Mengukir Prestasi di ajang PILMAPRES Nasional 2026, Nabilah Terima Apresiasi Rektor UPI dan Bawa Semangat Talenta FPTI
Bandung, Sebuah capaian mahasiswa tidak pernah lahir dari satu proses yang berdiri sendiri. Di balik prestasi terdapat perjalanan panjang untuk mengembangkan potensi, mengasah gagasan, membangun keberanian, hingga mendapatkan ruang untuk menunjukkan kemampuan. Perjalanan tersebut tercermin dalam capaian Nabilah Dwisepti Cahyani, mahasiswa Program Studi Arsitektur, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yang berhasil meraih Juara III Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Nasional Tahun 2026 kategori Sarjana pada 8 Agustus 2026.
Atas capaian tersebut, Nabilah menerima penghargaan dari Universitas Pendidikan Indonesia dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Rektorat UPI, Senin (14/9/2026). Dalam momentum tersebut, Nabilah didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan FPTI UPI, Ketua Program Studi Arsitektur, serta dosen pembimbing.
Bagi FPTI UPI, pencapaian Nabilah menjadi bagian dari perjalanan pembinaan mahasiswa yang berlangsung melalui proses akademik, pengembangan kompetensi, pendampingan, serta kesempatan untuk mengaktualisasikan potensi di berbagai ruang.
Perjalanan Nabilah menunjukkan bagaimana pengalaman mahasiswa dapat berkembang melampaui batas ruang kelas. Sebagai mahasiswa Arsitektur, ia tidak hanya mengembangkan kapasitas akademik dan keilmuan, tetapi juga aktif membangun pengalaman melalui kompetisi, karya, publikasi, organisasi, serta berbagai aktivitas profesional.
Dalam ajang Pilmapres Nasional 2026, kemampuan tersebut bertemu dengan kepedulian Nabilah terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Gagasan yang dibawanya berangkat dari perhatian terhadap kondisi pendidikan di kawasan 3T dan upaya melihat kemungkinan pemanfaatan material lokal sebagai bagian dari solusi terhadap persoalan fasilitas pendidikan.
Latar belakang keilmuan Arsitektur kemudian menjadi salah satu pijakan dalam mengembangkan gagasan tersebut. Keilmuan tidak berhenti pada bagaimana merancang sebuah ruang, tetapi turut diarahkan untuk membaca persoalan, memahami kebutuhan, dan merumuskan kemungkinan solusi yang memiliki manfaat bagi masyarakat.
Perspektif tersebut sejalan dengan pentingnya membangun mahasiswa yang tidak hanya memiliki capaian, tetapi juga mampu menghubungkan pengetahuan dengan persoalan nyata di sekitarnya.
Dalam proses menuju capaian nasional tersebut, Nabilah juga memperoleh pendampingan dari lingkungan akademiknya. Dukungan pimpinan fakultas, program studi, dan dosen menjadi bagian dari proses pengembangan potensi yang dimilikinya. Berbagai pengalaman yang telah dibangun Nabilah menjadi modal yang kemudian dikembangkan melalui proses pembinaan menuju ajang Pilmapres.
Bagi FPTI UPI, pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa potensi mahasiswa dapat tumbuh ketika mendapatkan ruang untuk dikembangkan. Prestasi mahasiswa tidak hanya dibentuk melalui pencapaian akademik, tetapi juga melalui kesempatan untuk berorganisasi, berkompetisi, berkarya, berkomunikasi, membangun jejaring, serta terlibat dalam persoalan yang ada di masyarakat.
Capaian Nabilah sekaligus memperkuat semangat FPTI UPI untuk terus menciptakan lingkungan akademik yang memberikan ruang bagi mahasiswa dalam mengembangkan potensi dan prestasinya. Pembinaan mahasiswa berprestasi menjadi proses yang perlu dibangun secara berkelanjutan, dengan memperhatikan karakter, kompetensi, minat, serta kekuatan masing-masing mahasiswa.
Membawa Prestasi ke Ruang Belajar yang Lebih Luas
Capaian sebagai Juara III Pilmapres Nasional 2026 juga membuka langkah berikutnya bagi Nabilah. Pada 28 September 2026, ia dijadwalkan berangkat ke Jepang untuk mengikuti Student Exchange Support Program di The University of Kitakyushu selama satu tahun.
Kesempatan tersebut menjadi ruang belajar baru bagi Nabilah untuk memperluas perspektif akademik dan pengalaman internasional. Sebagai mahasiswa Arsitektur, pengalaman belajar di lingkungan akademik yang berbeda diharapkan dapat memperkaya wawasan dan memberikan pengalaman baru yang dapat dibawa kembali ke lingkungan akademiknya.
Perjalanan Nabilah dengan demikian tidak berhenti pada sebuah penghargaan. Capaian tersebut menjadi bagian dari proses yang lebih panjang: bagaimana prestasi dapat membuka kesempatan baru untuk belajar, berkembang, dan kemudian memberikan manfaat bagi lingkungan.
FPTI UPI memandang capaian Nabilah sebagai momentum untuk terus menumbuhkan budaya prestasi di lingkungan fakultas. Keberhasilannya menjadi pengingat bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi yang dapat berkembang melalui proses, kesempatan, pendampingan, dan keberanian untuk mengambil peran.
Dari Program Studi Arsitektur, Nabilah telah membawa nama FPTI UPI ke panggung prestasi nasional. Selanjutnya, melalui kesempatan belajar di Jepang, ia akan melanjutkan perjalanan untuk memperluas pengalaman dan perspektifnya.
Prestasi hari ini bukan garis akhir. Ia menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa untuk terus belajar, bertumbuh, dan membuka kemungkinan-kemungkinan baru—bagi dirinya, bagi FPTI UPI, dan bagi mahasiswa lain yang sedang memulai langkahnya (HH).