Mahasiswa Pendidikan Tata Boga Upi Angkatan 2023 Mengangkat Harmoni Kuliner Jawa Barat Pada Kegiatan Gebyar Cipta Karya Boga 2025 dengan Tema Sundarapadha: Ngahiji Dina Rasa
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas
Pendidikan Teknik dan Industri, Universitas Pendidikan
Indonesia (UPI), menyelenggarakan Gebyar Cipta
Karya Boga 2025 bertemakan Sundarapadha: Ngahiji Dina Rasa di Gedung Ahmad Sanusi UPI pada Kamis, 18
Desember 2025. Kegiatan ini merupakan learning outcome
dari mata kuliah Cipta Karya Boga yang dirancang sebagai
ruang implementasi pembelajaran berbasis kreativitas, edukasi, dan pelestarian
budaya kuliner dalam
bentuk project yang diampu oleh Dr. Rita Patriasih, S.Pd.,
M.Si. dan Dr. Yulia Rahmawati, M.Si. Kegiatan dibuka oleh Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si., wakil Rektor
Bidang Perencanaan dan Keuangan Universitas Pendidikan Indonesia dibersamai
oleh Ari Fadil Nasution ST. MSc Kepala UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan
dinas perindustrian perdagangan Provinsi Jawa Barat.
Sundarapadha berasal dari bahasa sansekerta yang dimaknai sebagai “perjalanan yang indah” yang dapat juga diartikan sebagai sebuah perjalanan kuliner, tidak sekadar menghadirkan hidangan, melainkan juga merangkai kisah dan menyatukan rasa. Dengan tema “Ngahiji Dina Rasa” yang memiliki arti bersatu dalam rasa, kuliner Jawa Barat tidak hanya dipandang sebagai makanan saja, melainkan jalinan hubungan antara manusia, alam, dan budaya.
Sundarapadha
berisi kegiatan Talkshow, Food Show, Penilaian Stand Karya Cipta dan Soft
Launching Buku, Demo Masak dan pengumuman pemenang Lomba Video Kratif. Talkshow edukatif menghadirkan Dr. Riadi Darwis, M.Pd. seorang akademisi yang
mendedikasikan lebih dari 30 tahun dalam meneliti kuliner sunda dan Bagas Zaki Zamani, S.STP yaitu Adyatama
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. Talkshow dibersamai
dengan Nia Lestari, M.Pd. sebagai moderator yang membahas keberadaan
kuliner Jawa Barat dalam konteks pariwisata budaya, tantangan pelestarian
makanan tradisional di tengah modernisasi, serta pentingnya menjaga
keseimbangan antara autentisitas dan inovasi. Diskusi ini
menyoroti peran generasi muda, khususnya mahasiswa tata boga, dalam menjaga
keberlanjutan gastronomi daerah. Kuliner dipandang tidak hanya sebagai produk
konsumsi, tetapi juga sebagai medium edukasi budaya yang melibatkan aspek
sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Pada sesi Food show dan pameran karya kuliner menampilkan berbagai olahan khas dari 15 Daerah di
Jawa Barat. Setiap hidangan disajikan dengan pendekatan kreatif dan edukatif,
menonjolkan filosofi, pemilihan bahan lokal, serta upaya inovasi yang tetap
berpijak pada tradisi.
Dilanjutkan dengan soft launching buku Sudharaphada yang berisi kumpulan
resep dari hidangan yang telah dipraktekan dan dipamerkan.
Sebagai bagian dari penguatan pembelajaran praktis,
kegiatan ini turut menghadirkan demo masak Bakakak Hayam Sambel Honje oleh Chef Jerry Andrean, juara Master Chef Indonesia season 7. Hidangan khas Jawa Barat
tersebut dipilih karena merepresentasikan nilai kebersamaan dan kekayaan rasa
lokal. Dalam demo masak, Chef Jerry Andrean menampilkan teknik pengolahan
sekaligus menjelaskan filosofi hidangan serta relevansi penggunaan bahan lokal
dalam pengembangan kuliner tradisional.
Pada akhir acara diumumkan juga pemenang kejuaraan lomba video kreatif Kuliner Jawa Barat. Sebagai penutup acara juga dimeriahkan dengan penampilan seni dan hiburan mahasiswa sebagai bagian dari konsep edutainment, yang menggabungkan unsur pendidikan dan budaya dalam satu rangkaian kegiatan. Seluruh agenda dirancang sebagai bentuk implementasi pembelajaran yang tidak hanya menekankan keterampilan teknis, tetapi juga penguatan nilai budaya, kolaborasi, dan kreativitas mahasiswa. Melalui Gebyar Cipta Karya Boga, mahasiswa Pendidikan Tata Boga UPI menunjukkan bahwa pendidikan kuliner memiliki peran strategis dalam menjaga identitas budaya daerah sekaligus menyiapkan generasi yang mampu merespons tantangan perkembangan kuliner di masa depan.
Rangkaian kegiatan selanjutnya yaitu pameran karya kuliner
mahasiswa Pendidikan Tata Boga yang menampilkan berbagai olahan khas dari 15 Daerah di
Jawa Barat. Setiap hidangan disajikan dengan pendekatan kreatif dan edukatif,
menonjolkan filosofi, pemilihan bahan lokal, serta upaya inovasi yang tetap
berpijak pada tradisi (Rita Patriasih).