Tiga Mahasiswa FPTI UPI Jalani Research Internship di USIM, Perkuat Kolaborasi Riset Internasional
MALAYSIA — Tiga mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Rakean, Rima, dan Salwa, mengikuti Research Internship under USM Exchange and Mobility Program di Kampus Engineering Universiti Sains Malaysia (USM), Malaysia, pada 31 Mei hingga 31 Juli 2026. Selama program, ketiganya terlibat langsung dalam kegiatan penelitian bersama dosen dan peneliti USM untuk memperkuat kompetensi riset, memperluas pengalaman akademik internasional, dan membangun jejaring kolaborasi.
Kegiatan tersebut mempertemukan tiga fokus penelitian yang berada dalam satu irisan besar, yakni pengembangan material dan perangkat berbasis sains untuk mendukung energi berkelanjutan dan kesehatan. Rakean meneliti fabrikasi biochar sebagai material elektroda superkapasitor, Rima mengembangkan biosensor elektrokimia berbasis kitosan-SPCE-MIP untuk deteksi glukosa, sedangkan Salwa mengkaji sintesis hijau material TiO2 berbasis ekstrak daun kelapa sawit untuk aplikasi Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC).
Dalam risetnya, Rakean menjalankan proses karbonisasi dan aktivasi biochar untuk diarahkan sebagai material elektroda superkapasitor. Pendekatan ini menjadi bagian dari pengembangan teknologi penyimpanan energi berbasis material yang terus berkembang dalam riset energi.
Rima mempersiapkan larutan prekursor MIP/NIP yang terdiri atas kitosan, PVA, glutaraldehid, dan glukosa. Ia juga melakukan validasi kinerja microfluidic herringbone mixer chip sebelum karakterisasi elektrokimia biosensor menggunakan instrumen Autolab melalui protokol OCP, cyclic voltammetry, dan electrochemical impedance spectroscopy. Riset tersebut membandingkan metode fabrikasi konvensional dan mikrofluidik untuk mengoptimalkan sensitivitas biosensor serta efisiensi pencampuran prekursor MIP/NIP.
Sementara itu, Salwa melakukan ekstraksi bahan aktif dari daun kelapa sawit sebagai bagian dari sintesis hijau TiO2. Material hasil sintesis selanjutnya diarahkan untuk diuji pada sel DSSC sebagai bagian dari pengembangan teknologi konversi energi terbarukan berbasis material hijau.
Selama research internship, aktivitas peserta tidak berhenti pada eksperimen. Rangkaian kegiatan juga mencakup studi literatur, persiapan bahan dan sampel, fabrikasi, karakterisasi material, serta diskusi ilmiah secara berkala bersama dosen pembimbing dan tim peneliti USM. Diskusi tersebut membahas pengembangan metodologi, interpretasi hasil eksperimen, dan peluang pengembangan riset lanjutan.
Pengalaman berada di lingkungan penelitian internasional turut memperkaya wawasan peserta mengenai budaya akademik global, sistem penelitian di perguruan tinggi luar negeri, serta penerapan standar penelitian internasional dalam bidang material, energi, dan biosensor. Interaksi dengan peneliti dan mahasiswa internasional juga menjadi ruang untuk mengasah komunikasi ilmiah, kolaborasi lintas budaya, dan profesionalisme sebagai peneliti muda.
Pelaksanaan program ini turut mendukung penguatan hubungan kerja sama akademik antara Universitas Pendidikan Indonesia dan Universiti Sains Malaysia, khususnya dalam penelitian material fungsional, energi terbarukan, dan biosensor elektrokimia. Kolaborasi yang terbangun diharapkan dapat berlanjut melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan proyek riset internasional pada masa mendatang.
Sebagai bagian dari implementasi Program WCU UPI 2026, kegiatan ini juga mendukung target internasionalisasi UPI melalui peningkatan mobilitas akademik mahasiswa, penguatan jejaring penelitian dengan perguruan tinggi mitra, dan peningkatan reputasi institusi melalui kolaborasi riset di tingkat global. Program tersebut sekaligus sejalan dengan komitmen UPI untuk mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, kemampuan penelitian, dan daya saing internasional.
Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) (Roer Eka/HH).