetaraan GenderDi balik prestasi akademik yang gemilang, Natasya mengaku bahwa pencapaiannya tidak lepas dari dukungan para dosen pembimbing dan lingkungan akademik yang membentuk karakternya. Ia menyampaikan terima kasih kepada Prof. Dr. Johar Maknun, M.Si. dan Restu Minggra, S.Pd., M.T., selaku pembimbing skripsi, yang telah memberikan bimbingan dan motivasi sepanjang proses penyusunan tugas akhir.

“Bapak Johar dan Bapak Restu selalu memberi arahan yang membangun dan dukungan moral luar biasa. Saya juga berterima kasih kepada Allah SWT, kedua orang tua, serta teman-teman yang selalu memberi semangat,” ujarnya dengan haru.


Selain berprestasi di bidang akademik, Natasya aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan sosial. Ia tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Arsitektur (KMA) Kridaya FPTI UPI, tempat ia melatih kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kolaborasi. Tidak hanya itu, sejak tahun 2022, Natasya juga menjadi Tutor Inspiratif Gerakan Mengajar Desa Nusantara, program yang memfasilitasi mahasiswa untuk berbagi ilmu dengan anak-anak di berbagai daerah.


“Saya percaya ilmu akan lebih bermakna jika bisa bermanfaat bagi orang lain,” tuturnya.

Keterlibatan Natasya dalam kegiatan sosial menunjukkan kontribusinya terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peran aktif dalam pemerataan akses pendidikan di masyarakat.


Gambar 2. Natasya besama Tim


Pada tahun 2024, Natasya mengikuti Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Batch 6 di salah satu perusahaan BUMN di Jakarta, di mana ia belajar langsung tentang penerapan teori arsitektur dalam dunia kerja profesional. Pengalaman tersebut memperluas wawasannya dan memperkuat keyakinannya untuk berkarier di bidang arsitektur. Keberhasilan akademik dan profesionalnya semakin lengkap ketika sebelum wisuda berlangsung, Natasya telah diterima bekerja di salah satu konsultan arsitektur di Tangerang sebagai Assistant Architect. Capaian ini mencerminkan kontribusinya pada SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan menunjukkan kesiapan lulusan muda untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan sektor industri kreatif dan desain arsitektur nasional.


Natasya berkomitmen untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Ia bercita-cita menjadi arsitek profesional sekaligus pendidik yang mampu berkontribusi pada kemajuan arsitektur di Indonesia.

“Ke depan, saya ingin melanjutkan studi ke jenjang magister dan terus belajar agar dapat berkontribusi dalam pengembangan arsitektur berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya optimis.


Perjalanan Natasya Nur Amanda merupakan representasi nyata dari nilai-nilai SDGs - di mana pendidikan berkualitas (SDG 4) membuka kesempatan bagi generasi muda perempuan (SDG 5) untuk meraih mimpi, berdaya, dan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan berkelanjutan (SDG 8).


Ketekunan dan semangatnya menjadi bukti bahwa keberhasilan bukan sekadar hasil dari kecerdasan, melainkan perpaduan antara integritas, konsistensi, dan kepedulian sosial.