FPTI UPI Jajaki Kerja Sama Riset Pertanian Berkelanjutan dengan Perwakilan Industri Pertanian dari Jepang
Bandung, 18 Desember 2025 — Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia menerima kunjungan perwakilan industri pertanian dari Jepang untuk penjajakan kerja sama riset dan pengembangan inovasi pupuk tanaman berorientasi pada pertanian berkelanjutan. Pertemuan dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan, Ketua Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, dosen bidang pertanian.
Perwakilan tersebut terdiri atas: Ichiro YAMAMOTO (CEO Earth Japan Farm Co. Ltd., Eiji Tajima (Paranoid Genius Co. Ltd.), Fujiki (Rhizome and Roots Co. Ltd.) Dalam presentasinya, mereka memaparkan pengembangan inovasi pupuk tanaman yang telah melalui tahap uji coba di Jepang dan menunjukkan hasil positif pada beberapa komoditas. Pada tahap awal, disepakati langkah kolaborasi riset untuk menguji tiga produk inovasi pada dua hingga tiga jenis tanaman, seperti jagung, ubi, dan padi.
Uji coba akan dilaksanakan di lahan praktik Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri UPI, dengan dukungan sumber daya dosen dan mahasiswa yang relevan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem penelitian, pembelajaran berbasis proyek, keterlibatan mahasiswa, serta publikasi ilmiah bersama.
Dalam pembahasan, pihak Jepang juga menyampaikan minat jangka panjang terhadap peluang kemitraan akademik–industri di Indonesia, termasuk potensi pengembangan usaha dan pemasaran produk pupuk berbasis riset. Produk inovasi tersebut telah mendapatkan perlindungan paten di Jepang.
Dekan FPTI menyampaikan apresiasi
terhadap penjajakan ini dan menegaskan kesiapan fakultas dalam mendukung riset
kolaboratif lintas negara:
“FPTI UPI menyambut baik rencana kerja sama ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas riset, pembelajaran berbasis proyek, dan kontribusi nyata kepada sektor agroindustri di Indonesia. Kami siap mengawal proses ilmiah dan tata kelola kerja sama sesuai ketentuan universitas, sehingga hasilnya dapat memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, dan masyarakat.”
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan
dan Kemitraan FPTI menambahkan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan transformasi
pendidikan vokasi serta agenda pertanian berkelanjutan dan SDGs:
“Kemitraan akademik–industri ini
relevan dengan agenda pertanian berkelanjutan dan SDGs. Dengan keterlibatan
mitra internasional, mahasiswa dapat belajar dari praktik global sekaligus
berkontribusi pada pembangunan sektor pangan secara berkelanjutan.”
Selanjutnya, akan disiapkan
proposal penelitian rinci dan rancangan perjanjian kerja sama untuk dibahas
lebih lanjut sesuai mekanisme institusi (MNH).