FPTI UPI Perkuat Kolaborasi dengan 28 SMK untuk Mendukung SDGs
Bandung, 11 Maret 2026 – Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi menjalin kerja sama dengan 28 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai daerah melalui kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan secara daring pada Rabu, 11 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi pendidikan vokasi sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 Quality Education dan SDG 17 Partnerships for the Goals. Berikut daftar 28 SMK yang melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama.
Tabel 1. Daftar Sekolah Mitra FPTI UPI
Kegiatan yang berlangsung secara Hybrid melalui Zoom Meeting dan Ruang Rapat Selatan FPTI UPI yang dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan, Ketua Program Studi, Pengelola kerja sama fakultas, Dosen serta para kepala sekolah dari SMK mitra yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk Jawa Barat, Banten, hingga Lampung. Kerja sama ini diinisiasi oleh Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan dan Program Studi Pendidikan Teknik Arsitektur FPTI UPI sebagai bagian dari upaya penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah vokasi.
Dalam laporan kerja sama yang disampaikan oleh tim kerja sama fakultas, dijelaskan bahwa kolaborasi antara FPTI UPI dan SMK mitra sebenarnya telah berlangsung melalui berbagai program, seperti Program Penguatan Profesional Kependidikan (P3K), kegiatan magang mahasiswa di sekolah-sekolah mitra, webinar peningkatan kompetensi guru, serta kegiatan akademik lainnya. Melalui penandatanganan PKS ini, kerja sama yang telah berjalan tersebut kini diformalkan agar dapat dikembangkan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Dekan FPTI UPI, Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa saat ini dunia pendidikan berada pada era kolaborasi. Oleh karena itu, sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi serta menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan industri.
Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi harus diikuti dengan implementasi kegiatan nyata seperti program magang mahasiswa, pelatihan guru, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, hingga penyelenggaraan kompetisi akademik dan kegiatan inovasi. Implementasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Perwakilan kepala sekolah mitra yang diwakili oleh Oky Syaepul Miswal, S.Pd., M.T., Kepala SMKN 1 Baradatu Lampung, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini. Ia menilai kolaborasi dengan FPTI UPI akan sangat membantu penguatan kompetensi guru dan siswa SMK, khususnya dalam bidang teknik bangunan dan teknologi konstruksi yang terus berkembang.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan PKS secara simbolis antara Dekan FPTI UPI dan perwakilan kepala sekolah mitra, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan dokumentasi bersama seluruh peserta kegiatan. Melalui kerja sama ini, FPTI UPI berharap dapat membangun jaringan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi dan sekolah vokasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari kontribusi nyata FPTI UPI dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan melalui peningkatan akses pendidikan berkualitas dan penguatan kemitraan strategis di bidang pendidikan. (YR/HH)