Mahasiswa Arsitektur FPTI UPI Raih Juara 2 pada AILCD Workshop 2026 di Jepang
Mahasiswa Program Studi Arsitektur FPTI UPI kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih Juara 2 dalam kegiatan Asian Institute of Low Carbon Design (AILCD) Workshop 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di University of Kitakyushu, Kitakyushu, Jepang, pada 23 Februari hingga 10 Maret 2026.
Workshop internasional ini dipandu oleh para akademisi dari berbagai negara, salah satunya Bart Julien Dewancker, Ph.D., serta diikuti oleh peserta dari berbagai universitas lintas negara yang bekerja dalam tim kolaboratif. Setiap tim terdiri dari delapan peserta dengan latar belakang keilmuan dan kebangsaan yang beragam.
Delegasi dari Universitas Pendidikan Indonesia yang terlibat dalam tim ini adalah Thoriq Tio Piccaso, Alya Rihdatul Aisy, dan Tahira Chandra, dengan bimbingan Dr. Eng. Beta Paramita, S.T., M.T. selaku dosen pembimbing dari Program Studi Arsitektur UPI.
Workshop ini berfokus pada eksplorasi desain kawasan di Hibikino Campus, Kitakyushu Science and Research Park, Jepang. Para peserta melakukan analisis terhadap kondisi eksisting kawasan serta mengidentifikasi berbagai isu yang berkembang di lapangan, seperti rendahnya aktivitas sosial dan belum optimalnya pemanfaatan ruang.
Menjawab tantangan tersebut, tim mengusung konsep desain bertajuk “A-XIS: Compact to Connect”, yang menitikberatkan pada peningkatan konektivitas serta penguatan aktivitas kawasan melalui pendekatan desain yang terintegrasi. Proses perancangan dilakukan secara intensif melalui diskusi, analisis, serta pengembangan ide secara kolaboratif lintas disiplin dan budaya.
Berdasarkan hasil penilaian terhadap kualitas desain dan presentasi yang disampaikan, tim berhasil meraih Juara 2 dalam workshop tersebut. Capaian ini menjadi bukti kemampuan mahasiswa Arsitektur UPI dalam berkompetisi di tingkat global serta menunjukkan kapasitas mereka dalam merespons isu-isu desain kawasan yang berorientasi pada keberlanjutan.
Prestasi ini diharapkan dapat semakin mendorong penguatan budaya akademik dan kolaborasi internasional, serta memperluas kontribusi mahasiswa dalam pengembangan desain arsitektur yang inovatif dan berkelanjutan (Thariq/HH)