Logo UPI
Logo Dikti

Berawal dari Pilihan Kedua, Berakhir di Posisi Pertama: Cerita Dhea Avelina Mayangsari, Wisudawan Terbaik Prodi Pendidikan Tata Boga pada Wisuda Gelombang III Tahun 2025

FPTI Heni 13 November, 2025 181

Bandung, 16 Oktober 2025 – Keberhasilan tidak selalu berawal dari pilihan pertama. Hal inilah yang dialami oleh Dhea Avelina Mayangsari, mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga angkatan 2021, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Pada Wisuda Gelombang III Tahun 2025, Dhea dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Program Studi Pendidikan Tata Boga sekaligus peringkat kedua terbaik di lingkungan FPTI UPI, dengan perolehan IPK 3.96 dan predikat cum laude.


Siapa sangka, jurusan yang kini mengantarkannya menjadi wisudawan terbaik sebenarnya merupakan pilihan kedua saat mengikuti SBMPTN tahun 2021. Kala itu, Dhea memilih Ilmu Komunikasi sebagai pilihan pertama dan Pendidikan Tata Boga UPI sebagai pilihan kedua. Meski diterima di pilihan kedua, Dhea tetap bersyukur karena kedua pilihan tersebut berasal dari keinginannya sendiri.


“Pada awalnya saya ingin masuk jurusan Ilmu Komunikasi karena latar belakang sekolah saya di SMK adalah Teknik Produksi dan Penyiaran Program Pertelevisian. Namun, saat diterima di pilihan kedua, saya tetap merasa tertantang dan bertekad untuk menjalaninya dengan sungguh-sungguh,” ujar Dhea.


Gambar 1. Dhea Avelina


Tanpa latar belakang kuliner, Dhea sempat merasa canggung. Namun, lambat laun ia menemukan kecintaannya pada dunia pastry dan bakery, bidang yang kini menjadi keahliannya. Cinta terhadap dunia pastry ia tuangkan dalam skripsinya yang berjudul “Daya Terima Kue Muffin dengan Substitusi Tepung Arrowroot sebagai Potensi Pangan Lokal”, dibimbing oleh Dr. Yulia Rahmawati, M.Si. dan Prof. Dr. Cica Yulia, S.Pd., M.Si.


Dalam penelitiannya, Dhea mengangkat pangan lokal yaitu tepung arrowroot sebagai bahan substitusi untuk muffin. Hasil risetnya menjadi bentuk kontribusi nyata terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12: Responsible Consumption and Production, dengan mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal yang berkelanjutan. Skripsi tersebut diselesaikan dalam waktu delapan bulan, dan mengantarkan Dhea lulus tepat waktu dalam delapan semester. Perjalanan kuliah Dhea tidak selalu mudah. Setiap hari, ia menempuh perjalanan sejauh 17 km dari Padalarang ke kampus UPI Bandung dengan waktu tempuh sekitar 50 menit. Agar semua tugas terselesaikan tepat waktu, Dhea membiasakan diri mencatat seluruh deadline dan platform pengumpulan tugas.


“Saya terbiasa melakukan sesuatu secara terstruktur dan tertib. Dengan membuat catatan tugas lengkap, saya jadi lebih fokus dan teratur. Kebiasaan ini saya bawa sejak masih sekolah,” tuturnya.


Dhea memulai kuliah pada September 2021, di masa pandemi COVID-19, ketika perkuliahan masih berlangsung secara daring hingga semester kedua. Namun, kondisi tersebut tidak menghalanginya untuk tetap berprestasi. Ia mengikuti setiap Zoom meeting dengan serius, mengumpulkan tugas tepat waktu, dan terus meningkatkan IPK hingga memperoleh nilai sempurna dari semester 4 sampai 8.


“Kuliah daring menuntut saya menemukan gaya belajar yang efektif. Saya hanya berusaha semaksimal mungkin, disertai doa dan dukungan orang tua,” ujarnya.


Saat perkuliahan luring dimulai di tahun kedua, Dhea menghadapi jadwal padat praktikum, magang, P3K, dan penulisan skripsi yang menguji kemampuan manajemen waktunya. Meski begitu, Dhea mampu menjalaninya dengan penuh tanggung jawab. Selain fokus akademik, Dhea juga aktif di UKM eSKa Radio UPI sebagai Script Writer, dan pernah dinobatkan sebagai The Best Division Crew of The Month pada September 2022. Ia juga berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kampus, seperti MOKAKU UPI 2022, MOKA DPKK 2022, dan Training Cacrew eSKa 2022. Aktivitas ini menjadi bukti bahwa Dhea tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja tim yang baik — kompetensi penting dalam mencapai SDGs poin 4: Quality Education dan poin 8: Decent Work and Economic Growth.


Gambar 2. Kaeaktifan Dhea sebagai Mahasiswa


Dhea mengakui bahwa dunia perkuliahan telah mengubah dirinya. “Menjadi mahasiswa di Pendidikan Tata Boga membuat saya berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dan berani memaksimalkan potensi diri. Saya berterima kasih kepada para dosen, orang tua, dan teman-teman yang selalu mendukung. Semoga prestasi ini bisa membanggakan semua pihak,” tutupnya dengan penuh Syukur (Dhea Avelina).