Logo UPI
Logo Dikti

FPTI UPI Selenggarakan Visiting Lecture Bersama Prof. Thomas Köhler, Bahas Transformasi Pembelajaran TVET Berbasis Teknologi

FPTI Humas FPTI 17 April, 2026 88


Bandung, 14 April 2026 — Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan kegiatan Visiting Lecture bertajuk “Designing Technology Enhanced Learning Environments for TVET: From Digital Tools to Immersive Experiences” pada Selasa, 14 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Selatan, Gedung A FPTI UPI dan menghadirkan narasumber internasional, Prof Thomas Köhler dari Technische Universität Dresden

Kegiatan ini dihadiri oleh dosen pengampu mata kuliah Literasi ICT dan Media Pembelajaran serta Guru Besar di lingkungan FPTI UPI. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Mustika Nuramalia Handayani, M.Pd. selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan FPTI UPI. Jalannya kegiatan dipandu oleh Muhammad Oka Ramadhan, M.Pd. sebagai moderator.



Visiting Lecture ini menjadi ruang akademik untuk membahas transformasi pembelajaran pada bidang Technical and Vocational Education and Training (TVET) yang semakin terintegrasi dengan perkembangan teknologi digital.

Dalam pemaparannya, Prof. Köhler menekankan pentingnya memahami pembelajaran berbasis teknologi sebagai sebuah ekosistem yang mengintegrasikan pendidikan, rekayasa, konteks dunia kerja, ruang belajar, serta teknologi digital. Menurutnya, desain pembelajaran tidak cukup hanya mengandalkan penggunaan perangkat digital, tetapi harus mampu menghubungkan pengalaman belajar dengan realitas profesi dan kebutuhan industri. Pendekatan ini sejalan dengan konsep smart learning environments yang bersifat holistik, sosio-teknis, dan interdisipliner.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa inovasi teknologi pada dasarnya lahir dari kebutuhan untuk menyelesaikan permasalahan nyata. Dalam konteks pendidikan vokasi, inovasi pembelajaran perlu berangkat dari persoalan autentik di lapangan yang kemudian diterjemahkan menjadi solusi pembelajaran yang relevan dan aplikatif.

Dalam aspek pedagogis, Prof. Köhler juga menyoroti pentingnya prinsip co-construction of knowledge, di mana mahasiswa secara aktif membangun pemahaman melalui interaksi dan kolaborasi. Pemanfaatan teknologi seperti Augmented Reality (AR) dinilai mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan imersif, tidak hanya sebatas visualisasi, tetapi juga sebagai medium eksplorasi dan diskusi.

Selain itu, dibahas pula aspek penting dalam desain pembelajaran dan riset bidang rekayasa dan TVET, meliputi keterkaitan dengan konteks nyata, pembelajaran berpusat pada mahasiswa, integrasi teknologi yang bermakna, serta penguatan kolaborasi dan pengalaman belajar imersif. Teknologi, dalam hal ini, harus dipilih berdasarkan relevansinya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesiapan kerja, bukan semata karena kecanggihannya.

Diskusi juga mengangkat isu pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun sebagai bagian dari dinamika ruang digital saat ini. Dalam konteks tersebut, institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam menghadirkan ekosistem pembelajaran yang aman, sehat, dan tetap menarik, sekaligus memperkuat literasi digital, ketahanan digital (digital resilience), serta kemampuan berpikir kritis peserta didik.

Topik lain yang turut menjadi perhatian adalah pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan. Prof. Köhler menekankan pentingnya pendekatan yang seimbang antara manfaat dan risiko penggunaan AI. Di satu sisi, AI mampu meningkatkan efisiensi, personalisasi pembelajaran, serta mendukung eksplorasi pengetahuan. Namun di sisi lain, terdapat risiko seperti ketergantungan, bias informasi, serta isu etika dan integritas akademik.

Sejalan dengan perspektif UNESCO, pemanfaatan AI dalam pendidikan perlu mengedepankan pendekatan human-centred, yang menempatkan manusia sebagai pusat dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, mahasiswa perlu dibekali dengan literasi AI, kemampuan berpikir kritis, serta kesadaran etis dalam menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, FPTI UPI menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan pembelajaran inovatif berbasis teknologi, sekaligus memperkuat kapasitas akademik dalam menghadapi tantangan pendidikan vokasi di era digital dan transformasi teknologi global.