FPTI UPI dan UNESCO Perkuat Transformasi Digital TVET melalui International Webinar on AI and TVET
Bandung, 10 Februari 2026 — Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan vokasi global melalui penyelenggaraan International Webinar on AI and TVET bertema “AI-Driven Digital Transformation in TVET Institutions: Current Status, Practices, and Future Challenges.” Kegiatan yang berlangsung secara daring ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara FPTI UPI dan UNESCO Regional Office in Jakarta.
Webinar yang dimulai pukul 13.30 WIB ini diikuti oleh 255 peserta dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Jepang, China, Kamboja, Belanda, dan Jerman. Para peserta berasal dari kalangan pendidik, peneliti, mahasiswa, hingga praktisi pendidikan vokasi, mencerminkan tingginya perhatian global terhadap pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan Technical and Vocational Education and Training (TVET). Kegiatan dibuka dengan pemutaran video profil FPTI UPI dan UNESCO, kemudian dipandu oleh Dr. Nisa Aulia Saputra selaku Master of Ceremony, dengan jalannya diskusi dimoderatori oleh Ilhamdaniah, S.T., M.T., Ph.D.
Kolaborasi Global untuk Masa Depan Pendidikan Vokasi
Sambutan pembuka disampaikan oleh Mr. Hiromichi Katayama, Programme Specialist UNESCO Regional Office in Jakarta, yang menegaskan bahwa transformasi digital berbasis AI menjadi kunci dalam meningkatkan relevansi dan daya saing pendidikan vokasi di masa depan. Apresiasi terhadap kemitraan ini juga disampaikan oleh Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., Wakil Rektor UPI Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kemitraan, yang menyoroti pentingnya integrasi teknologi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perubahan industri.
Sementara itu, Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., Dekan FPTI UPI sekaligus Koordinator UNEVOC Centre UPI, menekankan bahwa AI tidak hanya berperan sebagai teknologi pendukung, tetapi juga sebagai learning enabler yang mampu memperkuat green curriculum, membekali mahasiswa dengan keterampilan masa depan, serta mendorong inovasi energi berkelanjutan seperti pengembangan EV Smart Charging.
Sebagai penanggung jawab kegiatan, Dr. Mustika Nuramalia Handayani, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan FPTI UPI, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah berkelanjutan dalam memperluas jejaring internasional.
“FPTI UPI siap memperkuat kemitraan global guna mendorong transformasi digital TVET yang inklusif, etis, dan berkelanjutan, sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals,” ujarnya.
Bahas AI dari Riset hingga Perspektif Mahasiswa
Sesi pemaparan menghadirkan empat narasumber, yaitu Dr. Didin Wahyudin, Muhammad Oka Ramadhan, M.Pd., Umar Hanif Ramadhani, Ph.D., dan Nabilah Dwisepti Cahyani. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan terkait implementasi AI dalam pembelajaran vokasi, etika penggunaan teknologi, hingga strategi penguatan kompetensi masa depan.
Topik yang dibahas mencakup peningkatan produktivitas riset dan publikasi ilmiah berbasis AI, integrasi AI dalam pembelajaran vokasi berorientasi keberlanjutan, inovasi energi, serta perspektif mahasiswa mengenai responsible AI. Seluruh pembahasan selaras dengan beberapa agenda Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Quality Education), SDG 7 (Affordable and Clean Energy), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), serta SDG 17 (Partnerships for the Goals).
UNESCO Regional Office in Jakarta turut menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan webinar ini. Mereka mengaku terkesan dengan kualitas wawasan para peneliti UPI, diskusi yang aktif dan engaging, serta pelaksanaan kegiatan yang berjalan dengan sangat baik.
Ke depan, UNESCO dan UPI berencana menindaklanjuti kolaborasi ini melalui penyusunan keluaran pascakegiatan serta penguatan agenda AI dan TVET di tingkat regional. Melalui kegiatan ini, FPTI UPI kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus aktif berkontribusi dalam percakapan global mengenai masa depan pendidikan (Sarah/Saskia/YR/HH).