Double Winner! Nabilah Dwisepti Cahyani Mahasiswa Arsitektur FPTI UPI Raih Dua Penghargaan di Ajang Internasional RAVTE 2026
Thailand, 3 April 2026 — Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Arsitektur, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Nabilah Dwisepti Cahyani berhasil meraih dua penghargaan sekaligus (Double Winner) dalam ajang RAVTE 2026 International Student Project Competition.
Dalam kompetisi internasional tersebut, Nabilah berhasil meraih Juara 1 Best Presenter dan Juara 3 Best Poster pada kategori Built Environment. Ajang ini diselenggarakan secara hybrid di Rajamangala University of Technology Thanyaburi (RMUTT), Bangkok, Thailand, serta melalui platform Zoom pada 3 April 2026.
Kompetisi bertema “Empowering Community Through Design” ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara, di antaranya Thailand, Malaysia, Indonesia, Jerman, Inggris, dan Belanda, menjadikannya sebagai ajang bergengsi dengan persaingan global.
Sebagai peserta individu, Nabilah mengusung proyek berjudul “ROOTS — Replicable, Out of Local Materials, Owned by the Community, Timber-Based School System.” Proyek ini merupakan rancangan sekolah dasar untuk SD Negeri Bo'of yang berlokasi di Desa Kakan, Nusa Tenggara Timur.
Melalui pendekatan berbasis komunitas, ROOTS menghadirkan solusi nyata terhadap krisis infrastruktur pendidikan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Proyek ini memanfaatkan material lokal seperti batang kelapa sebagai struktur utama serta serabut kelapa sebagai campuran plester alami. Selain itu, konsep pembangunan partisipatif bersama masyarakat setempat menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan.
Inovasi ini terbukti mampu menekan biaya konstruksi hingga 50% dibandingkan metode konvensional, dengan memaksimalkan ketersediaan material lokal yang mudah diakses bahkan tanpa biaya.
Gagasan ini berangkat dari kepedulian Nabilah terhadap kondisi 95 siswa di SD Bo'of yang harus belajar dalam fasilitas yang tidak layak. Berawal dari pengembangan ide pada ajang Pilmapres UPI, proyek ini kemudian berhasil menembus panggung internasional.
“Saya hanya mahasiswa arsitektur. Tapi saya percaya setiap anak, di manapun ia lahir, berhak atas ruang belajar yang layak,” ungkap Nabilah.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari bimbingan dosen, Kunthi Herma Dwidayati, S.Pd., M.Sc. dan Ana Ramdani Sari, S.Pd., M.Plan., yang turut mendampingi dalam proses pengembangan hingga kompetisi.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kampus, tetapi juga menunjukkan peran generasi muda dalam menghadirkan solusi desain yang berdampak sosial, inklusif, dan berkelanjutan di tingkat global. (Nabilah/HH)