Logo UPI
Logo Dikti

Tiga Dosen FPTI Jadi Juri LKS Diksus Tingkat Nasional 2025

FPTI Heni 13 November, 2025 159

Tangerang, 11–15 Agustus 2025 — Tiga dosen dari Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), kembali menunjukkan kiprah akademik dan kontribusi sosialnya dalam dunia pendidikan inklusif. Mereka dipercaya menjadi tim juri nasional pada ajang Lomba Kompetensi Siswa Pendidikan Khusus (LKS Diksus) Tingkat Nasional 2025, yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemdikdasmen di Tangerang, pada 11–15 Agustus 2025.


Gambar 1. Tiga Dosen FPTI jadi Juri


LKS Diksus merupakan agenda tahunan bergengsi yang sebelumnya dikenal dengan nama LKSN Disabilitas. Ajang ini diikuti oleh siswa-siswa penyandang disabilitas terbaik dari seluruh Indonesia yang telah lolos seleksi tingkat provinsi. Tahun ini, kompetisi dilaksanakan secara daring, dengan mekanisme pengiriman narasi karya, foto, serta video proses pembuatan. Beberapa cabang lomba seperti Membatik dan Kreasi Barang Bekas juga mewajibkan pengiriman hasil karya ke kantor BPTI di Jakarta.


Tiga dosen FPTI UPI yang berperan sebagai juri nasional adalah:

  • 1. Mila Karmila, S.Pd., M.Ds. – Dosen Prodi Pendidikan Tata Busana, juri cabang Membatik.
  • 2. Dr. Ai Nurhayati, M.Pd. – Dosen Prodi Pendidikan Tata Boga, juri cabang Tata Boga.
  • 3. Feny Puspitasari, S.Pd., M.Ds. – Dosen Prodi Pendidikan Tata Busana, juri cabang Kreasi Barang Bekas.


Keterlibatan ketiga dosen ini menunjukkan konsistensi UPI dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat dan pemberdayaan pendidikan inklusif. Melalui keahlian di bidang tata boga dan tata busana, para juri tidak hanya menilai hasil karya, tetapi juga memberi umpan balik konstruktif yang mendorong kreativitas dan kemandirian peserta didik berkebutuhan khusus.


Gambar 2. Potret Beragam Kain Batik


Menurut pihak BPTI, LKS Diksus tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan juga sarana pelatihan kompetensi berbasis sertifikasi nasional yang diselaraskan dengan skema BNSP. Para pemenang diharapkan dapat melanjutkan kiprahnya hingga ke ajang internasional seperti WorldSkills Competition, membawa semangat talenta Indonesia ke tingkat global.


Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UPI dan FPTI dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain:

  • SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan akses dan mutu pendidikan bagi penyandang disabilitas,
  • SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) lewat peningkatan keterampilan vokasional yang berdaya saing,
  • SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui pemberdayaan kelompok rentan dalam dunia kerja, dan
  • SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.


Dengan kehadiran tiga dosen FPTI UPI di panggung nasional ini, UPI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pelopor pendidikan inklusif, vokasional, dan berkelanjutan, yang tidak hanya mencetak tenaga ahli, tetapi juga membentuk generasi yang berdaya, mandiri, dan siap berkontribusi untuk kemanusiaan.