Mahasiswa FPTI UPI Ikuti Mock Exam SSW Industri Jepang Bersama Pemerintah Prefektur Ibaraki
Sebanyak 110 mahasiswa FPTI Universitas Pendidikan Indonesia mengikuti Mock Exam & Career Survey-Specified Skilled Worker (SSW) bidang industri manufaktur yang diselenggarakan bersama Ibaraki Prefectural Government, Jepang, pada Rabu, 10 Desember 2025, di Auditorium Lantai 4 FPTI UPI. Kegiatan ini menjadi tahap pemetaan kompetensi dan minat karier mahasiswa menuju peluang kerja industri di Jepang.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan FPTI UPI, Dr. Mustika Nuramalia Handayani, S.T.P., M.Pd., membuka acara dengan menegaskan komitmen fakultas dalam memperluas akses karier global berbasis keahlian teknik dan vokasional. Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama strategis antara Ibaraki Prefectural Government (Japan) dan Universitas Pendidikan Indonesia. Acara dilanjutkan dengan pengantar dari perwakilan Pemerintah Prefektur Ibaraki yang menjelaskan tujuan kolaborasi ini, diikuti pemaparan format tes, pengisian survei minat karier, serta penjelasan mengenai peluang beasiswa pelatihan dan mekanisme penempatan kerja berskema Specified Skilled Worker (SSW) maupun Visa Engineering.
Pada sesi utama, peserta menjalani Mock Exam SSW selama 60 menit secara daring. Tes difokuskan pada keterampilan manufaktur produk industri dengan tiga pilihan bidang: pengelolaan logam secara mekanis, perawatan permukaan logam, serta perakitan peralatan listrik dan elektronik. Peserta terdiri dari mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, Pendidikan Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Pendidikan Teknik Elektro. Selama ujian berlangsung, mahasiswa tampak antusias dan berupaya memahami standar kompetensi industri Jepang.
Hasil mock exam akan direkomendasikan oleh Pemerintah Prefektur Ibaraki kepada perusahaan di wilayah Ibaraki untuk proses rekrutmen lebih lanjut berdasarkan prosedur masing-masing industri. Program ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan tenaga profesional teknik yang berdaya saing global dan sejalan dengan SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui penyediaan akses kerja berkualitas yang berbasis keterampilan profesional (HH).