Tefa Laboga FPTI Bersama Balai Bahasa UPI Selenggarakan Kegiatan Cooking Academy: Cook, Create, And Communicate! Learn English Through Food And Fun Fun Holiday English Program For Kids 2026
Bandung, 9 Juli 2026 – Teaching Factory Laboratorium Boga (TEFA LABOGA) FPTI UPI bersama Balai Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan kegiatan Cooking Academy: Cook, Create, and Communicate! pada Kamis, 9 Juli 2026, mulai pukul 10.00 hingga 11.30 WIB, bertempat di TEFA LABOGA UPI, Jalan Setiabudi, Bandung. Kegiatan yang dipandu oleh Intruktur dari Dosen Prodi Pendidikan Tata Boga, diantaranya Prof. Dr. Sri Subekti, M.Pd., Dr. Ellis Endang Nikmawati, M.Si dan Dr. Asep Maosul, M.Pd. merupakan bagian dari rangkaian Fun Holiday English Program for Kids 2026 ini mengintegrasikan pembelajaran bahasa Inggris dengan praktik memasak secara langsung, sehingga peserta tidak hanya belajar kosakata dan tata bahasa, tetapi juga mempraktikkannya dalam konteks nyata saat berinteraksi dengan tim dan mengikuti instruksi memasak. Melalui pendekatan experiential learning ini, UPI kembali menunjukkan peran strategisnya dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang menyenangkan dan berdampak bagi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah dasar.
Kegiatan ini dirancang secara khusus oleh Balai Bahasa UPI sebagai pusat pengembangan kebahasaan, dan TEFA LABOGA sebagai laboratorium unggulan di bidang tata boga di lingkungan Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) UPI. Kehadiran dua unit di bawah naungan UPI ini menjadikan Cooking Academy sebagai program unggulan berbasis kolaborasi interdisipliner yang memadukan keahlian bahasa dan keahlian kuliner. Peran UPI dalam program ini tidak sekadar sebagai penyelenggara, melainkan sebagai fasilitator utama yang menjembatani penguasaan keterampilan abad ke-21, seperti kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah, yang dikemas dalam aktivitas memasak yang interaktif.
Lebih jauh, kegiatan ini merupakan perwujudan nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan menghadirkan metode pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan belajar sambil melakukan (learning by doing), UPI secara langsung memberikan kontribusi nyata dalam memecahkan tantangan pendidikan di era modern, yaitu bagaimana membuat pembelajaran bahasa asing menjadi menarik, kontekstual, dan tidak membosankan bagi anak-anak.
Dampak dari program ini sangat terasa secara langsung maupun jangka panjang. Secara langsung, peserta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam berbicara bahasa Inggris, kemampuan mengikuti instruksi, serta kerja sama tim yang solid selama praktik memasak. Secara jangka panjang, kegiatan ini membekali anak-anak dengan keterampilan hidup (life skills), seperti kemandirian, tanggung jawab, serta pemahaman tentang keamanan pangan dan pola makan sehat yang akan bermanfaat hingga mereka dewasa. Orang tua yang mendampingi juga menyampaikan apresiasi karena anak-anak mereka pulang dengan pengalaman belajar yang tak terlupakan dan semangat baru untuk menggunakan bahasa Inggris di rumah.
Berdasarkan capaian positif tersebut, terdapat beberapa rekomendasi strategis yang dapat dipertimbangkan untuk pengembangan ke depan. Pertama, model Cooking Academy sebaiknya tidak hanya dilaksanakan pada masa liburan, tetapi juga diintegrasikan ke dalam program ekstrakurikuler atau penguatan karakter di sekolah-sekolah dasar mitra UPI. Kedua, penyusunan modul digital interaktif yang memuat panduan memasak dan kosakata bahasa Inggris perlu diperluas agar dapat diakses secara mandiri oleh peserta, guru, dan orang tua sebagai bahan ajar pendamping. Ketiga, kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan industri kuliner lokal perlu diperkuat untuk memperluas jangkauan dan keberlanjutan program, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak anak di berbagai wilayah.
Kegiatan ini juga selaras dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs poin ke-4 yaitu Quality Education (Pendidikan Berkualitas), yang menekankan pada penyediaan pengalaman belajar yang inklusif, efektif, dan menyenangkan sepanjang hayat. Di samping itu, program ini mendukung SDGs poin ke-3 yaitu Good Health and Well-Being (Kesehatan dan Kesejahteraan), melalui edukasi tentang keamanan pangan, higiene personal di dapur, serta pentingnya gizi seimbang melalui pemilihan bahan makanan yang sehat. Dengan demikian, Cooking Academy bukan sekadar acara liburan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi pembentukan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi peserta dan pembukaan yang dipandu oleh fasilitator Balai Bahasa UPI dan Ketua Lab TEFA UPI. Acara dimulai secara resmi oleh Tim dari Balai Bahasa UPI, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan belajar bahasa yang kontekstual dan menyenangkan. Sambutan kedua disampaikan oleh perwakilan pengelola TEFA LABOGA UPI yang menekankan pentingnya keselamatan kerja di dapur serta mengenalkan fasilitas laboratorium kepada para peserta.
Memasuki sesi inti, para fasilitator Balai Bahasa memandu peserta dalam sesi pengenalan kosakata (vocabulary) dan ungkapan (expressions) bahasa Inggris yang berkaitan dengan bahan makanan, peralatan dapur, dan instruksi memasak. Selanjutnya, instruktur dari TEFA LABOGA melakukan demonstrasi prosedur memasak dan safety briefing untuk memastikan setiap peserta memahami langkah-langkah yang aman. Puncak kegiatan adalah sesi praktik memasak kelompok selama 60 menit, di mana setiap tim secara mandiri menyelesaikan tantangan memasak menu pilihan (seperti Mini Pizza Academy atau Fruit Sandwich & Healthy Snack), diikuti dengan sesi Master Chef English Presentation di mana setiap kelompok mempresentasikan hasil masakannya dalam bahasa Inggris selama 1–2 menit.
Ketua Tim Fasilitator Kegiatan dari Balai Bahasa UPI menyatakan, “Kami sangat terkesan dengan semangat dan keberanian peserta. Mereka tidak hanya mampu mengikuti instruksi memasak dalam bahasa Inggris, tetapi juga berani tampil mempresentasikan hasil karya mereka dengan percaya diri. Ini membuktikan bahwa pendekatan belajar sambil melakukan (learning by doing) sangat efektif untuk meningkatkan motivasi dan retensi bahasa pada anak-anak usia dini. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi pendidik di seluruh Indonesia.” Diharapkan, semangat belajar dan keterampilan yang diperoleh selama Cooking Academy dapat terus dipraktikkan dalam keseharian peserta, sehingga dampak positif dari program ini tidak berhenti di ruang laboratorium, tetapi tumbuh dan berkembang di lingkungan keluarga dan sekolah masing-masing.
Dengan berakhirnya sesi foto bersama, kegiatan Cooking Academy: Cook, Create, and Communicate! berjalan dengan lancar dan meriah. Para peserta pulang dengan membawa hasil masakan mereka, pengetahuan baru, serta pengalaman belajar bahasa Inggris yang tak terlupakan selama liburan sekolah (Asep/HH).