Logo UPI
Logo Dikti

Tim Gadobangkong Arsitektur FPTI UPI Raih Prestasi 12 Besar Finalis Sayembara Internasional “Hijau Jakartaku” 2025

FPTI Sarah 14 November, 2025 171

Bandung, 2025 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia. Tim Gadobangkong dari Program Studi Arsitektur berhasil masuk sebagai Finalis 12 Besar dalam ajang Hijau Jakartaku Student Design Competition “Eco-Restoration Park” 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Trisakti.

Dengan mengusung karya inovatif berjudul “Balek Ngarak: Reviving River, Restoring Culture”, tim ini menghadirkan konsep arsitektur lanskap yang tidak hanya menekankan rekayasa ekologis, tetapi juga merevitalisasi nilai sosial dan budaya masyarakat Betawi.

Revitalisasi Sungai Ciliwung sebagai Ruang Hidup dan Ruang Budaya

Pada kawasan Muara St., Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sungai Ciliwung menyimpan sejarah ekologis dan sosial yang penting. Namun, kondisi sungai yang tercemar, banjir musiman, dan hilangnya ruang komunitas akibat bencana tahun 2020 menjadi tantangan besar bagi keberlanjutan kawasan ini.

Berangkat dari isu tersebut, Tim Gadobangkong merancang Balek Ngarak sebagai wujud pemulihan ekologi sekaligus kebangkitan budaya. Nama “Balek Ngarak” berasal dari istilah Betawi:

  • Balek berarti kembali,

  • Ngarak merujuk pada prosesi meriah dan penuh kebersamaan.

Makna ini menggambarkan harapan untuk menghadirkan kembali sungai sebagai pusat ekologis dan ruang budaya yang hidup, inklusif, dan beridentitas.

Pendekatan Desain Berbasis Adaptasi dan Keberlanjutan

Balek Ngarak tidak hanya menawarkan rancangan taman, tetapi juga strategi lanskap adaptif yang menjawab tantangan kawasan rawan banjir. Beberapa elemen utama yang dihadirkan antara lain:

  • Bioretention Pond untuk menahan dan menyaring limpasan air.

  • Wetland sebagai ekosistem penyaring alami polutan sungai.

  • Stepped Gabion untuk memperkuat tebing sungai dan mengatasi erosi.

  • Vegetasi lokal seperti riparian plants, mini forest, dan edible garden untuk memulihkan ekosistem sekaligus memberikan nilai edukasi.

Selain aspek ekologis, rancangan ini juga menonjolkan ruang publik yang ramah dan inklusif. Kehadiran amphitheatre, open field, playground, dan sensory garden menjadi ruang komunal yang mendorong interaksi sosial, kreativitas, serta kedekatan masyarakat dengan alam.

Menghidupkan Kembali Ruang Komunitas Betawi

Salah satu inspirasi utama proyek ini adalah hilangnya Saung Poncol Ciliwung, ruang komunitas yang lenyap akibat banjir besar 2020. Balek Ngarak dirancang sebagai simbol kebangkitan ruang sosial tersebut, menghadirkan kembali fungsi edukatif, rekreatif, dan komunal yang penting bagi masyarakat sekitar.

Dengan pendekatan ekologis yang terukur dan sentuhan budaya Betawi yang kuat, karya ini menjadi representasi bagaimana arsitektur dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan kehidupan sosial.

Keberhasilan Tim Gadobangkong masuk dalam jajaran Finalis 12 Besar sayembara internasional ini menunjukkan kapasitas mahasiswa Arsitektur FPTI UPI dalam bersaing di tingkat global, sekaligus memperkuat reputasi fakultas dalam menghasilkan inovasi yang relevan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

FPTI UPI mengapresiasi dedikasi, kerja keras, dan kreativitas tim dalam membawa nama baik universitas. Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.