Logo UPI
Logo Dikti

Mahasiswa Pendidikan Tata Boga Upi Angkatan 2023 Mengangkat Harmoni Kuliner Jawa Barat Pada Kegiatan Gebyar Cipta Karya Boga 2025 dengan Tema Sundarapadha: Ngahiji Dina Rasa

FPTI Heni 28 December, 2025 134

 

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menyelenggarakan Gebyar Cipta Karya Boga 2025 bertemakan Sundarapadha: Ngahiji Dina Rasa di Gedung Ahmad Sanusi UPI pada Kamis, 18 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan learning outcome dari mata kuliah Cipta Karya Boga yang dirancang sebagai ruang implementasi pembelajaran berbasis kreativitas, edukasi, dan pelestarian budaya kuliner dalam bentuk project yang diampu oleh  Dr. Rita Patriasih, S.Pd., M.Si. dan Dr. Yulia Rahmawati, M.Si. Kegiatan dibuka oleh Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si., wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan Universitas Pendidikan Indonesia dibersamai oleh Ari Fadil Nasution ST. MSc Kepala UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan dinas perindustrian perdagangan Provinsi Jawa Barat.

 

 

 

Sundarapadha berasal dari bahasa sansekerta yang dimaknai sebagai “perjalanan yang indah” yang dapat juga diartikan sebagai sebuah perjalanan kuliner, tidak sekadar menghadirkan hidangan, melainkan juga merangkai kisah dan menyatukan rasa. Dengan tema “Ngahiji Dina Rasa” yang memiliki arti bersatu dalam rasa, kuliner Jawa Barat tidak hanya dipandang sebagai makanan saja, melainkan jalinan hubungan antara manusia, alam, dan budaya.



Sundarapadha berisi kegiatan Talkshow, Food Show, Penilaian Stand Karya Cipta dan Soft Launching Buku, Demo Masak dan pengumuman pemenang Lomba Video Kratif. Talkshow edukatif menghadirkan Dr. Riadi Darwis, M.Pd. seorang akademisi yang mendedikasikan lebih dari 30 tahun dalam meneliti kuliner sunda dan Bagas Zaki Zamani, S.STP yaitu Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. Talkshow dibersamai dengan Nia Lestari, M.Pd. sebagai moderator yang membahas keberadaan kuliner Jawa Barat dalam konteks pariwisata budaya, tantangan pelestarian makanan tradisional di tengah modernisasi, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara autentisitas dan inovasi. Diskusi ini menyoroti peran generasi muda, khususnya mahasiswa tata boga, dalam menjaga keberlanjutan gastronomi daerah. Kuliner dipandang tidak hanya sebagai produk konsumsi, tetapi juga sebagai medium edukasi budaya yang melibatkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

 

 

Pada sesi Food show dan pameran karya kuliner menampilkan berbagai olahan khas dari 15 Daerah di Jawa Barat. Setiap hidangan disajikan dengan pendekatan kreatif dan edukatif, menonjolkan filosofi, pemilihan bahan lokal, serta upaya inovasi yang tetap berpijak pada tradisi. Dilanjutkan dengan soft launching buku Sudharaphada yang berisi kumpulan resep dari hidangan yang telah dipraktekan dan dipamerkan.

 

 

Sebagai bagian dari penguatan pembelajaran praktis, kegiatan ini turut menghadirkan demo masak Bakakak Hayam Sambel Honje oleh Chef Jerry Andrean, juara Master Chef Indonesia season 7. Hidangan khas Jawa Barat tersebut dipilih karena merepresentasikan nilai kebersamaan dan kekayaan rasa lokal. Dalam demo masak, Chef Jerry Andrean menampilkan teknik pengolahan sekaligus menjelaskan filosofi hidangan serta relevansi penggunaan bahan lokal dalam pengembangan kuliner tradisional.

 

     

 

Pada akhir acara diumumkan juga pemenang kejuaraan lomba video kreatif Kuliner Jawa Barat.  Sebagai penutup acara juga dimeriahkan dengan penampilan seni dan hiburan mahasiswa sebagai bagian dari konsep edutainment, yang menggabungkan unsur pendidikan dan budaya dalam satu rangkaian kegiatan. Seluruh agenda dirancang sebagai bentuk implementasi pembelajaran yang tidak hanya menekankan keterampilan teknis, tetapi juga penguatan nilai budaya, kolaborasi, dan kreativitas mahasiswa. Melalui Gebyar Cipta Karya Boga, mahasiswa Pendidikan Tata Boga UPI menunjukkan bahwa pendidikan kuliner memiliki peran strategis dalam menjaga identitas budaya daerah sekaligus menyiapkan generasi yang mampu merespons tantangan perkembangan kuliner di masa depan.

 

 

Rangkaian kegiatan selanjutnya yaitu pameran karya kuliner mahasiswa Pendidikan Tata Boga yang menampilkan berbagai olahan khas dari 15 Daerah di Jawa Barat. Setiap hidangan disajikan dengan pendekatan kreatif dan edukatif, menonjolkan filosofi, pemilihan bahan lokal, serta upaya inovasi yang tetap berpijak pada tradisi (Rita Patriasih).