Logo UPI
Logo Dikti

Mahasiswa FPTI UPI Raih Predikat Best Finalist Idea Track Astranauts 2026 melalui Inovasi Manajemen Energi Berbasis IoT

FPTI Humas FPTI 31 July, 2026 35


Bandung, 28 Juli 2026 – Mahasiswa Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim MotoSphare UPI yang dipimpin oleh Hilman Adit Pratama, mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin FPTI UPI, berhasil meraih Best Finalist pada kategori Idea Track dalam ajang Astranauts 2026 yang diselenggarakan oleh PT Astra International Tbk. Penghargaan tersebut diumumkan pada puncak kompetisi yang berlangsung secara luring di Menara Astra, Jakarta, pada 28 Juli 2026.

Tim MotoSphare merupakan kolaborasi lintas disiplin yang terdiri atas Hilman Adit Pratama (Pendidikan Teknik Mesin FPTI UPI) bersama Zahra, Fathin, dan Afipah dari Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) UPI. Melalui sinergi keilmuan teknik dan bisnis, tim menghadirkan inovasi bertajuk Smart Energy Intelligence System (SEIS), sebuah sistem manajemen energi berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk mendukung efisiensi operasional di PT Astra Honda Motor (AHM).

Inovasi SEIS berangkat dari kebutuhan industri manufaktur dalam mengoptimalkan pengelolaan energi di tengah skala produksi yang semakin besar. Tim mengidentifikasi bahwa sistem pemantauan energi yang masih bersifat agregat menyulitkan perusahaan dalam mendeteksi pemborosan energi pada tingkat mesin secara spesifik, terutama ketika terjadi kondisi idle maupun anomali operasional. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengurangi efisiensi operasional sekaligus menghambat pencapaian target keberlanjutan perusahaan.

Sebagai solusi, MotoSphare mengembangkan konsep smart sub-metering berbasis sensor non-invasif yang mampu memantau konsumsi energi setiap mesin secara real-time. Sistem tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam platform SEIS yang dilengkapi dashboard analitik energi, sistem early warning terhadap anomali konsumsi listrik, serta fitur smart runtime control yang memungkinkan optimalisasi penggunaan energi secara otomatis. Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada efisiensi biaya operasional, tetapi juga mendukung implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam sektor manufaktur.

Perjalanan tim menuju penghargaan Best Finalist melalui serangkaian tahapan kompetisi yang kompetitif, mulai dari seleksi proposal, presentasi di hadapan dewan juri, sesi mentoring, pitching, hingga conference sebagai babak final. Pada setiap tahapan, peserta ditantang untuk mempertajam analisis permasalahan, memvalidasi kelayakan teknis solusi, serta menyusun proyeksi bisnis yang menunjukkan dampak implementasi inovasi di dunia industri.

Dalam proposal yang disusun, tim MotoSphare memproyeksikan bahwa implementasi SEIS berpotensi menghasilkan penghematan energi hingga puluhan miliar rupiah setiap tahun apabila diterapkan secara menyeluruh di fasilitas produksi PT Astra Honda Motor. Analisis tersebut didasarkan pada asumsi teknis, skala produksi industri, serta data tarif listrik sektor manufaktur, sehingga menjadi salah satu kekuatan utama yang mendapat apresiasi dari dewan juri selama proses penilaian.

Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FPTI UPI tidak hanya memiliki kompetensi di bidang rekayasa dan teknologi, tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif yang menjawab kebutuhan nyata dunia industri. Kolaborasi lintas disiplin yang terbangun bersama mahasiswa FPEB UPI menjadi bukti bahwa sinergi antara bidang teknik dan bisnis mampu menghasilkan gagasan yang komprehensif, aplikatif, serta relevan dalam mendukung transformasi industri menuju era Industry 4.0.

Keberhasilan Tim MotoSphare UPI semakin memperkuat komitmen FPTI UPI dalam mencetak lulusan yang inovatif, adaptif, dan mampu berkontribusi terhadap pengembangan teknologi yang berorientasi pada keberlanjutan. Capaian ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan inovasi yang mampu menjawab tantangan industri sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Prestasi tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Quality Education) melalui penguatan kompetensi mahasiswa berbasis inovasi, Tujuan 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan teknologi cerdas bagi sektor industri, Tujuan 12 (Responsible Consumption and Production) melalui optimalisasi efisiensi energi, serta Tujuan 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mendorong inovasi berkelanjutan (Hilman/HH).