Logo UPI
Logo Dikti

FPTI UPI Tingkatkan Kompetensi Dosen melalui Pelatihan Software ANSYS Bersama CAD-IT Indonesia

FPTI Humas FPTI 19 February, 2026 80

Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Software ANSYS bagi dosen pada Rabu hingga Kamis, 11–12 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya fakultas dalam meningkatkan kompetensi dosen dalam pemanfaatan perangkat lunak sebagai pendukung pembelajaran dan riset di bidang teknik dan teknologi.

Pelatihan menghadirkan trainer profesional dari CAD-IT Indonesia yang memberikan pendampingan langsung terkait penggunaan ANSYS sebagai salah satu software simulasi teknik yang digunakan dalam analisis rekayasa, seperti simulasi struktur, fluida, dan termal.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu FPTI UPI, Iwan Kustiawan, S.Pd., M.T., Ph.D. Beliau menegaskan pentingnya penguasaan perangkat lunak rekayasa bagi dosen untuk mendukung kualitas pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi industri.

Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dosen dari berbagai program studi di lingkungan FPTI UPI, antara lain Teknik Kimia, Pendidikan Teknik Mesin, Pendidikan Teknik Otomotif, Pendidikan Teknik Otomasi Industri dan Robotika, Pendidikan Teknik Elektro, Teknik Elektro, Teknik Energi Terbarukan, Arsitektur, serta Teknik Sipil. Keikutsertaan lintas program studi ini mencerminkan kebutuhan yang luas terhadap pemanfaatan software simulasi dalam pengembangan keilmuan teknik.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi konseptual sekaligus praktik langsung penggunaan ANSYS dalam pemodelan dan simulasi rekayasa. Kegiatan berlangsung interaktif, dengan peserta aktif berdiskusi serta mengeksplorasi potensi implementasi software dalam kegiatan pembelajaran maupun penelitian.

Melalui pelatihan ini, FPTI UPI menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dosen serta memperkuat kualitas pendidikan teknik yang berbasis teknologi, inovasi, dan relevan dengan kebutuhan dunia industri. Kompetensi ini diharapkan dapat berdampak pada peningkatan kualitas lulusan serta kontribusi riset di bidang rekayasa dan teknologi (Irwan/HH).