Logo UPI
Logo Dikti

Bangun Akses, Bangkitkan Desa: Mahasiswa FPTI UPI Juara 2 SIBEC 2025

Kemahasiswaan Heni 05 December, 2025 157



Tim Akselerasi dari Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan FPTI UPI berhasil meraih Juara 2 pada SASAKA Innovative Bridge for Empowerment Competition (SIBEC) 2025 yang mengusung tema “Innovative Bridge Design for Sustainable Empowerment.” Kompetisi ini menilai konsep jembatan masa depan yang bukan hanya unggul secara teknis, tetapi juga mampu memberikan manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat desa. Tim beranggotakan Nasywa Fauziyyah, Rifki Ramadhan, dan Rosanda Ully Septyani Siahaan angkatan 2023 dengan dosen pembimbing Amar Mufhidin, S.Pd., M.T.


Perjalanan Tim Akselerasi dalam SIBEC 2025 berlangsung melalui beberapa tahapan penting. Proses dimulai dari Tahap I Registrasi dan Gagasan pada 15 September–5 Oktober 2025, dilanjutkan dengan pengumuman seleksi Tahap I pada 7 Oktober 2025. Setelah itu, tim memasuki Tahap II berupa penyusunan Proposal Desain Inovatif pada 7 Oktober–7 November 2025, hingga akhirnya diumumkan sebagai finalis pada 17 November 2025. Di tahap akhir, mereka mempresentasikan gagasan SABANDA di hadapan dewan juri pada Tahap III Presentasi Finalis tanggal 2 Desember 2025. Puncak rangkaian Adalah Awarding SIBEC 2025 pada 3 Desember 2025 yang menjadi momen resmi penobatan Juara 2 bagi tim.

 


Dalam ajang yang digelar pada rangkaian Catalyst Impact Forum (CIF) 2025 di Hotel Grand Pasundan Bandung, Tim Akselerasi mempresentasikan rancangan SABANDA (Sustainable And Bridge for A New Desa Advancement), sebuah jembatan gantung hybrid yang menggunakan kabel FRP, struktur baja–beton, dan bambu press sebagai dek serta railing. Konsep ini dikembangkan dengan sistem modular sehingga mudah dirakit dan dirawat oleh warga desa. Inovasi tersebut menempatkan jembatan tidak hanya sebagai infrastruktur konektivitas, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan melalui pelatihan konstruksi bambu, pemeliharaan panel surya, serta penguatan UMKM lokal di wilayah rencana implementasi di Selaawi, Garut Utara.


Keberhasilan ini memperlihatkan kontribusi mahasiswa FPTI UPI dalam menghadirkan solusi rekayasa yang aplikatif, aman, sekaligus memberdayakan masyarakat sesuai prinsip pembangunan berkelanjutan. Implementasi desain SABANDA sejalan dengan SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) dan SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), serta turut memperkuat visi SASAKA Indonesia dalam membangun jembatan yang tidak sekadar menghubungkan ruang, tetapi juga menumbuhkan kemandirian ekonomi dan peluang sosial bagi desa-desa di Indonesia (Nasywa Fauziyyah/HH).