Logo UPI
Logo Dikti

FPTI UPI Bahas Pangan, Kesehatan, dan Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Program Studi Humas FPTI 23 October, 2026 3


Bandung, Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi dan kualitas pendidikan, tetapi juga pada pangan yang berkualitas, kesehatan masyarakat, serta ketahanan keluarga. Isu tersebut menjadi fokus seminar internasional bertajuk “Food, Health, and Family Resilience: Integrating Science, Innovation, and Policy for Indonesia's Golden Generation 2045” yang diselenggarakan Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Selasa (29/9/2026).

Berlangsung pukul 13.00–17.00 WIB di Auditorium FPTI, Gedung A Lantai 4, Kampus UPI Bandung, seminar ini menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-72 UPI. Forum tersebut mempertemukan perspektif akademik internasional dan kebijakan daerah untuk membahas keterkaitan antara pangan, kesehatan, dan keluarga dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Seminar ini merupakan kolaborasi empat program studi di lingkungan FPTI UPI, yakni Pendidikan Tata Boga, Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Pendidikan Teknologi Agroindustri, dan Teknologi Pangan. Kegiatan diselenggarakan secara hibrida sehingga peserta dapat mengikuti diskusi secara langsung di auditorium maupun secara daring melalui Zoom dan siaran langsung YouTube. Materi disampaikan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris untuk menjangkau peserta dengan latar belakang yang beragam.

Dua narasumber hadir membawa sudut pandang yang saling melengkapi. Anne Gellie Plando Pablo, Ph.D., Director of Internationalization and External Affairs Office, College of Agriculture, Forestry and Environmental Sciences, Western Philippines University, menyampaikan perspektif sains dan inovasi dalam bidang pertanian dan pangan. Sementara itu, Hj. Siti Muntamah, S.A.P., M.M., Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat sekaligus Wakil Ketua Komisi V periode 2024–2029, membahas perspektif kebijakan publik dalam penguatan keluarga dan kesejahteraan masyarakat.

Kedua perspektif tersebut menegaskan pentingnya melihat pangan, kesehatan, dan ketahanan keluarga sebagai isu yang saling berkaitan. Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi seseorang untuk membangun pola makan, kebiasaan hidup sehat, serta nilai-nilai yang memengaruhi kualitas kehidupannya. Karena itu, upaya mempersiapkan Generasi Emas 2045 membutuhkan lebih dari sekadar kemajuan ilmu pengetahuan. Diperlukan pula inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta kebijakan yang mendukung kesejahteraan keluarga.

Melalui seminar ini, FPTI UPI membuka ruang dialog lintas disiplin dan lintas negara bagi akademisi, mahasiswa, praktisi, serta pemangku kebijakan. Kehadiran narasumber dari Filipina juga memperluas perspektif internasional sekaligus menjadi bagian dari penguatan jejaring UPI, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Lebih dari sekadar forum pertukaran gagasan, diskusi ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi pengembangan penelitian, program pengabdian kepada masyarakat, dan rekomendasi kebijakan yang berkontribusi terhadap ketahanan keluarga Indonesia. Peserta juga memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai isu pangan, kesehatan, dan keluarga dalam perspektif internasional, serta sertifikat keikutsertaan.

Melalui rangkaian Dies Natalis ke-72 ini, UPI menegaskan perannya sebagai The Education University yang mendorong ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang akademik, tetapi turut menjawab tantangan nyata masyarakat. Kolaborasi sains, inovasi, dan kebijakan diharapkan menjadi salah satu langkah untuk membangun keluarga yang tangguh, meningkatkan kesejahteraan, dan mempersiapkan generasi Indonesia yang sehat serta berdaya saing menuju 2045.

Melalui seminar internasional ini, FPTI UPI turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan perspektif tentang pangan, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui perhatian terhadap kesehatan masyarakat, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pertukaran pengetahuan lintas disiplin, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi akademik internasional. Sinergi sains, inovasi, dan kebijakan diharapkan dapat mendorong penguatan ketahanan keluarga serta mempersiapkan generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045 (HH).