Logo UPI
Logo Dikti

Mahasiswa FPTI UPI Raih Juara 2 Hackathon Desain Hunian Vertikal Cerdas Berbasis TOD dan Autodesk Forma

Kemahasiswaan Humas FPTI 08 May, 2026 33


Bandung, Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia. Tim lintas program studi yang terdiri atas Satrio Fariz M., M. Irsyad Ariaputra, dan M. Fakhri dari Program Studi Arsitektur, serta Daisy Septi Pertala dari Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Hackathon bertajuk “Merancang Hunian Vertikal Cerdas: Integrasi Transit-Oriented Development dan Analisis Data dengan Autodesk Forma.” Dalam kompetisi tersebut, tim mendapatkan pendampingan dari Dr. Eng. Beta Paramita, S.T., M.T., dosen Program Studi Arsitektur FPTI UPI.


Kompetisi ini berfokus pada perancangan hunian vertikal berbasis Transit-Oriented Development (TOD) yang dikembangkan melalui pendekatan desain berbasis data menggunakan perangkat lunak Autodesk Forma. Dalam kompetisi tersebut, peserta ditantang untuk menghadirkan solusi desain kawasan perkotaan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga responsif terhadap konteks lingkungan, transportasi, dan kebutuhan masyarakat urban masa kini.

Konsep Transit-Oriented Development (TOD) menitikberatkan pada pembangunan kawasan yang terintegrasi dengan sistem transportasi publik. Pendekatan ini mendorong terciptanya lingkungan yang lebih efisien, ramah pejalan kaki (walkable), terkoneksi dengan ruang publik, serta mampu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Dalam proses perancangan, peserta memanfaatkan Autodesk Forma sebagai alat eksplorasi desain berbasis data. Platform tersebut digunakan untuk menganalisis berbagai aspek lingkungan, seperti paparan matahari (solar exposure), dampak bayangan bangunan (shadow impact), pencahayaan alami (daylight), hingga pembentukan massa bangunan secara generatif berdasarkan performa lingkungan.

Melalui pendekatan tersebut, desain yang dihasilkan tidak hanya mempertimbangkan aspek estetika, tetapi juga performa bangunan dan keberlanjutan kawasan secara menyeluruh. Peserta dituntut melakukan berbagai iterasi desain sebelum menentukan solusi terbaik berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh.

Penilaian kompetisi meliputi kemampuan peserta dalam merespons prinsip TOD, optimalisasi penggunaan analisis dari Forma dalam proses desain, kualitas massa bangunan dan kepadatan kawasan, inovasi konsep hunian perkotaan, serta kejelasan penyampaian ide dalam presentasi.

Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan mahasiswa Arsitektur FPTI UPI dalam mengintegrasikan perencanaan kota, teknologi digital, dan pendekatan desain berbasis data dalam menghasilkan solusi arsitektur yang inovatif, kontekstual, dan berkelanjutan. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan aktif berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional (Annisa/HH).