FPTI UPI dan PT UTAC Manufacturing Services Indonesia Jajaki Kerja Sama Rekrutmen Alumni dan Penguatan Link and Match dengan Industri
Bandung – Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima kunjungan PT UTAC Manufacturing Services Indonesia dalam rangka penjajakan kerja sama di bidang rekrutmen alumni dan penguatan sinergi antara perguruan tinggi dengan dunia industri pada Senin, 29 Juni 2026. Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, khususnya pada sektor manufaktur semikonduktor.
Kegiatan dihadiri oleh Dekan FPTI UPI, Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., Iwan Kustiawan, S.Pd., M.T., Ph.D. selaku Pelaksana Harian Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Ilhamdaniah, S.T., M.T., Ph.D. selaku Tim Kerja Sama FPTI UPI, Didin Wahyudin, S.Pd., M.T., Ph.D. selaku Ketua Program Studi Teknik Elektro, serta Dr. Erik Haritman, S.Pd., M.T. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Otomasi Industri dan Robotika. Sementara itu, PT UTAC Manufacturing Services Indonesia diwakili oleh Budiman selaku Manager Production Engineering, Iva Sarivah selaku Senior Supervisor Human Resources, dan Shona Sharmila Z. selaku Senior Staff Human Resources.
Dalam sambutannya, Dekan FPTI UPI, Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., menyampaikan apresiasi atas inisiatif PT UTAC Manufacturing Services Indonesia untuk membangun kemitraan dengan FPTI UPI. Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya dalam memfasilitasi lulusan memperoleh akses yang lebih luas terhadap dunia kerja, khususnya bagi alumni yang baru menyelesaikan studi.
Sementara itu, perwakilan PT UTAC Manufacturing Services Indonesia, Budiman, menjelaskan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi industri saat ini adalah masih adanya kesenjangan antara kompetensi calon tenaga kerja dengan kebutuhan industri. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur semikonduktor, PT UTAC membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi teknis sesuai dengan perkembangan teknologi dan proses produksi modern.
Diskusi yang berlangsung secara interaktif membahas berbagai peluang kolaborasi antara kedua belah pihak. Selain pemetaan kebutuhan kompetensi lulusan, pembahasan juga mencakup bidang kerja pada sektor engineering, standar kualitas produk, serta peluang pelaksanaan kunjungan industri bagi dosen dan mahasiswa sebagai sarana penguatan wawasan mengenai proses kerja di dunia industri.
Dalam pertemuan tersebut, PT UTAC Manufacturing Services Indonesia juga menyampaikan mekanisme rekrutmen yang memungkinkan proses seleksi administrasi dan wawancara dilaksanakan di lingkungan kampus. Dokumen lamaran akan dikirimkan secara daring, sementara proses Medical Check-Up bagi kandidat yang lolos seleksi akan difasilitasi sepenuhnya oleh perusahaan. Kesempatan ini juga terbuka bagi mahasiswa tingkat akhir yang telah menyelesaikan sidang dan sedang menunggu prosesi wisuda sehingga dapat memasuki dunia kerja lebih cepat.
Meskipun saat ini perusahaan belum memiliki skema program magang (internship), kedua belah pihak sepakat untuk membuka peluang kerja sama lain yang dapat memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri, termasuk melalui kunjungan industri serta komunikasi berkelanjutan mengenai kebutuhan kompetensi lulusan.
Penjajakan kerja sama ini diharapkan menjadi awal dari kemitraan yang lebih luas antara FPTI UPI dan PT UTAC Manufacturing Services Indonesia dalam mendukung peningkatan kualitas lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Kolaborasi tersebut sekaligus mempertegas komitmen FPTI UPI dalam memperkuat implementasi konsep link and match antara pendidikan tinggi dan dunia kerja guna menghasilkan lulusan yang siap bersaing di era industri berbasis teknologi.
Sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), inisiatif ini mendukung Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri, Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui perluasan akses kerja bagi lulusan, serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sektor industri dalam pengembangan sumber daya manusia (HH).