Logo UPI
Logo Dikti

Sempat Gagal Berkali-kali Masuk PTN, Riska Rahmawati Kini Jadi Wisudawan Terbaik PKK UPI

Alumni Humas FPTI 09 June, 2026 6



Riska Rahmawati, mahasiswi Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik Tingkat Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga pada Wisuda Gelombang II UPI Tahun 2026. Setelah melewati perjalanan panjang selama dua tahun gap year. Perjalanan tersebut bermula ketika dirinya beberapa kali gagal lolos seleksi masuk perguruan tinggi sebelum akhirnya diterima dan berhasil menyelesaikan pendidikan dengan prestasi akademik tertinggi di program studinya.

Wisuda yang diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi itu menjadi momen penuh haru bagi para wisudawan beserta keluarga. Di tengah suasana bahagia tersebut, kisah perjuangan Riska menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa kegagalan dalam proses seleksi pendidikan bukanlah akhir dari perjalanan untuk meraih cita-cita.

Sebelum diterima di bangku perkuliahan Riska harus menjalani masa gap year selama dua tahun karena belum berhasil lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang diinginkannya. Kegagalan yang berulang sempat membuatnya merasa kecewa dan kehilangan kepercayaan diri, terlebih ketika melihat teman-teman seangkatannya telah lebih dulu melanjutkan pendidikan.

“Saya pernah merasa gagal dan mempertanyakan kemampuan diri sendiri karena berkali-kali tidak lolos seleksi. Ada masa ketika saya merasa tertinggal jauh dari teman-teman lain. Tetapi saya mencoba bangkit dan percaya bahwa setiap orang punya waktu dan jalannya masing-masing,” ujarnya usai mengikuti prosesi wisuda.

Selama menjalani masa gap year, ia memanfaatkan waktu dengan membantu keluarga, belajar secara mandiri, serta terus mempersiapkan diri untuk kembali mengikuti seleksi perguruan tinggi. Pengalaman tersebut mengajarkannya tentang kesabaran, kedisiplinan, dan pentingnya ketahanan mental dalam menghadapi kegagalan.

Setelah diterima di Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Riska berkomitmen untuk memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sebaik mungkin. Semangat tersebut terlihat dari selama menjalani perkuliahan, keberhasilannya mempertahankan prestasi selama masa studi.

Usaha dan kerja kerasnya akhirnya membuahkan hasil ketika ia dinobatkan sebagai lulusan terbaik tingkat Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga pada wisuda gelombang II tahun ini. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa perjalanan yang lebih panjang tidak mengurangi peluang seseorang untuk meraih prestasi dan keberhasilan akademik.

“Saya belajar bahwa kegagalan bukan alasan untuk berhenti mencoba. Dua tahun gap year mengajarkan saya untuk lebih menghargai proses dan kesempatan yang ada. Hari ini menjadi pengingat bahwa semua perjuangan itu tidak sia-sia,” tambahnya.

Kisah Riska Rahmawati mencerminkan pentingnya akses pendidikan yang terbuka dan kesempatan belajar yang setara bagi semua individu. Perjalanan tersebut juga menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membantu generasi muda mengembangkan potensi diri, meningkatkan kualitas hidup, serta membangun masa depan yang lebih baik.

Selain menjadi momen akademik, wisuda tahun ini membawa pesan bahwa kegagalan dalam proses seleksi pendidikan bukanlah akhir dari mimpi seseorang. Setiap individu memiliki perjalanan dan tantangan yang berbeda dalam mencapai tujuan hidupnya. Dengan ketekunan, dukungan lingkungan, dan kesempatan untuk terus belajar, generasi muda tetap memiliki peluang untuk berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Momentum wisuda ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar dan mahasiswa yang tengah menghadapi kegagalan atau keterbatasan dalam pendidikan. Tidak ada kata terlambat untuk kembali mencoba dan melanjutkan impian. Perjalanan dua tahun gap year yang dialami Riska Rahmawati membuktikan bahwa proses yang panjang dapat membentuk pribadi yang lebih tangguh, dewasa, dan siap menghadapi masa depan (Riska/HH).