Logo UPI
Logo Dikti

Memperluas Relasi dan Menyeimbangkan Akademik, Ibnu Azis Nugraha Lulusan Terbaik Teknik Sipil FPTI UPI

Alumni Humas FPTI 09 June, 2026 15




Bandung 8 Juni 2026– Perjalanan hidup yang penuh adaptasi tidak menghalangi Ibnu Azis Nugraha untuk meraih prestasi terbaik. Lahir di Jakarta pada 7 Oktober 2003, lulusan Program Studi Teknik Sipil Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini berhasil menyelesaikan studinya dengan predikat lulusan terbaik pada wisuda UPI Gelombang 2 dan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,53.

Sejak kecil, Ibnu telah terbiasa berpindah-pindah tempat tinggal, mulai dari Jakarta, Bekasi, Cirebon, hingga akhirnya menetap di Bandung. Berbagai perpindahan tersebut membentuk kemampuan adaptasi serta memperluas perspektifnya dalam berinteraksi dengan beragam budaya dan lingkungan sosial.

“Selain memiliki kompetensi di bidang yang ditekuni, saya percaya bahwa relasi yang luas serta dukungan dari orang-orang terdekat merupakan salah satu kunci keberhasilan,” ungkap Ibnu.

Berangkat dari keyakinan tersebut, selama menempuh pendidikan di UPI, ia menargetkan dua hal utama, yakni mendalami pembelajaran akademik serta memperluas jejaring dan pengalaman organisasi. Komitmen tersebut mengantarkannya pada berbagai capaian, baik di bidang akademik maupun kemahasiswaan.

Dalam tugas akhirnya, Ibnu mengangkat isu keberlanjutan lingkungan melalui penelitian mengenai pemanfaatan limbah industri gula sebagai bahan tambahan pada beton. Ia memanfaatkan tetes tebu (molase) untuk memperlambat waktu pengerasan beton. Hasil penelitian eksperimennya menunjukkan bahwa limbah industri tersebut memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam bidang konstruksi, sehingga dapat mengurangi dampak lingkungan akibat pembuangan limbah pabrik.

Tidak hanya aktif di bidang akademik, Ibnu juga dikenal sebagai mahasiswa yang aktif berorganisasi. Kiprahnya dimulai dari tingkat program studi melalui Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS FPTK UPI dan HMTS FPTI UPI), kemudian berlanjut ke tingkat fakultas melalui Keluarga Mahasiswa (KM) FPTI UPI, tingkat universitas melalui BEM REMA UPI, hingga organisasi profesi mahasiswa Teknik Sipil tingkat wilayah dan nasional melalui Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia (FKMTSI).

Saat aktif di tingkat program studi, Ibnu dipercaya menjabat sebagai Ketua Bidang Hubungan Luar. Keaktifannya membawanya mewakili UPI dalam Kongres FKMTSI tingkat wilayah Jawa Barat–Banten serta Kongres Nasional FKMTSI di Palu, Sulawesi Tengah. Pada kedua forum tersebut, ia mendapat amanah sebagai presidium kongres pada tahun 2023.

Pengalaman tersebut memberikan bekal berharga dalam kepemimpinan, kemampuan berbicara di depan umum, serta pengambilan keputusan. Baginya, kesempatan tersebut juga menjadi kebanggaan tersendiri karena dapat membawa nama baik UPI di tingkat regional maupun nasional.

Di tingkat fakultas, Ibnu menjabat sebagai Ketua Bidang Sosial dan Politik KM FPTI UPI. Kepeduliannya terhadap masyarakat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, salah satunya saat terjadi gempa bumi di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Bersama tim, ia menginisiasi penggalangan bantuan berupa pakaian layak pakai dan kebutuhan pokok yang kemudian disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak.

“Pengalaman tersebut mengajarkan saya untuk selalu bersyukur dan tidak melupakan pentingnya membantu sesama,” tuturnya.

Sementara itu, di tingkat universitas, Ibnu mengemban amanah sebagai Direktur Jenderal Pengabdian Masyarakat BEM REMA UPI sekaligus Ketua Pelaksana UPI Eco and Care 2024. Melalui program tersebut, ia bersama tim melaksanakan pengabdian masyarakat selama enam hari di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang.

Berlandaskan hasil survei dan kebutuhan masyarakat setempat, berbagai program dilaksanakan, mulai dari penyuluhan pengendalian hama ramah lingkungan, workshop pengelolaan sampah dan incinerator, penyuluhan kesehatan serta pemeriksaan kesehatan gratis, pelatihan mitigasi bencana, campus career, hingga berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

Menurut Ibnu, kegiatan tersebut menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan, kesehatan, dan pelestarian lingkungan.

Menjelang akhir masa kepengurusannya di BEM REMA UPI, ia bersama kementerian sosial, lingkungan, dan masyarakat berkolaborasi dengan GreenMetric UPI dalam mendukung pengurangan limbah botol plastik melalui pemasangan fasilitas water purifier di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UPI. Inisiatif tersebut diharapkan dapat mendorong budaya penggunaan botol minum ulang serta mendukung kampus yang lebih berkelanjutan.

Bagi Ibnu, perjalanan selama menjadi mahasiswa tidak hanya tentang meraih prestasi akademik, tetapi juga tentang membangun kepedulian, memperluas jejaring, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar. Semangat tersebut menjadi bekal berharga dalam melangkah menuju masa depan serta terus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan dunia konstruksi yang lebih berkelanjutan (Ibnu/HH).