Logo UPI
Logo Dikti

Pelaksanaan Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3L) di Laboratorium sebagai Upaya Penguatan Budaya Keselamatan Akademik

FPTI Heni 09 September, 2024 198



A group of people in white coats

AI-generated content may be incorrect.


Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri menyelenggarakan Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Laboratorium pada 9 September 2024 bagi mahasiswa angkatan 2023 dalam rangka pembelajaran Mata Kuliah K3LH. Kegiatan ini menghadirkan Laboran Prodi, Bapak Abdurrahman, S.TP., M.Si., sebagai narasumber yang memberikan pembekalan menyeluruh mengenai penerapan prosedur keselamatan sebelum mahasiswa memasuki kegiatan praktikum pada berbagai laboratorium di lingkungan prodi.


Dalam sesi pemaparan, narasumber menekankan bahwa setiap laboratorium memiliki karakteristik risiko yang berbeda, sehingga mahasiswa perlu memahami aturan keselamatan sesuai lingkup kegiatannya. Pemaparan dimulai dengan pengenalan konsep dasar K3, identifikasi bahaya umum laboratorium, serta kewajiban mematuhi tata tertib dan Standar Operasional Prosedur (SOP) selama berada di area praktikum.


Setelah sesi kelas, kegiatan dilanjutkan dengan observasi dan pengarahan langsung di tiga laboratorium utama, yaitu Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian, Laboratorium Pengawasan Mutu, dan Laboratorium Instrumentasi.


Di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian, mahasiswa diperkenalkan pada risiko yang berkaitan dengan penggunaan mesin dan peralatan pengolahan, seperti grinder, oven pengering, alat pemanas, hingga peralatan berputar. Mahasiswa dilatih mengenai prosedur lock-out system, cara menghindari risiko luka akibat gesekan atau panas, serta teknik sanitasi area kerja untuk mencegah kontaminasi. Narasumber juga menegaskan pentingnya APD seperti sarung tangan tahan panas dan jas laboratorium saat beraktivitas di laboratorium ini.


A person washing hands in a sink

AI-generated content may be incorrect.


Sementara itu, di Laboratorium Pengawasan Mutu, fokus sosialisasi diarahkan pada penanganan bahan kimia, reagen, dan media uji. Mahasiswa mempelajari cara membaca simbol bahaya, prosedur penanganan tumpahan bahan (chemical spill), serta teknik penyimpanan bahan kimia pada lemari khusus. Mereka juga diperkenalkan pada penggunaan lemari asam, prosedur pengambilan sampel, dan tata cara pembuangan limbah kimia sesuai standar keselamatan. Keselamatan mikrobiologis dan higienitas alat turut menjadi tema utama pada sesi ini.


Di Laboratorium Instrumentasi, mahasiswa belajar mengenai risiko penggunaan alat ukur dan perangkat elektronik berteknologi tinggi seperti spektrofotometer, viskometer, hingga alat analisis digital lainnya. Narasumber memberikan pengarahan mengenai bahaya radiasi cahaya tertentu, potensi korsleting listrik, ketepatan kalibrasi, serta prosedur penanganan alat saat terjadi kerusakan. Mahasiswa juga diajarkan untuk selalu memastikan kondisi kabel, konektor, dan sumber listrik dalam keadaan aman sebelum mengoperasikan instrumen.


A group of people in white coats in a room

AI-generated content may be incorrect.


Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi tanggap darurat yang mencakup pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), prosedur evakuasi, lokasi titik kumpul, serta langkah pelaporan jika terjadi kecelakaan kerja. Melalui simulasi keadaan darurat, mahasiswa dilatih untuk merespons cepat dan tepat dalam situasi berisiko tinggi. Sesi diskusi interaktif kemudian menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai praktik keselamatan selama kegiatan praktikum.


Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri menegaskan komitmennya dalam menciptakan kultur laboratorium yang aman, profesional, dan berstandar tinggi. Pembekalan K3 ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi mahasiswa sebelum terjun dalam praktikum dan penelitian, serta mendorong terciptanya budaya keselamatan yang konsisten di seluruh lingkungan laboratorium prodi. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh mahasiswa menjadi modal utama menuju praktik kerja yang bertanggung jawab dan sesuai tuntutan dunia industri agroindustri di masa depan.