Arsyalu Fadlila, Sarjana Pertama di Keluarga yang Raih Predikat Wisudawan Terbaik Pendidikan Teknik Mesin UPI
Arsyalu Fadlila, mahasiswi Program Studi Pendidikan Teknik Mesin angkatan 2021, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik Tingkat Program Studi Pendidikan Teknik Mesin pada Wisuda Gelombang II UPI Tahun 2026. Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Arsyalu karena berhasil menjadi sarjana pertama di keluarganya. Wisuda yang dilaksanakan pada 10 Mei 2026 di Gymnasium UPI, Bandung, menjadi momen penting yang menandai perjalanan panjang penuh perjuangan, kerja keras, dan pengorbanan.
Bagi Arsyalu, keberhasilan ini bukan sekadar tentang nilai akademik, tetapi juga tentang proses bertahan dan terus berkembang di tengah berbagai keterbatasan. Sebagai lulusan SMK Penerbangan Angkasa Bogor jurusan Electrical Avionics (kelistrikan dan elektronika pesawat), Arsyalu menjadi lulusan pertama dari sekolahnya yang berhasil diterima di perguruan tinggi negeri. Hal tersebut kemudian menjadi motivasi tersendiri bagi adik-adik tingkat di sekolahnya untuk berani melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Awal masuk kuliah saya sempat kaget karena menemukan banyak hal baru, mulai dari praktik mengikir, membubut, sampai berbagai pekerjaan teknik lainnya. Tapi saya mencoba belajar lagi pelan-pelan dari awal,” ungkapnya.
Ketertarikan Arsyalu terhadap dunia teknik sudah muncul sejak kecil dan terinspirasi dari sang kakek yang bekerja sebagai pelaut di salah satu perusahaan ternama di Indonesia. Meski memiliki latar belakang pendidikan teknik kelistrikan, Arsyalu tidak ragu untuk berkembang di bidang teknik mesin. Justru, hal tersebut menjadi motivasi baginya untuk terus belajar, beradaptasi, dan membuktikan bahwa perempuan juga mampu berprestasi di bidang teknik yang selama ini identik dengan laki-laki.
Perjalanan Arsyalu menuju dunia perkuliahan pun tidak mudah. Ia sempat diragukan oleh orang tuanya karena belum memiliki gambaran akan melanjutkan pendidikan ke mana setelah lulus sekolah. Namun, keinginan kuat untuk kuliah membuat Arsyalu diam-diam mendaftarkan diri melalui jalur SNMPTN hingga akhirnya berhasil diterima di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sesuai pilihan pertamanya.
Di masa awal penerimaan kuliah, Arsyalu diantar oleh kedua orang tua dan neneknya yang biasa ia panggil “Mama”. Saat itu, sang nenek sempat berkata ingin hadir di hari wisudanya nanti. Namun, takdir berkata lain. Sebelum hari bahagia itu tiba, nenek Arsyalu telah lebih dahulu berpulang. Meski begitu, kenangan dan doa sang nenek tetap menjadi semangat terbesar dalam perjalanan hidupnya.
“Hai Ma, cucu pertama Mama sekarang sudah lulus dan berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik Program Studi Pendidikan Teknik Mesin. Aku juga sudah bekerja dan bisa membiayai hidupku sendiri. Kalau Mama dan Kakek masih ada, aku ingin membahagiakan kalian seperti aku membahagiakan orang tua dan adik-adikku sekarang. Love you, kalian adalah semangat hidupku,” ungkap Arsyalu penuh haru.
Selama menjalani perkuliahan, Arsyalu tidak hanya fokus pada kegiatan akademik. Ia juga aktif membangun usaha kecil seperti berjualan online, membuat buket bunga, dan berbagai pekerjaan lainnya untuk membantu meringankan beban orang tua serta membiayai kebutuhan hidupnya sendiri. Berbekal kemampuan di bidang kelistrikan, Arsyalu juga pernah menjadi asisten dosen di Laboratorium Refrigerasi Tata Udara (RTU), membantu mahasiswa tingkat awal dalam kegiatan praktikum. Selain itu, Arsyalu turut aktif dalam organisasi kemahasiswaan seperti Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) UPI serta mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).
“Buat saya, kuliah bukan cuma soal nilai, tapi juga tentang bagaimana saya belajar dari pengalaman hidup. Saya belajar mengatur waktu antara kuliah, organisasi, dan pekerjaan sampingan supaya semuanya tetap berjalan seimbang,” tuturnya.
Di tengah perjalanan kuliahnya, kondisi ekonomi keluarga membuat Arsyalu harus semakin mandiri. Ia sempat bekerja sebagai penjaga toko pakaian di Jabart Store untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Memasuki semester akhir, kesempatan besar datang ketika Arsyalu menjalani Praktik Industri di PT Alaska Refri Nurindo. Dari kegiatan tersebut, Arsyalu mendapatkan dana insentif yang sangat membantu biaya hidup dan perkuliahannya. Tidak lama kemudian, perusahaan tersebut mempercayainya untuk bergabung sebagai karyawan tetap di bagian Admin Finance.
Bagi Arsyalu, dapat bekerja sebelum lulus menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam hidupnya. Selama hampir dua tahun, ia menjalani kuliah sambil bekerja hingga akhirnya mampu membiayai kebutuhan kuliah, kehidupan sehari-hari, kebutuhan wisuda, bahkan membantu meringankan beban orang tua dan kebutuhan adiknya.
Arsyalu juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemilik PT Alaska Refri Nurindo yang merupakan alumni Pendidikan Teknik Mesin UPI konsentrasi Refrigerasi Tata Udara. Menurutnya, dukungan dan kesempatan yang diberikan menjadi salah satu alasan dirinya mampu bertahan dan melewati masa-masa sulit selama akhir perkuliahan.
Kesuksesan Arsyalu juga tidak terlepas dari doa dan dukungan keluarga, terutama kedua orang tuanya, Rachmat dan Indah. Bagi Arsyalu, pencapaian sebagai Wisudawan Terbaik bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga bentuk rasa terima kasih atas seluruh pengorbanan keluarga yang selalu percaya dan mendukung langkahnya sejak awal.
“Saya sangat berterima kasih kepada Bunda dan Ayah yang selalu berusaha ada untuk saya dalam kondisi apa pun. Semua pencapaian ini saya persembahkan untuk kedua orang tua saya, adik-adik saya, dan keluarga yang selalu percaya kepada saya sampai di titik ini,” ujarnya.
Tak lupa, Arsyalu juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para dosen, khususnya dosen Refrigerasi Tata Udara (RTU), serta seluruh sivitas akademika FPTI UPI atas bimbingan dan dukungan selama masa perkuliahan.
Pencapaian Arsyalu Fadlila menjadi bukti bahwa dengan kerja keras, keberanian, dan semangat untuk terus belajar, siapa pun dapat meraih mimpi menjadi sarjana pertama di keluarga, bekerja sebelum lulus kuliah, hingga akhirnya berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik Program Studi Pendidikan Teknik Mesin UPI Tahun 2026 (Arsyalu/HH).