Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, FPTI UPI Melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat Di SMK LPS Ciamis
Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning merupakan kebijakan yang sedang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dasar dan Menengah. Tentu saja kebijakan tersebut memerlukan sosialisasi dan pemahaman kepada guru, khususnya guru SMK. Pemahaman terhadap implementasi pembelajaran mendalam sangat dibutuhkan oleh guru SMK. Pelatihan implementasi pembelajaran mendalam untuk guru SMK Negeri sudah dilakukan oleh dinas pendidikan setempat melalui kantor cabang dinas masing-masing. Namun, untuk guru SMK swasta masih belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin FPTI UPI berinisiatif untuk melakukan pelatihan implementasi pembelajaran mendalam di SMK swasta. Hal ini dimaksudkan agar pemahaman mengenai pembelajaran mendalam merata di semua SMK.
Deep learning dalam konteks kurikulum pendidikan bukan menggantikan Kurikulum Merdeka, melainkan pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam, berpikir kritis, dan pembelajaran yang lebih menyenangkan. Pendekatan ini berfokus pada tiga elemen utama: mindful (kesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful (menggembirakan). Tujuannya adalah memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa. Prinsip-prinsip pembelajaran mendalam akan mampu memuliakan guru, siswa, dan pemangku kepentingan pendidikan lain serta memberikan pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru memberikan kesempatan peserta didik mendapatkan pengalaman belajar untuk proses perolehan pemahaman, mengaplikasi dalam berbagai konteks, serta merefleksikan pembelajaran mendalam. Komponen kerangka pembelajaran terdiri atas praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran, kemitraan pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi digital.
Pembelajaran mendalam didefinisikan sebagai pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu. Pembelajaran mendalam berfokus pada pemahaman mendalam, berpikir kritis, dan pembelajaran yang menyenangkan. Kerangka kerja pembelajaran mendalam terdiri atas empat komponen, yaitu (1) dimensi profil lulusan, (2) prinsip pembelajaran, (3) pengalaman belajar, dan (4) kerangka pembelajaran. Profil lulusan terdiri atas delapan dimensi, yaitu (1) keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) kewargaan, (3) penalaran kritis, (4) kreativitas, (5) kolaborasi, (6) kemandirian, (7) kesehatan, dan (8) komunikasi. Dimensi profil lulusan merupakan kompetensi utuh yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik setelah menyelesaikan proses pembelajaran dan pendidikan.
Pelatihan implementasi pembelajaran mendalam difokuskan pada pembuatan perangkat pembelajaran, asesmen dan evaluasi pembelajaran. Hal tersebut dilakukan agar para guru SMK dapat melaksanakan pembelajaran mendalam dengan baik dan sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya. Pelatihan sudah dilaksanakan pada hari Kamis, 19 Juni 2025 di aula SMK LPS 1 Ciamis dari pukul 08.00-16.00. Pelatihan dibuka oleh Bapak Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si. sebagai Dekan FPTI sekaligus sebagai tim PkM prodi Pendidikan Teknik Mesin (Gambar 1). Pembukaan dihadiri oleh Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Swadaya (LPS), Bapak Drs. Akasah, MBA., Kepala Sekolah SMK LPS 1, Bapak H. Didin Asopwan, M.Pd. dan Kepala Sekolah SMK LPS 2, Bapak Muhammad Taupik, S.Pd. Pelatihan diikuti oleh 40 peserta guru SMK LPS 1, 2 dan guru SMK lain disekitarnya (Gambar 2).
Gambar 1. Pembukaan PkM PTM oleh Dekan FPTI
Gambar 2. Peserta pelatihan PkM PTM di SMK LPS Ciamis
Pelaksanaan PkM prodi Pendidikan Teknik Mesin FPTI-UPI mengusung tiga materi sekaligus pada dua tempat yang berbeda. Lokasi pelatihan di SMK LPS 1 dengan tema pembuatan perangkat pembelajaran, asesmen dan evaluasi pembelajaran dalam pembelajaran mendalam berbasis artificial intelligence. Materi pertama, tentang Evaluasi Pembelajaran pada Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) disampaikan oleh Prof. Dr. Amay Suherman, M.Pd. dengan moderator H. Enda Permana, M.Eng. (Gambar 3). Materi ini memberikan gambaran umum bagaimana implementasi pembelajaran mendalam atau deep learning pada konteks asesmen dan evaluasi pembelajaran. Akses dan evaluasi pembelajaran sangat penting agar dapat mengukur hasil belajar siswa dengan tepat dan sesuai dengan yang diharapkan dalam output deep learning.
