Logo UPI
Logo Dikti

FPTI UPI Gelar Sosialisasi 100 Poin, Bekali Mahasiswa Pahami Aturan hingga Praktik Input

FPTI Humas FPTI 19 September, 2026 7

Bandung, 18 September 2026 — Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Sosialisasi 100 Poin secara hybrid melalui Zoom Meeting dan Auditorium FPTI UPI, Jumat (18/9). Sebagai salah satu persyaratan kelulusan mahasiswa yang diatur dalam Peraturan Rektor UPI tentang Pedoman Pendidikan Tahun 2026, pemenuhan 100 Poin menjadi bagian penting yang perlu dipahami dan dipersiapkan mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa angkatan 2024 dan seterusnya yang akan mengikuti ketentuan tersebut. Mengusung pesan “Pahami, Rencanakan, dan Input” serta “Kenali Aturannya, Susun Strateginya, Praktik Inputnya!”, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai ketentuan 100 Poin sekaligus memberikan pengalaman praktik dalam melakukan input capaian. 

Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Ahmad Yani, M.Si., Direktur Direktorat Pengembangan Kurikulum, Pembelajaran Digital, Kecerdasan Buatan, dan Metamesta (DPKPDKBM) UPI, serta Dody Setiadiputra, S.Pd., dari Divisi Sistem dan Keamanan Informasi Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi (DSTI) UPI sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan FPTI UPI, Dr. Mustika Nuramalia Handayani, S.T.P., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan hasil survei kebutuhan mahasiswa FPTI terkait pemahaman dan mekanisme pemenuhan 100 poin. Survei tersebut melibatkan 259 mahasiswa dari 17 program studi.

Hasil survei menunjukkan masih terdapat kebutuhan penguatan pemahaman mahasiswa. Sebanyak 51,3% responden mengaku pernah mendengar mengenai 100 poin, tetapi belum terlalu memahaminya, sementara 8,5% belum mengetahui ketentuannya. Selain itu, 91,9% mahasiswa belum pernah melakukan simulasi atau input capaian ke SIAK, dan 90,3% responden menilai kegiatan sosialisasi diperlukan. Temuan tersebut menjadi salah satu dasar FPTI UPI menghadirkan sosialisasi yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga dilengkapi dengan praktik.

Pada sesi pertama, Prof. Ahmad Yani menjelaskan bahwa pemenuhan 100 poin merupakan bagian dari pengalaman belajar mahasiswa yang mencakup berbagai aktivitas di luar pembelajaran intrakurikuler. Pengalaman tersebut antara lain kegiatan pembinaan mahasiswa seperti PKM, P2MW, dan PPK Ormawa; kompetisi dan festival; pelatihan dan workshop; kreativitas kecendekiaan; organisasi dan kepanitiaan; hingga sertifikat kompetensi dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Ia juga menjelaskan bahwa pengalaman mahasiswa dapat menjadi bagian dari pengembangan kompetensi dan portofolio, sekaligus mendukung rekognisi pengalaman belajar melalui Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Karena itu, mahasiswa perlu merencanakan keterlibatan dalam berbagai kegiatan sejak awal masa studi dan mendokumentasikan setiap capaian secara tertib.

Sementara itu, Dody Setiadiputra memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengakuan capaian sekaligus live demo simulasi input. Dalam sesi tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada tujuh indikator yang memengaruhi perhitungan SKS dan poin, meliputi durasi kegiatan, level kegiatan, peran atau keterlibatan mahasiswa, hasil atau prestasi, kategori kegiatan, relevansi bidang ilmu, serta kontribusi terhadap IKU. Peserta juga diperlihatkan tahapan mulai dari menyiapkan bukti, memilih kategori, melakukan input dan submit, hingga proses klarifikasi.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa FPTI UPI memahami bahwa pemenuhan 100 poin bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian dari proses merencanakan dan merekognisi pengalaman belajar selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi. Dengan memahami aturan, merancang strategi keterlibatan, serta mengelola bukti dan input capaian secara berkala, mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan pemenuhan poin secara lebih terarah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu FPTI UPI, Iwan Kustiawan, S.Pd., M.T., Ph.D., Kepala Seksi Pendidikan dan Kemahasiswaan FPTI UPI, Dani Frima, S.E., Ketua Prodi, Dosen serta unsur sivitas akademika FPTI UPI.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pengalaman belajar dan pengembangan kompetensi mahasiswa, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan keterampilan, portofolio, dan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja (HH).