Mahasiswa Teknik Elektro FPTI UPI Jalani Research Attachment di Universiti Tenaga Nasional, Malaysia
Kuala Lumpur, Malaysia — Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Yaitu Haifa Putri Budi dan Nazhriya Dhita mengikuti program Research Attachment dalam skema UNITEN Exchange and Mobility Program di Universiti Tenaga Nasional (UNITEN), Malaysia. Program tersebut berlangsung pada 19 Mei hingga 14 Juli 2026 dan menjadi bagian dari Outbound Student Mobility Equity dalam Program World Class University (WCU) UPI 2026 yang dikelola oleh Direktorat Kemitraan dan Urusan Internasional (DKUI) UPI.
Kegiatan ini mendukung agenda internasionalisasi UPI melalui penguatan pengalaman akademik mahasiswa, perluasan jejaring penelitian, dan pengembangan kolaborasi dengan perguruan tinggi mitra di tingkat global. Melalui research attachment, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam ekosistem penelitian internasional serta mempelajari praktik pengelolaan riset di perguruan tinggi luar negeri.
Secara khusus, kegiatan research attachment ini merupakan salah satu implementasi kerja sama grup riset Advanced Devices and Materials in Engineering Education (ADMEE) dengan mitra internasional. Grup riset ADMEE diketuai oleh Prof. Budi Mulyanti dan berfokus pada pengembangan material, perangkat maju, serta penguatan pembelajaran teknik berbasis penelitian. Dalam pelaksanaannya, peserta juga memperoleh bimbingan dan pengarahan riset dari Roer Eka Pawinanto, Ph.D., terutama dalam penajaman arah penelitian, penguatan metodologi, dan pembahasan hasil eksperimen.
Program dilaksanakan di lingkungan College of Engineering, UNITEN, dengan kegiatan utama bertempat di Photovoltaic Energy Research Laboratory (PERL). Selama hampir dua bulan, peserta terlibat dalam aktivitas penelitian bersama dosen dan tim peneliti UNITEN. Pengalaman tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kompetensi laboratorium, kemampuan analisis, komunikasi ilmiah, serta kesiapan berkolaborasi dalam lingkungan akademik lintas negara.
Fokus penelitian yang dikembangkan adalah fabrikasi fotoelektroda berbasis copper oxide (CuO) dan zinc oxide (ZnO) untuk aplikasi photoelectrochemical (PEC) water splitting. Teknologi PEC water splitting memanfaatkan energi cahaya untuk mendorong proses pemisahan molekul air menjadi hidrogen dan oksigen. Kajian ini relevan dengan pengembangan energi terbarukan karena hidrogen berpotensi dimanfaatkan sebagai pembawa energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Tahapan penelitian dilaksanakan secara sistematis, dimulai dari studi literatur mengenai material semikonduktor dan mekanisme fotoelektrokimia, persiapan bahan serta substrat, fabrikasi fotoelektroda CuO dan ZnO menggunakan fasilitas laboratorium UNITEN, karakterisasi material, hingga pengujian kinerja fotoelektrokimia. Pengujian tersebut dilakukan untuk mengevaluasi respons dan potensi kinerja fotoelektroda yang telah difabrikasi.
Selain melakukan eksperimen, peserta mengikuti diskusi ilmiah secara berkala bersama dosen pembimbing dan tim peneliti UNITEN. Diskusi membahas pemilihan parameter eksperimen, pengembangan metodologi, evaluasi hasil karakterisasi, interpretasi data, serta peluang penelitian lanjutan. Proses tersebut memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya ketelitian, keterlacakan data, keselamatan kerja, dan pengambilan keputusan berbasis bukti dalam penelitian material dan energi.
Kegiatan laboratorium juga memberikan pengalaman nyata mengenai penerapan standar penelitian internasional, mulai dari penyiapan sampel, penggunaan instrumen, pencatatan parameter, hingga dokumentasi hasil eksperimen. Interaksi dengan peneliti dan mahasiswa di UNITEN turut meningkatkan kemampuan komunikasi ilmiah, kerja sama lintas budaya, dan profesionalisme peserta sebagai peneliti muda.
Sebagai bagian dari penguatan wawasan akademik, peserta turut menghadiri The Energy Transition Conference. Keikutsertaan dalam konferensi tersebut membuka perspektif mengenai perkembangan teknologi energi terbarukan, tantangan transisi energi, serta kebutuhan kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemangku kebijakan dalam mewujudkan sistem energi yang lebih berkelanjutan.
Program ini memperkuat hubungan akademik UPI–UNITEN pada bidang material fungsional, energi terbarukan, dan teknologi fotoelektrokimia. Dukungan WCU UPI 2026 turut meningkatkan kompetensi riset, kemampuan beradaptasi secara global, dan daya saing mahasiswa. Kolaborasi tersebut diharapkan berkembang menjadi penelitian bersama, publikasi kolaboratif, pertukaran pengetahuan, dan mobilitas akademik lanjutan. Kegiatan ini menegaskan komitmen FPTI UPI untuk memperluas pengalaman belajar melalui riset internasional yang relevan dengan pembangunan berkelanjutan (Roer Eka/HH).