Logo UPI
Logo Dikti

Dosen FPTI UPI Terpilih untuk Wakili Indonesia dalam UNESCO-UNEVOC TVET Leadership Programme 2026

FPTI Humas FPTI 29 May, 2026 32

Dr. Mustika Nuramalia Handayani, S.TP., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri yang juga merupakan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI),  terpilih sebagai peserta UNESCO-UNEVOC TVET Leadership Programme (TLP) 2026. Ia terpilih sebagai satu dari 25 pemimpin TVET (Technical and Vocational Education and Training) dari 25 negara, menyisihkan lebih dari 1.600 pendaftar di seluruh dunia.

Program TLP akan dilaksanakan pada 22–26 Juni 2026 di UN Campus, Bonn, Jerman, diselenggarakan oleh UNESCO-UNEVOC (International Centre for TVET) dengan dukungan Pemerintah Federal Jerman. Bertema “Leading Systems Change in TVET”, program ini akan mempertemukan para pemimpin TVET dari berbagai belahan dunia, mulai dari pejabat kementerian, pimpinan perguruan tinggi, direktur lembaga pelatihan, hingga peneliti pendidikan vokasi, untuk bersama-sama merancang perubahan sistem TVET yang berdampak nyata di negara masing-masing.

Keikutsertaan ini mencerminkan rekam jejak FPTI UPI sebagai institusi pendidikan yang diakui secara internasional. FPTI telah menjadi bagian dari jaringan UNESCO-UNEVOC Centre sejak 2010, sebagai institusi pendidikan calon guru vokasi di Indonesia. Saat ini FPTI menaungi 19 program studi dengan lebih dari 4.000 mahasiswa aktif, mencakup 10 program sarjana pendidikan vokasi yang mencetak calon guru SMK di berbagai bidang keahlian mulai dari teknik, energi terbarukan, agroindustri, hingga tata boga dan tata busana.


Merespons kepercayaan ini, Mustika mengungkapkan rasa syukurnya sekaligus menyampaikan terima kasih kepada dekan FPTI dan rektor UPI atas dukungan yang diberikan. “Alhamdulillah, saya bersyukur atas kepercayaan ini. Semoga apa yang saya pelajari dalam program TLP benar-benar bermanfaat dan berdampak bagi kemaslahatan mahasiswa, FPTI, UPI, dan pendidikan vokasi Indonesia,” ujarnya (MNH).