Gambar 3. Penyampaian materi asesmen dan evaluasi pembelajaran
pada deep learning
Materi kedua, tentang Penggunaan Artificial Intelligence dalam Deep Learning disampaikan oleh Prof. Dr. H.R. Aam Hamdani, M.T., IPM dengan moderator Prof. Dr. Bambang Darmawan, M.Pd., (Gambar 4). Materi ini memberikan contoh penerapan AI dalam pembuatan perangkat pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diampu oleh masing-masing guru SMK. Latihan ini sangat penting karena dapat membantu mempermudah dan mempercepat pekerjaan guru dalam membuat perangkat pembelajaran yang berkualitas.
Gambar 4. Penyampaian materi penggunaan Artificial Intelligence
dalam pada deep learning
Gambar 5. Penyampaian materi Aplikasi deep learning di SMK
Pada lokasi yang sama, dilaksanakan pelatihan Non Destructive Test (NDT), Magnetic Particle Test yang diperuntukan bagi guru-guru produktif di SMK se-Kabupaten Ciamis (Gambar 6). Tujuan pelatihan ini yaitu untuk memberikan perspektif baru bagi guru produktif dalam pengujian produk logam hasil manufaktur yang tidak merusak. Materi disampaikan oleh dua pakar yaitu Dr. Ir. Agus Solehudin, S.T., M.T. yang merupakan pakar dalam bidang inspeksi korosi dan Asep Hadian Sasmita, M.Pd (Gambar 7) dari pengurus Asosiasi Pengelasan Indonesia (API) Jawa Barat.
Gambar 6. Peserta pelatihan non-destructive test, magnetic test
Gambar 7. Penyampaian materi non-destructive test, magnetic test
Selain sesi teori, para peserta pelatihan melakukan pengujian Non Destructive Test (NDT) Magnetic Particle Test secara langsung. Terlebih dahulu, proses pengujian NDT MPT didemonstrasikan oleh teknisi dari Lab. Teknik Pengerjaan Logam yaitu Hendri Sulistyo dan Doni Barmana (Gambar 8). Peralatan pengujian NDT MPT tersebut khusus didatangkan dari Lab. Teknik Pengerjaan Logam Pendidikan Teknik Mesin FPTI-UPI. Selain, itu peserta diberikan kesempatan untuk berlatih dan mencoba langsung pengujian Non Destructive Test (NDT) Magnetic Test (Gambar 9). Pelatihan ini menjadi penting karena keilmuan mengenai material dan las terus berkembang sehingga diperlukan pelatihan agar para guru SMK swasta ter-upgrade pengetahuannya.
Gambar 8. Demonstrasi pengujian NDT MT
Gambar 9. Peserta pelatihan mencoba non-destructive test, magnetic test
Lokasi kedua, PkM prodi Pendidikan Teknik Mesin FPTI-UPI yaitu di badan usaha milik desa (Bumdes) Walagri Mandiri, desa Petirhilir, kecamatan Baregbeg, Ciamis. Tema pelatihan yang diusung yaitu pelatihan las listrik untuk remaja usia produktif di Bumdes Walagri Mandiri. Tema ini dipilih karena prospek usaha yang menjanjikan di masa depan dengan modal yang relatif kecil. Pelatihan ini diharapkan memberikan bekal awal keterampilan mengelas yang dapat dikembangkan oleh Bumdes Walagri Mandiri. Pemateri pada pelatihan ini, yaitu Dr. Ega Taqwali Berman, M.Eng., dan Dr. Yayat, M.Pd., yang juga Kaprodi Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI, serta Mutaufiq, S.T., sebagai teknisi (Gambar 10). Pelatihan melibatkan 2 orang mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Mesin. Pelatihan diikuti oleh 12 orang dari badan usaha milik desa (Bumdes) Walagri Mandiri, desa Petirhilir, kecamatan Baregbeg dan dari karang taruna setempat (Gambar 11). Peserta dilatih las agar menjadi bekal awal untuk berwirausaha dalam bidang bengkel las. Peserta dilatih menggunakan mesin las yang biasa digunakan oleh bengkel las (Gambar 12), yaitu membuat pagar dan tralis. Output dari pelatihan ini peserta dapat mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dasar mengelas listrik untuk kehidupannya yang lebih baik dimasa datang.
Gambar 10. Penyampaian materi las listrik
Gambar 11. Peserta las listrik di Bumdes Walagri Mandiri
Gambar 12. Peserta pelatihan las sedang berlatih
Pelatihan berakhir pada pukul 16.00 dan di tutup oleh Ketua Tim PkM Prodi Pendidikan Teknik Mesin FPTI UPI yaitu Dr. Kamin Sumardi, M.Pd. Kesan dan perhatian yang mendalam dari seluruh peserta pelatihan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi tim (Gambar 13). Semoga kegiatan ini membawa kebaikan dan keberkahan bagi seluruh peserta sesuai dengan bidang masing-masing.
Gambar 13. Penutupan kegiatan PkM Prodi PTM di SMK LPS Ciamis