Logo UPI
Logo Dikti

RAW2WEAR FPTI UPI Terus Bertumbuh, Membawa Semangat From Raw to Wearable Art ke KMI Expo 2026

Kemahasiswaan Humas FPTI 03 October, 2026 12

Kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, dan nilai ekonomi menjadi bagian dari perjalanan RAW2WEAR dalam mengubah limbah menjadi karya.  Brand yang dikembangkan mahasiswa Pendidikan Tata Busana FPTI UPI ini mengolah limbah denim menjadi produk fesyen bernilai guna sekaligus membangun model usaha yang melibatkan masyarakat dalam proses produksinya. 

Tim RAW2WEAR, mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), kembali melaju ke KMI Expo 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Universitas Jenderal Soedirman pada 29 September–1 Oktober 2026.

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan RAW2WEAR dalam mengembangkan usaha dari tahap awal menuju tahap bertumbuh. Setelah sebelumnya meraih Juara 2 di KMI Expo, tim kembali memperoleh pendanaan dan melalui berbagai proses pengembangan usaha, mulai dari penguatan produk, pemasaran, kurasi, hingga persiapan menuju ajang nasional.

Salah satu perkembangan RAW2WEAR terlihat dari semakin luasnya jangkauan pemasaran produk Denim Toast, berupa Tote Bag–Vest berbasis upcycling limbah denim. Di bawah binaan Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Dekranasda, produk RAW2WEAR telah melalui proses kurasi dan standardisasi hingga dapat dipasarkan di empat pusat perbelanjaan di Kota Bandung, yaitu Summarecon Mall Bandung, Paris Van Java, Braga City Walk, dan Trans Studio Mal.

Keberadaan produk di sejumlah pusat mall tersebut menjadi bagian dari proses RAW2WEAR dalam memperluas akses pasar dan memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas. Bagi tim, pengalaman tersebut juga menjadi ruang pembelajaran untuk memahami kebutuhan konsumen, menjaga kualitas produk, serta mengembangkan strategi pemasaran.

RAW2WEAR menghadirkan Denim Toast sebagai produk busana dan aksesori fungsional yang memanfaatkan limbah denim melalui pendekatan upcycling. Produk dibuat dengan teknik tambal sulam sehingga setiap produk memiliki karakter dan pola yang berbeda. Konsep tersebut kemudian dipadukan dengan elemen budaya Jawa Barat melalui penerapan motif Mega Mendung yang diolah menggunakan teknik dan sulaman benang.

Selain Denim Toast, RAW2WEAR terus melakukan diversifikasi produk melalui pengembangan dompet, gantungan kunci, bandana, dan jaket berbahan limbah denim. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya tim untuk mengoptimalkan material sekaligus menghadirkan pilihan produk yang lebih beragam bagi konsumen.

Dalam proses produksinya, tim RAW2WEAR terlibat pada tahap perancangan pola sekaligus pengawasan kualitas produk . Sementara itu, proses rekonstruksi dan penjahitan dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat sekitar. Setiap produk kemudian melalui proses Quality Control (QC) oleh tim untuk memastikan kualitas dan standar produk sebelum dipasarkan.

Model tersebut tidak hanya mendukung pengembangan usaha, tetapi juga membuka ruang keterlibatan masyarakat dalam proses produksi. Dengan demikian, RAW2WEAR mengembangkan pendekatan kreativitas yang melibatkan pelajar, pemanfaatan limbah, keterampilan produksi, dan pemberdayaan masyarakat.


Tim RAW2WEAR terdiri atas Najiya Nur Sabila, Adinda Rizki Aulia, Fatimah, Naila Ainiyah Ahmad, dan Syahnaz Khairunnisa Daniela. Kelima anggota ikut serta dalam pengembangan produk dan pengelolaan usaha, termasuk memastikan kualitas produk yang dihasilkan tetap sesuai dengan standar yang ditetapkan waktu.

Perjalanan RAW2WEAR menuju KMI Expo 2026 juga tidak terlepas dari dukungan akademik dan institusional FPTI UPI. Tim mendapatkan pendampingan dari Mila Karmila, S.Pd., M.Ds. , Dr. Mustika Nuramalia Handayani, STP., M.Pd. , selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan, serta tim FPTI UPI yang turut mendampingi proses pengembangan usaha sejak tahap penyusunan proposal, pendanaan, hingga persiapan menuju KMI Expo.

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran kewirausahaan siswa. Setiap tahapan memberikan pengalaman bagi tim untuk mengembangkan produk, memancarkan kualitas, membaca kebutuhan pasar, membangun jaringan pemasaran, serta mengelola usaha secara lebih terarah.

Kembali hadir di KMI Expo 2026 menjadi bagian dari perjalanan RAW2WEAR dalam membangun fondasi usaha yang semakin berkembang. Dari tahap awal hingga tahap bertumbuh, tim telah melalui proses panjang yang memperkaya pengalaman dalam mengembangkan produk kreatif, memperluas pasar, membangun sistem produksi, dan menciptakan nilai tambah dari limbah denim.

Bagi FPTI UPI, perjalanan RAW2WEAR menunjukkan bagaimana pendidikan vokasi dapat memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan teknis dan kreativitas menjadi sebuah usaha yang memiliki nilai ekonomi, lingkungan, dan sosial. Pengalaman tersebut sekaligus mempertemukan kompetensi bidang busana dengan kewirausahaan, budaya lokal, keinginan, dan pemberdayaan masyarakat.

Pengembangan RAW2WEAR juga mendukung SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan kembali limbah denim menjadi produk bernilai guna. Pemberdayaan masyarakat dalam proses rekonstruksi dan penjahitan juga memperkuat dimensi sosial usaha, sementara pengembangan keterampilan dan aktivitas kewirausahaan siswa mendukung SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi . Kolaborasi antara pelajar, masyarakat, pendamping, dan mitra dalam pengembangan usaha juga mendukung SDG 17 – Kemitraan (HH).