Dosen Teknik Sipil UPI Laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Penerapan Lubang Resapan Biopori di Desa Neglasari Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut
Garut, 17 Juli 2026 — Tim dosen Teknik Sipil UPI melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Neglasari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan ini mengangkat penerapan Lubang Resapan Biopori (LRB) sebagai teknologi sederhana dan ramah lingkungan untuk membantu meningkatkan daya resap air hujan sekaligus mengoptimalkan pengelolaan sampah organik rumah tangga.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Program Studi Teknik Sipil UPI yang menyampaikan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, keilmuan dan kompetensi yang dimiliki sivitas akademika diharapkan tidak hanya diterapkan dalam lingkungan akademik, tetapi juga dapat memberikan solusi yang bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selanjutnya, Camat Kadungora turut memberikan sambutan sekaligus menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Neglasari. Dukungan pemerintah kecamatan terhadap kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pentingnya pengelolaan air hujan dan sampah organik melalui penerapan Lubang Resapan Biopori. Masyarakat diperkenalkan pada konsep dan manfaat biopori sebagai teknologi tepat guna yang relatif sederhana untuk diterapkan di lingkungan permukiman.
Pelaksanaan kegiatan tidak hanya dilakukan dalam bentuk penyampaian materi, tetapi juga melalui praktik langsung. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai fungsi dan manfaat biopori, teknik pembuatan lubang, serta cara memanfaatkan sampah organik rumah tangga sebagai bahan yang dapat diolah melalui lubang biopori.
Desa Neglasari merupakan wilayah yang berkembang dengan kawasan permukiman dan lahan pertanian. Meningkatnya pembangunan rumah serta penggunaan permukaan kedap air seperti beton, semen, dan paving block menyebabkan berkurangnya area yang dapat menyerap air hujan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan limpasan permukaan dan menimbulkan genangan ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Di sisi lain, pengelolaan sampah organik rumah tangga di masyarakat masih perlu ditingkatkan.
Melalui kegiatan ini, tim PkM memperkenalkan biopori sebagai salah satu alternatif teknologi tepat guna yang dapat diterapkan secara sederhana di lingkungan permukiman. Lubang Resapan Biopori dibuat dalam bentuk lubang vertikal pada tanah yang berfungsi membantu proses infiltrasi air hujan sekaligus menjadi media pengolahan sampah organik. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan mengalami proses dekomposisi secara alami, sehingga dapat menghasilkan kompos yang bermanfaat bagi tanah dan tanaman.
Mendukung Lingkungan Permukiman yang Berkelanjutan
Program penerapan Lubang Resapan Biopori di Desa Neglasari merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan solusi terhadap persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat. Kegiatan ini memadukan aspek edukasi, penerapan teknologi tepat guna, serta pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga daerah resapan air dan mengelola sampah organik secara lebih bertanggung jawab. Ke depan, penerapan biopori secara lebih luas di lingkungan permukiman diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya masyarakat Desa Neglasari dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kegiatan PkM ini juga menjadi ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki secara langsung di tengah masyarakat. Keterlibatan mahasiswa dalam survei lapangan, dokumentasi, pelatihan, praktik pembuatan biopori, hingga penyusunan laporan dan publikasi menjadi bagian dari proses pembelajaran berbasis pengalaman.
Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, penerapan teknologi sederhana seperti Lubang Resapan Biopori diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi langkah kecil dalam membangun pengelolaan lingkungan permukiman yang lebih berkelanjutan (Siti Nurasiyah/HH).