Logo UPI
Logo Dikti

Perjalanan Bunga dalam Menyeimbangkan Akademik, Organisasi, dan Karya hingga Menjadi Wisudawan Terbaik Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri

FPTI Heni 13 November, 2025 157

Bandung, Oktober 2025 – Bunga Arnelia Nofri (23), mahasiswi Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (Faculty of Technology and Industrial Education / FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri dengan IPK 3,92 pada Wisuda Gelombang III Tahun 2025.


Mahasiswi asal Lembang, Kabupaten Bandung Barat ini dikenal bukan hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga aktif dalam organisasi, penelitian, serta berbagai kegiatan sosial dan inovasi pangan. Selama empat tahun masa studinya, Bunga berhasil membuktikan bahwa prestasi akademik dan keterlibatan organisasi dapat berjalan beriringan jika dikelola dengan disiplin dan komitmen tinggi. “Saya percaya bahwa aktif di organisasi tidak mengganggu akademik, justru membantu saya melatih tanggung jawab, komunikasi, dan manajemen waktu,” paparnya.


Gambar 1. Aktivitas Organisasi Bunga


Sejak semester awal, Bunga dikenal sebagai sosok yang aktif dan penuh inisiatif. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) di BEM HIMAGRIN FPTI UPI (2023/2024), kemudian dipercaya menjadi Ketua Umum Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) HIMAGRIN FPTI UPI (2024/2025). Dalam perannya tersebut, Bunga berfokus pada pengembangan kapasitas mahasiswa dan penguatan sistem organisasi. Ia turut merancang pedoman kaderisasi, memimpin rapat legislatif, hingga mewakili mahasiswa dalam forum resmi kampus. “Bagi saya, organisasi bukan hanya tempat berkegiatan, tapi juga ruang belajar untuk memahami karakter orang lain dan mengasah kemampuan komunikasi,” ujarnya.


Selain aktif berorganisasi, Bunga juga menunjukkan konsistensi luar biasa di bidang akademik. Ia menjadi penerima Beasiswa Jabar Future Leader Scholarship (JFLS) tahun 2024 dan aktif dalam penelitian serta publikasi ilmiah di jurnal terindeks SINTA 4. Fokus penelitiannya banyak berkaitan dengan inovasi pangan berkelanjutan dan model pembelajaran yang relevan dengan pengembangan green skills di bidang agroindustri. Tak hanya itu, Bunga juga meraih tiga penghargaan internasional dalam 2nd RAVTE Student Innovation Award 2023, yaitu Best Commercialization Award, Best Presentation Award, dan Special Award berkat gagasan inovatifnya tentang produk pangan berkelanjutan dan pengelolaan limbah.


Kecintaannya terhadap bidang agroindustri juga diwujudkan melalui berbagai program pengabdian. Ia terlibat dalam program hilirisasi inovasi pangan berbahan baku okara (ampas tahu) di Desa Cikapundung, Kabupaten Bandung Barat, serta kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya. Bunga meyakini bahwa ilmu yang dimiliki akan bernilai ketika dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat bagi orang lain.


Gambar 2. Kegiatan Pengabdian


Selain aktif di kampus, Bunga juga memperluas pengalaman profesionalnya. Pada semester 6, ia lulus seleksi program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) dan menjalani magang sebagai Farmers Development Associate (FDA) di Edufarmers International yang berlokasi di Sulawesi Tengah.


Dalam peran tersebut, Bunga membina petani kakao melalui pelatihan Good Agricultural Practice (GAP) serta membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil kakao yang dihasilkan petani. Dedikasinya selama program mengantarkannya menjadi salah satu FDA terbaik, menunjukkan kemampuannya beradaptasi dan berkontribusi di dunia profesional.


Selama masa perkuliahan, Bunga menyadari bahwa dunia akademik dan kegiatan di luar kelas bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya justru dapat berjalan berdampingan ketika dijalani dengan komitmen dan pengelolaan waktu yang baik. Melalui pengalaman berorganisasi, mengikuti lomba, dan terlibat dalam berbagai proyek, Bunga belajar bahwa setiap aktivitas memberi pelajaran berbeda yang memperkaya cara berpikir dan kemampuan beradaptasi.


Kemampuannya menjaga keseimbangan antara tanggung jawab akademik dan aktivitas non-akademik menjadikan Bunga lebih disiplin, terarah, dan terbuka terhadap hal-hal baru. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa prestasi akademik dapat dicapai tanpa harus meninggalkan kontribusi di luar kelas. Bagi Bunga, keseimbangan adalah kunci untuk terus berkembang tanpa kehilangan makna dalam setiap proses dan pencapaian.